M B G
M B G
(Masakan Bini Gue)
“Selamat pagiii.” Salam penuh energi saling bersahutan di dalam ruang guru. Pagi itu seperti biasanya diisi dengan kesibukan mengisi “kampung tengah” (baca: lambung) sebelum berjibaku di dalam kelas. Sinar mentari menembus jendela, menyapa meja-meja yang dipenuhi buku, laptop, dan tentu saja aneka bekal sarapan. Tak jarang juga aroma kopi hangat berpadu dengan wangi nasi, bercampur sambal dan sayuran yang baru dibuka dari wadahnya.
Beberapa guru duduk berkelompok sambil menikmati sarapan. Sesekali tertawa kecil mungkin membicarakan kejadian lucu di kelas kemarin. Ada juga yang masih merapikan penampilan di depan cermin, menyisir rambut, atau memoleskan lipstik. Di pojok lain terlihat pula ada yang sambil menyuap nasi tetap mengecek pesan dari wali murid di ponsel. “Ayoo.., mangan jolo (makan dulu).” Suara seorang guru mengingatkan teman-teman seperjuangan untuk tidak lupa mengisi energi. Suasana pagi di ruang guru memang sederhana, tetapi di sanalah semangat hari itu dimulai.
“Ayok Pak, makan kita.” Sapaku pada Pak Untung Dikson Alu, S.Pd.K., guru mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen yang duduk di deretan kursi sebelah kiriku. “Silahkan, Bu. Saya sudah makan MBG tadi.” Jawab beliau sambil tersenyum. Penulis menjawab heran, ”Kok cepat kali dapat MBG-nya. Masih jam berapa ini?” mataku beralih ke jam dinding di depan ruangan. Mengingat biasanya MBG datang sekitar pukul 08.30 sedangkan saat itu masih pukul 07.05 WIB. Masih dengan tersenyum Pak Dikson menjawab, “MBG, Masakan Bini Gue, Bu.” Owalaaa...hehehe.
Cling...MBG (Masakan Bini Gue) langsung menginspirasi untuk menulis. Hmmm.., langsung tergambar keharmonisan sebuah keluarga. Masakan rumah memang sederhana namun punya “bumbu rahasia” yang tidak ada di restoran mana pun, perhatian dan kasih sayang. Saat seseorang memasak untuk kita, ada niat baik di dalamnya. Itu yang bikin rasanya berbeda.
MBG dari rumah tidak selalu mewah, tak pula estetik untuk difoto dan dipamerkan di media sosial. Terkadang hanya tumis kangkung, telur dadar, atau sambal belacan yang pedasnya bikin keringat bercucuran. Tapi entah kenapa, rasanya berbeda. Bukan semata-mata soal bumbu. Bukan juga karena resep turun-temurun atau takaran yang pas. Ada sesuatu yang lain di sana, ada perhatian, ada niat, ada cinta dan kasih sayang yang tanpa sadar ikut larut di dalam kuali yang diaduk-aduk dengan sudip oleh tangan terampil penuh keikhlasan.
Tidak semua orang punya kesempatan makan masakan pasangan di rumah. Dengan selalu menikmati masakan istri, kita belajar menghargai hal-hal sederhana yang ternyata luar biasa. Ini bukan cuma tentang rasa di lidah. Ia adalah tentang rasa di hati. Sesederhana apa pun MBG dunia rasanya akan baik-baik saja.
Keunggulan lain masakan rumah adalah lebih terkontrol kebersihannya. Minyak yang tidak dipakai berulang-ulang, gula dan garam bisa disesuaikan, dan bahan-bahannya dipilih dengan hati. Jadi bukan hanya enak, tapi juga lebih sehat. Selain itu tentu saja membuat pengeluaran lebih teratur. Uang yang biasanya habis buat jajan bisa dialihkan untuk tabungan, pendidikan anak, atau kebutuhan penting lainnya.
Jadi, selalu makan MBG (Masakan Bini Gue) bukan sekadar pilihan menu. Pilihan ini merupakan keputusan untuk hidup lebih sehat, lebih hemat, lebih hangat, dan lebih bersyukur. Karena di balik sepiring nasi dan lauk sederhana, ada cinta yang setia menunggu di rumah.
Tak lama kemudian, bel tanda masuk berbunyi. Percakapan segera berhenti. Perbekalan segera dirapikan, dan cangkir dikosongkan. Wajah-wajah yang tadi santai berubah menjadi siaga. Dengan langkah mantap, para guru keluar dari ruangan, membawa energi baru untuk mengawali pelajaran hari itu.
#edisijanganlupasarapan#
#awaliharidenganpenuhenergi#
#masakanbinigue#
#membacamenambahilmumenukismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 12 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
