Empat Ciri-Ciri Orang yang Bersih dari Dosa
Catatan Tarawih Malam ke-11.
Sungguh beruntung orang-orang yang selalu istikamah melaksanakan sholat tarawih di setiap malam Ramadhan. Orang-orang yang taat dan senantiasa menjalankan perintah Allah dipastikan akan mendapatkan banyak sekali kebaikan, karena setiap malamnya memiliki keistimewaan yang berbeda-beda.
Keutamaan melaksanakan sholat tarawih Malam ke-11 adalah sebagai berikut :
وفى الليلة الحادى عشرة يخرج من الدنيا كيوم ولد من بطن امه
“Pada malam ini, orang yang melaksanakan sholaf tarawih kelak ia akan keluar dari dunia (mati) sebagaimana hari ia baru dilahirkan dari perut ibunya.”
Dari laman NU Online penulis mendapatkan referensi bagaimana ciri-ciri orang yang bersih dari dosa sebagaimana bayi yang lahir dari rahim ibunya yang disampaikan oleh Ketua Jami’iyyah Ahbabul Musthofa Kudus KH Ahmad Asnawi. Menurut ulama karismatik tersebut ada 4 ciri-ciri orang yang bersih dari dosa, yaitu sebagai berikut :
Pertama, tidak mempunyai rasa benci kepada orang lain.
Ingatlah bagaimana Rasulullah SAW ketika diludahi, dipukul bahkan dilempari kotoran oleh Abu Lahab dan beberapa orang lain yang pernah melempari Nabi Muhammad SAW yaitu Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, al-Walid bin Utbah, Umayyah bin Khalaf dan Uqbah bin Abi Mu'ith. Namun Rasulullah SAW hanya diam saja, tidak pernah membalas sedikit pun. Begitulah sucinya hati Rasulullah SAW, tak ada kebencian sedikit pun jua di dalam hatinya. Bagaimana jika hal itu terjadi pada diri kita ? Jika di dalam hati masih ada rasa benci kepada orang lain, itu menunjukkan bahwa kita masih mempunyai dosa.
Kedua, tidak dibenci orang lain. Sebagaimana tidak ada yang benci ketika ada orang menjenguk seorang bayi, tentu saja semua orang suka apa pun keadaan bayi tersebut. Bagaimana pula dengan Nabi Muhammad yang terpelihara dari dosa tetapi ada yang membenci beliau ? “Ketika seseorang yang tidak punya dosa tetapi dibenci, sudah dapat dipastikan bahwa orang yang membencinya itu pastilah rusak akalnya.” Demikian KH Ahmad Asnawi menjelaskan. “Ibarat bayi yang polos, suci dari dosa namun ibunya membenci karena bayi itu tidak diinginkan kelahirannya. Maka dibuang bahkan dibunuhnya bayi itu. Tentu saja dalam hal ini bayi tidaklah berdosa namun ibunya yang rusak akal pikirannya.” Kyai memberikan perumpamaan.
Ketiga, semakin kuat dan tawakal kepada Allah. Seperti halnya bayi, tidak ada bayi yang ragu besok mau makan apa, atau bayi yang bingung sebab harga susu melonjak mahal.
Keempat, orang yang tidak mempunyai dosa tidak akan takut pada sesuatu kecuali Allah SWT. Orang yang tidak mempunyai dosa berarti tidak memiliki kesalahan, itu sebabnya dia takut dalam bertindak selama tetap berpegang pada kebenaran Allah SWT.
#edisikuatkanhati#
#ramadhankareem#
#catatantarawihmalamke11#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
RS. Murni Teguh, Ruang Hemodialisis lantai 5, 20 Maret 2025/20 Ramadhan 1446 H
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
