Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MeSRA (Mewujudkan Sekolah Ramah Anak)

MeSRA (Mewujudkan Sekolah Ramah Anak)

MeSRA

(Mewujudkan Sekolah Ramah Anak)

Pendidikan yang berkualitas tidak hanya mencakup aspek akademik, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung semua siswa. Program untuk mewujudkan hal di atas kemudian disebut dengan program MeSRA ( Mewujudkan Sekolah Ramah Anak). Program ini merupakan bagian integral dari komitmen sekolah untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan haknya untuk belajar dalam suasana yang positif, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Sekolah ramah anak menjadi penting mengingat dalam sehari delapan jam anak berada di sekolah. Oleh karena itu, adanya program dari kementerian/lembaga yang saat ini sudah berbasis sekolah dan menunjang terhadap kondisi yang diinginkan dalam sekolah ramah anak menjadi salah satu solusi dalam mencegah kekerasan terhadap anak.

MeSRA (Mewujudkan Sekolah Ramah Anak) berupaya untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak selama 8 jam berada di sekolah. Program MesRa ini meliputi upaya sekolah untuk menjadikan sekolah yang Bersih, Aman, Ramah, Indah, Inklusif, Sehat, Asri, dan Nyaman (BARIISAN).

Dalam hal ini sekolah harus membangun paradigma baru dalam mendidik dan mengajar peserta didik untuk menciptakan generasi baru tanpa kekerasan serta menumbuhkan kepedulian orang dewasa serta memenuhi hak dan melindungi anak dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Program ini dapat diwujudkan dengan melibatkan tiga pilar utama yaitu pendidik/tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua. Ketiga pilar ini harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, mendukung, dan menghargai setiap anak.

SRA (Sekolah Ramah Anak) meliputi hal-hal berikut ini :

1. Lingkungan yang aman, yaitu sekolah yang bebas dari segala bentuk kekerasan, intimidasi, bullying dan diskriminasi. Sekolah harus bisa menjamin bahwa tiap siswa berhak merasa aman dan dihargai.

2. Menghormati Hak Anak.

Setiap tindakan di sekolah harus mengedepankan prinsip-prinsip hak anak termasuk hak anak untuk didengar dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi mereka.

3. Mendorong Partisipasi Aktif, di mana siswa diajak untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan diri dan kepemimpinan sehingga mereka merasa menjadi bagian lenting dari komunitas sekolah.

4. Mengedepankan Pendidikan Karakter, yaitu dengan menekankan pentingnya nilai-nilai kehidupan seperti empati, toleransi, dan saling menghargai di antara siswa.

Dengan menerapkan program MeSRA diharapkan nantinya akan dapat menumbuhkan kemudian meningkatkan rasa percaya diri siswa dan mempererat hubungan antar siswa dan antara siswa dengan guru. Hubungan yang erat ini tentu saja akan berdampak pada pencegahan bullying dan kekerasan di sekolah. Pada akhirnya akan tercipta budaya saling menghargai dan kerja sama di antara seluruh warga sekolah.

Namun, bukan hal mudah untuk mewujudkan program Sekolah Ramah Anak (SRA) ini. Ada enam komponen yang harus ada dalam upaya mewujudkannya, yaitu :

· 1. Kebijakan Sekolah.

Kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh sekolah sangat dibutuhkan sebagai pemandu berjalannya program SRA. Kebijakan yang diberlakukan tentu saja kebijakan yang mendukung hak anak dan melindungi mereka dari kekerasan serta diskriminasi sehingga siswa merasa aman dan nyaman mengikuti pembelajaran di sekolah.

2. Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Sekolah kiranya mempersiapkan pendidik dan tenaga kependidikan dengan melakukan pelatihan agar terlatih dan memahami hak-hak anak serta dapat menerapkan pembelajaran yang ramah anak, termasuk disiplin tanpa kekerasan.

3. Proses Belajar.

Sekolah menerapkan metode belajar yang menyenangkan dan partisipatif, bukan hanya berfokus pada mengajar tetapi juga membimbing dan menjadi sahabat bagi anak.

4. Sarana dan Prasarana.

Sekolah menyediakan fasilitas yang tidak hanya aman tetapi juga mendukung perkembangan anak, seperti kelas yang nyaman, fasilitas kreatif dan inovatif.

5. Partisipasi anak.

Memberikan ruang bagi anak untuk berpartisipasi, menyampaikan pendapat, dan terlibat dalam pengambilan keputusan.

6. Partisipasi Orang Tua dan Masyarakat.

Keterlibatan orang tua, llembaga masyarakat, dunia usaha, alumni, dan pemangku kebijakan sangat menentukan keberhasilan program ini.

Semoga.

(Disarikan dari berbagai sumber).

#edisiempatidantoleransi#

#sman14medansra#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Langit Biru di Sekolahku

SMA Negeri 14 Medan, 30 Oktober 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post