Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sahabat Jadul Muncul

Sahabat Jadul Muncul

Assalamualaikum...” terdengar sayup-sayup ucapan salam dari arah pintu depan. Aku yang baru saja selesai sholat Ashar dan duduk di kursi makan menjawab salam tersebut. Kuyakini jawabanku tak terdengar oleh si pengucap salam. Sambil berjalan menuju pintu depan, aku berpikir mungkin sepupuku yang datang karena tadi pagi ia berkabar akan berkunjung.

Dugaanku meleset. Yang kudapati adalah wajah-wajah dari masa lalu. Wajah yang sudah lama tak bersua, namun begitu akrab di hati. Teman-teman SMA, alumni 40 tahun yang lalu, datang dengan senyum yang sama. Seolah waktu tidak pernah benar-benar memisahkan. Wow...sahabat jadul muncul di hadapanku. Tetiba, suasana SMA Negeri 6 Medan di tahun 1983-1986 mengaca di mata. Wuiiihhh.

Ada kebahagiaan yang datang tanpa rencana, tanpa aba-aba, tiba-tiba mengetuk di saat tubuh sedang lemah. Sakit sering kali membuat hari terasa sunyi, waktu berjalan lebih lambat, dan pikiran dipenuhi hal-hal yang tidak menyenangkan. Namun hari itu berbeda. Di tengah kondisi yang tidak nyaman, pintu terbuka dan menghadirkan wajah-wajah “sahabat jadul” yang muncul tiba-tiba. Ada Anita, Henny, Kikit, dan Rudi. Teman-teman SMA, yang terakhir kali intens bersama empat puluh tahun silam.

Ada haru yang sulit dijelaskan. Bahwa tanpa berada dalam satu grup, tanpa komunikasi rutin, mereka tetap mengingat, tetap peduli, dan memilih untuk datang. Di situlah terasa, bahwa persahabatan sejati tidak diukur dari seberapa sering bertemu, tetapi dari ketulusan yang tetap hidup meski waktu berlalu jauh.

Sakit ini, yang awalnya terasa sebagai ujian yang berat, seakan berubah menjadi pintu datangnya nikmat yang tak terduga. Mengingatkan bahwa kita tidak sendiri, bahwa ada jejak-jejak kebaikan di masa lalu yang kembali hadir dalam bentuk perhatian hari ini.

Rasanya seperti kembali ke masa lalu, ketika tawa begitu mudah pecah, ketika kebersamaan tak perlu dijadwalkan, dan persahabatan terasa begitu sederhana. Waktu boleh saja memisahkan, usia boleh saja bertambah, kesibukan masing-masing mungkin membuat jarak terasa panjang. Tapi ternyata, rasa itu tidak pernah benar-benar hilang.

Kunjungan itu bukan sekadar datang menjenguk orang sakit. Ia membawa serta kenangan, kehangatan, dan rasa memiliki yang sempat terlupakan. Obrolan mengalir begitu saja, diselingi canda khas masa sekolah, seolah tidak ada jeda puluhan tahun di antaranya. Di tengah rasa nyeri, justru hadir tawa yang tulus. Sesuatu yang mungkin tak bisa diresepkan oleh dokter dan obat apa pun. Di tengah tubuh yang lemah, kehadiran mereka seperti obat yang tak tertulis dalam resep dokter. Tawa kecil yang dulu pernah mengisi bangku kelas, kini hadir kembali, menghangatkan suasana.

Pada akhirnya, hati ini berbisik pelan : “Ternyata, kebahagiaan bisa sesederhana itu hanya ditemani, diingat, dan disayangi oleh orang-orang yang pernah berjalan bersama di masa muda.” Cerita-cerita lama mengalir begitu saja, menghadirkan kenangan yang membuat hati terasa penuh. Saat itulah tersadar, bahwa kita tidak pernah benar-benar sendiri. Ada jejak persahabatan yang tetap hidup, meski jarak dan waktu mencoba merenggangkan. Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan, tapi pengingat bahwa ada banyak hati yang peduli, yang diam-diam menyimpan tempat untuk kita.

Sakit ini mungkin melemahkan raga, tetapi kunjungan itu menguatkan jiwa. Dari situ, lahir rasa syukur yang dalam bahwa persahabatan sejati tidak lekang oleh waktu, tidak hilang oleh kesibukan, dan selalu menemukan jalannya untuk kembali.

Ciri khas “sahabat jadul” akhirnya keluar : “Na, aku minta bunga ini nanti ya.” Ucap Anita sebelum beranjak pulang sambil memegang salah satu jenis tanaman suplir di rak bunga. Hahaha..., itu memang ciri khas anak jadul. Kalau datang ke rumah temannya, minta bunga. Ciri khas gen Z sekarang apa ya ?

#edisikuatkanhati#

#sahabatsejatipengobathati#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Baiti Jannati, Perisai Pribumi VI, Awal Mei 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post