Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Masih Ada Waktu
Sumber : Pinterest

Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

(Surat terbuka untuk SATAKASHA)

Ananda..,

Asesmen formatif telah usai.

Meninggalkan jejak-jejak angka pada selembar kertas.

Sejatinya, itu bukan sekadar angka.

Melainkan ada tanda yang harus dibaca.

Ya.., membaca tanda yang tersirat dalam jajaran angka.

Baik itu tanda keberhasilan yang harus dipertahankan dan ditingkatkan, lebih jauh lagi tanda kesalahan untuk diperbaiki.

Ananda..,

Waktu begitu cepat berlalu.

Tak peduli apa dan siapa atau mengapa. Semua dilindas oleh putaran rodanya yang terus melaju tanpa ada yang mampu menghentikan. Seakan tanpa sadar hari telah berganti minggu. Minggu menjadi bulan dan bulan berubah menjadi tahun.

Semuanya terus berlalu. Apa yang kemarin terasa jauh kini menjadi dekat. Bahkan ada di depan mata. Rasanya, semua baru saja dimulai, kini telah mendekati akhir perjalanan. Seketika muncul tanya dalam benak, "Secepat inikah waktu berjalan?"

Yups.., waktu tak perlu menunggu siapapun untuk berlalu. Ia terus saja melangkah maju tanpa memberi kesempatan untuk mengulang.

Setiap saat yang kita lewati adalah bagian cerita hidup yang tak akan pernah kembali. Maka, hargailah setiap detik yang kita miliki sebagai salah satu anugerah terbesar dari Tuhan. Jaga waktu yang kita miliki dan manfaatkan sebaik-baiknya. Sebelum semuanya benar-benar berakhir. Waktu yang ada, manfaatkan tak hanya untuk belajar atau bekerja tetapi juga untuk memperbaiki diri, berbuat baik dan membahagiakan orang lain.

Mumpung masih ada waktu, mari kita introspeksi diri. Sempatkan diri untuk evaluasi. Tanyakan dalam diri, sudahkah kubagi dengan proporsional waktu yang ada ini ?

Tak hanya untuk diri sendiri, adakah waktu yang dianugerahkan Tuhan digunakan untuk membahagiakan orang lain? Atau justru banyak waktu terbuang tanpa makna, bahkan sebagian besar membuat orang di sekitar kita tidak bahagia?

Ananda..,

Masih ada waktu untuk memperbaiki semuanya. Apakah memperbaiki nilai akademik yang jatuh, juga memperbaiki sikap dan lisan yang tak terjaga. Dengan demikian prestasi akademik akan dapat diraih kembali sekaligus memperbaiki nilai diri yang bukan tidak mungkin selama ini telah menyakiti.

Percayalah Ananda, adab yang sedikit masih lebih kita butuhkan dari pada ilmu yang banyak.

Tentu sangat lebih baik ketika kita bisa menyelaraskan keduanya, yaitu ilmu yang tinggi dengan iman dan takwa yang dalam. Karena pada akhirnya bukan seberapa tinggi ilmu kita dalam hitungan waktu yang dilalui, melainkan sedalam apa jejak kebaikan yang kita tinggalkan dalam perjalanan hidup.

Jangan sampai di sisa waktu yang ada, kita masih tak bijak memanfaatkannya. Skala prioritas menjadi bingkai utama. Mari kita renungkan kembali masihkah banyak waktu yang terbuang sia-sia ? Di sela-sela waktu yang ada, apakah sikap dan lisan kita sudah terjaga sehingga tak ada hati yang terluka ?

Ananda..,

Jangan sampai terjadi ada luka tak kasat mata karena perbuatan kita. Jangan biarkan teman kita menanggung beban karena sikap dan lisan kita yang tak terjaga. Ia merasa tak nyaman bersama kita.

Ketahuilah, ada banyak orang yang bisa menyimpan luka dalam diam yang hening walau sesungguhnya ada kebisingan di dalam hatinya. Ia mampu membalut lukanya dengan senyum. Jika demikian, bukankah tanpa sadar kita telah menciptakan iklim perundungan? Singkirkan itu. Mari kita wujudkan suasana yang ramah yang membuat orang betah berlama-lama bersama kita.

Ananda..,

Begitu cepat waktu berlalu.

Andai saja waktu bisa dipeluk, ingin rasanya menahannya barang sejenak. Agar dapat menggunakannya dengan baik. Pun lebih lama lagi mensyukuri. Lantas bisa lebih dalam lagi mencintai dan menghargainya, serta lebih tulus dalam berbuat.

Ananda..,

Masih ada waktu. Terkadang kita memang harus salah untuk mengetahui yang benar. Tak jarang pula kita harus bertemu kegagalan setelah pada akhirnya kita genggam kesuksesan. Semoga.

(SATAKASHA, I love You so much.)

#edisikuatkanhati#

#introskpeksidiri#

#tetapsemangat#

#jagakesehatan#

#senantiasaberdoa#

Langit Biru di Sekolahku.

SMA Negeri 14 Medan, Menjelang sore di bawah teduhnya Angsana, 31 Oktober 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post