Puasa sebagai Perisai Diri
Catatan Tarawih Malam ke-9 Ramadhan 1446 H
Puasa sebagai Perisai Diri
Oleh : Al-Ustaz DR.H. Muhammad Nurdin Amin, LC., SH., MH
Setelah berucap syukur ke hadirat Allah SWT kemudian sholawat berangkai salam ke haribaan junjungan alam Rasulullah SAW, mengawali tausiahnya Al-ustaz mengajak jamaah untuk senantiasa tulus dan ikhlas dalam melakukan segala sesuatu. Selalu bersungguh-sungguh dan berpegang teguh pada Al-Quran agar kemuliaan Al-Quran melekat pada diri kita.
Umat Islam adalah umat yang terbaik karena menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup. Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan yang penuh keberkahan karena itu jalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya dan jangan dirusak pahalanya dengan berkata dusta dan perbuatan tercela.
Rasulullah SAW bersabda :
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan berbuat dengannya, maka Allah tidak butuh pada amalannya meninggalkan makan dan minumnya.” Hadis riwayat Bukhari, Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi.
Hadis ini menjelaskan bahwa berbohong dapat membatalkan pahala puasa. Puasa bukan sekadar menahan diri dari lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari segala keburukan, termasuk perkataan dusta. Berbohong dapat membuat pahala puasa sia-sia. Orang yang berpuasa tetapi tidak bisa menahan diri dari perbuatan jelek seperti berkata bohong, maka rusak pahala puasanya.
Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa adalah perisai dari neraka, seperti perisai yang digunakan dalam perang. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam An-Nasai, dan Imam Ibnu Majah, dari Utsman bin Abi Al-‘Ash, bahwa “Puasa merupakan benteng dari neraka, seperti benteng salah satu dari kalian dari perang, selagi benteng tersebut tidak dibakar dengan kebohongan dan ghibah.”
Hadis ini menjelaskan bahwa puasa sebagai benteng dari neraka bagi orang yang melakukannya selama ia tidak berkata dusta dan melakukan ghibah.
Di akhir tausiahnya Al-Ustaz kembali mengingatkan untuk tidak meninggalkan satu amalan yang dianggap enteng padahal memiliki keberkahan yang luar biasa yaitu makan sahur.
"Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka jangan kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat bersholawat atas orang-orang yang sahur (makan sahur).” (HR Ahmad)
#edisikuatkanhati#
#ramadhankareem#
#catatantarawihmalamke-9#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 13 Maret 2025/13 Ramadhan 1446 H
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
