Menabung Membuat Kaya
Kompilasi Amanat Pembina Upacara (18)
Menabung Membuat Kaya
Oleh : Ainur Riza , S.Sos
(Terinspirasi dari para pembina upacara setiap hari Senin, penulis menggagas tulisan ini. Sambil berdiri di bawah cerahnya sang surya yang gagah mentransfer energi cahayanya, penulis berpikir untuk mengumpulkan setiap amanat yang disampaikan oleh pembina upacara. Setiap hari Senin, yang bertindak sebagai pembina upacara bergiliran dari wali kelas yang satu ke yang lain. Uniknya, setiap pembina tampil dengan mengusung tema yang berbeda. Hal ini yang menurut penulis sangat sayang sekali untuk dilewatkan begitu saja. Mengabadikannya dalam sebuah tulisan menjadi catatan tersendiri bagi penulis untuk terus belajar dan belajar dari wejangan yang mereka sampaikan.)
Senin, 9 Februari 2026
Tiap kali Senin datang, pagi hari selalu menghadirkan suasana yang khas di sekolah. Sang surya yang baru saja naik ke singgasananya, terlihat gagah menyinari halaman sekolah yang mulai dipenuhi barisan siswa berseragam putih abu-abu. Ketika bel berbunyi, terdengar langkah-langkah penuh energi beriringan menuju lapangan upacara. Wajah-wajah segar memancarkan semangat untuk memulai hari di awal pekan.
Senin 9 Februari 2026 yang bertugas sebagai pelaksana upacara di sekolah kami SMA Negeri 14 Medan adalah kelas X-2. Dengan demikian yang bertugas sebagai pembina upacara adalah wali kelas X-2 yaitu Ainur Riza, S.Sos. Petugas upacara di sekolah kami memang sudah dijadwalkan bergiliran di mana kelas yang bertugas sekaligus pula wali kelasnya menjadi pembina upacara.
Pelaksanaan upacara bendera setiap hari Senin merupakan momen yang menyatukan seluruh warga sekolah. Kita akan terpasung dalam suasana khidmat mana kala Sang Merah Putih perlahan naik ke puncak tiang, semua mata tertuju ke satu titik. Lagu Indonesia Raya berkumandang lantang, menggema di udara pagi, menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia.
Petugas upacara menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Itu pula yang pertama disampaikan oleh pembina upacara saat mengawali amanat pembina upacara sebagai apresiasi atas tugas mereka. Ada pun tema yang disampaikan adalah Menabung Membuat Kaya. Tema ini tentu saja dikaitkan dengan gaya hidup siswa sebagai gen z dan Alpha. Generasi yang hidup pada zaman digitalisasi.
Ainur Riza, S.Sos., sang pembina upacara yang mengampu mata pelajaran Sosiologi dengan fasih menelisik gaya hidup gen z dan fenomena yang terjadi sekarang ini. Munculnya FOMO atau Fear of Missing Out, yang melanda anak-anak gen z di mana ada rasa cemas, takut, atau gelisah tertinggal momen, tren, informasi, atau aktivitas seru yang sedang dilakukan orang lain. Fenomena ini sering dipicu media sosial, membuat seseorang merasa perlu selalu terhubung dan mengikuti tren agar tidak merasa kehilangan kesempatan. FOMO ini membuat seseorang merasa harus melakukan sesuatu yang sedang tren tanpa memperhitungkan dampaknya.
Lantas, apa hubungannya dengan menabung? Menabung adalah kegiatan menyisihkan sebagian pendapatan secara konsisten untuk disimpan, guna memenuhi kebutuhan masa depan, dana darurat, atau mencapai tujuan finansial tertentu. Dalam amanat kali ini pembina upacara menyampaikan masalah menabung yang dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda dan dikaitkan dengan FOMO tadi, yaitu :
1. Menabung membuat kaya orang lain
2. Menabung membuat kaya diri sendiri.
Menabung membuat kaya orang lain contohnya pembelian paket ponsel yang lebih banyak digunakan untuk bermain game. Tanpa disadari uang paket yang digunakan ditabungkan untuk pemilik atau pembuat game yang bisa membuat mereka kaya.
Sedangkan menabung membuat kaya diri sendiri adalah menyisihkan uang jajan mulai dari pecahan seribu atau dua rupiah yang tentu saja tabungan ini suatu saat dapat dimanfaatkan untuk banyak hal.
FOMO bisa membuat seseorang hilang keseimbangan dalam mengelola keuangannya. Hanya karena mengikuti tren dapat menghabiskan banyak uang yang kita katakan di atas sebagai menabung membuat orang lain kaya. Sudah saatnya gen z menabung untuk memperkaya diri sendiri dengan menerapkan gaya hidup Frugal living yaitu gaya hidup sadar finansial yang menekankan pada pengelolaan uang secara bijak dan hemat. Frugal living bukan berarti hidup dalam keterbatasan atau kekikiran, melainkan tentang memprioritaskan pengeluaran sesuai dengan kebutuhan.
Akhirnya pembina upacara menutup amanat dengan pesan :
1. Jika kita ingin menjadi manusia yang lebih baik ke depannya, maka perbanyaklah ilmu dan keterampilan seperti moto sepeda motor Yamaha yang selalu terdepan.
2. Jika kita ingin tidak punya masalah dikemudian hari maka menabunglah. Seperti moto instansi pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah.
Upacara pun berakhir, semoga semangatnya tetap terasa. Dengan hati yang lebih siap dan tekad yang diperbarui, siswa kembali ke kelas masing-masing, siap mengikuti pelajaran dan mengisi hari dengan hal-hal positif. Senin pagi di sekolah adalah awal langkah untuk meraih prestasi dan mengukir masa depan.
#edisikuatkanhati#
#awaliharidengansemangat#
#tumbuhkannasionalisme#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 9 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan