Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Jejak yang Tak Pernah Pergi
Acara peluncuran buku Langit Biru di Sekolahku, di SMA Negeri 14 Medan, 17Juli 2026.

Jejak yang Tak Pernah Pergi

Alhamdulillah.., segala puji hanya bagi-Mu ya Allah. Rasa syukur tak terhingga kami panjatkan. Akhirnya hari yang ditunggu tiba, dan berlalu dengan begitu indah. Semua hanya karena karunia-Mu.

Peluncuran buku Langit Biru di Sekolahku hasil karya siswa SMA Negeri 14 Medan yang dinanti-nantikan berjalan lancar pada Jumat 17 Juli 2026. Bertempat di lapangan upacara sekolah, acara berjalan penuh semangat, dan lebih dari itu, penuh makna.

Tentu saja acara ini tak terlepas dari dukungan seluruh warga sekolah. Ucapan terima kasih untuk kepala sekolah, para wakil kepala serta seluruh guru, staf pegawai, dan OSIS SMA Negeri 14 Medan. Kerja sama tim yang solid membuat acara ini berlangsung seperti yang direncanakan.

Namun di balik senyum dan tepuk tangan yang riuh, diam-diam ada air mata yang jatuh. Air mata haru yang sulit aku jelaskan dengan kata-kata sederhana. Aku memandang mereka, melihat mereka berkarya. Anak-anak yang dulu duduk di bangku kelas, yang pernah belajar, bercanda, bahkan mungkin pernah mengeluh tentang tugas-tugas Biologi yang kuberikan. Kini mereka berdiri dengan karya di tangan, sebuah buku bunga rampai hasil karya mereka bersama : Langit Biru di Sekolahku. Sebuah bukti bahwa mereka pernah berproses, berjuang, dan bertumbuh.

Yang membuat hatiku semakin penuh adalah kenyataan bahwa mereka sudah lulus. Mereka bukan lagi siswa di sekolah kami, SMA Negeri 14 Medan. Namun hari ini mereka kembali. Bukan sekadar datang, tetapi meninggalkan jejak.

Jejak yang tidak kasat mata, namun terasa begitu kuat. Jejak inspirasi untuk adik-adik kelasnya, jejak keberanian untuk bermimpi lebih tinggi, dan jejak bahwa karya akan selalu menemukan jalannya untuk hidup lebih lama dari sekadar masa sekolah.

Aku bangga, sangat bangga. Bukan hanya karena buku itu terbit. Tetapi karena aku menyaksikan sendiri bagaimana mereka belajar menjadi pribadi yang berani berkarya.

Hari ini aku sadar, seorang guru mungkin tidak bisa selalu menemani muridnya selamanya. Tetapi melalui karya murid-murid itu akan terus “berbicara”, bahkan setelah mereka pergi.

Terima kasih, anak-anak hebat. kalian telah mengajarkan bahwa meninggalkan jejak kebaikan adalah bentuk keabadian yang paling indah.

Hari ini aku menangis, bukan karena sedih tetapi karena bangga yang tak terbendung.

Dan.., aku yakin, ini baru awal. Awal dari langkah panjang kalian sebagai penulis-penulis hebat di masa depan.

Teruslah menulis, teruslah menginspirasi. Karena dunia selalu butuh cerita dari hati yang tulus seperti kalian.

#edisikuatkanhati#

#launchingbukulangitbirudisekolahku#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 17 Juli 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post