Tepatkah Pilihanku ?
Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025 berlangsung dalam 2 gelombang. Gelombang 1 dilaksanakan pada 3-4 November 2025 dan gelombang 2 pada 4-5 November 2025.
Tujuan TKA adalah menjawab tantangan penilaian yang beragam antar sekolah dengan menyediakan bentuk penguatan capaian akademik murid yang objektif dan terstandar.
Sedangkan hasil TKA nantinya dapat digunakan sebagai :
1. Bahan validator nilai rapor pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
2. Pertimbangan masuk PTN dengan jalur Mandiri, sesuai kebijakan masing-masing PTN
3. Pertimbangan masuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS), sesuai dengan kebijakan masing-masing PTS.
Adapun mata pelajaran yang diujikan di jenjang SMA/SMK/MA adalah :
1. Mata Pelajaran Wajib : Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris.
2. Mata Pelajaran Pilihan:
Dua mata pelajaran pilihan berdasarkan rumpun, yaitu :
Sain dan Teknologi : Fisika, Kimia, Biologi, dan Matematika Lanjutan.
Sosial dan Hukum : Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Sejarah, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).
Bahasa dan Budaya : Bahasa Arab, Bahasa Jerman, Bahasa Prancis, Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Korea.
Pilihan Lain : Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan (SMK/MAK).
Untuk menentukan mata pelajaran pilihan, disesuaikan dengan program studi tujuan dan pernah diikuti minimal 2 semester serta penguasaan siswa terhadap materi tersebut dengan mengikuti peraturan resmi dari Kepmendikdasmen 102/2025 sebagai panduan untuk memilih mata pelajaran yang relevan dengan jurusan yang diinginkan. Sebagai contoh, untuk program studi Kedokteran, pilih Biologi dan Kimia. Untuk program studi Teknik, pilih Matematika dan Fisika.
Memilih mata pelajaran yang paling dikuasai dan diminati sangat membantu untuk mengoptimalkan nilai TKA.
Saat ini tentunya pilihan sudah ditentukan. Namun tak sedikit siswa yang dihantui pikiran apakah pilihannya sudah tepat ? Pikiran siswa dipenuhi oleh rasa takut salah menentukan pilihan. Rasa takut itu adalah hal yang wajar. Tetapi jangan sampai rasa takut menghambat langkah hari ini untuk membangun masa depan.
Tulisan ini dibuat untuk menguatkan mereka akan pilihannya.
Seringkali setelah memilih jurusan, muncul pertanyaan yang dipenuhi oleh rasa takut, "Apakah aku sudah memilih dengan benar?” atau “Bisakah aku berhasil di jurusan ini?” Pertanyaan lain, "Apakah setelah tamat bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus dengan jurusan ini?" Ditambah lagi tak sedikit anak-anak yang terintimidasi dengan pertanyaan orang tua, "Mau jadi apa kamu, nak ?"
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu wajar menumbuhkan rasa takut. Sejatinya, rasa takut bukan tanda lemah, justru menunjukkan rasa peduli pada masa depan. Ingatlah, keberhasilan bukan ditentukan oleh jurusan, tapi oleh kesungguhan usaha dalam menjalaninya.
Jurusan hanyalah jalan untuk menyongsong masa depan, langkah dan semangatlah yang membuat seseorang sampai pada tujuan. Banyak orang sukses bukan karena pilihan jurusannya yang sempurna, tapi karena mereka berjuang dengan sepenuh hati di mana pun mereka berada.
Oleh karena itu jangan ragu dengan pilihanmu tetapi bersyukurlah. Wujudkan rasa syukur itu dengan niat baik dan usaha serta doa yang ikhlas. Yakinlah bahwa setiap jurusan bisa mengantarkanmu pada kesuksesan jika dijalani dengan tekun, kerja keras dan bersungguh-sungguh. Percayalah jika semua itu dijalani dengan niat baik akan membawa hasil yang indah.
Seperti kata Nelson Mandela :
“Keberanian bukan berarti tidak takut, tetapi kemampuan untuk mengalahkan rasa takut itu.”
Ananda..,
Jangan ragu. Yakinlah dengan pilihanmu.
Teruslah melangkah dengan hati yang mantap.
Patuh pada kedua orang tua dan taat kepada Tuhan-mu.
Doa orang tua dan rahmat Tuhan akan memudahkan serta meringankan langkahmu menuju kesuksesan.
Aamiin.
#edisikuatkanhati#
#mapelpilihantka#
#prodiimpian#
#ptnpavorit#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku
SMA Negeri 14 Medan, 3 November 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
