Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Keberanian Mengungkapkan
Therry Lumban Gaol, siswa kelas XII-5 SMA Negeri 14 Medan saat meyakinkan temannya untuk berani bertanya. (Sumber : Therry Lbn Gaol)

Keberanian Mengungkapkan

Cerita Hati ADiRai (Anak Didik bu Rai)

Ada suara-suara kecil di dalam kelas yang sering tak terdengar. Bukan karena mereka tidak ada, tetapi karena ragu menahan langkah, takut menahan kata. Sebagian siswa memilih diam. Bukan karena mereka tidak ingin bertanya, tetapi karena khawatir dianggap tidak memperhatikan. Sebagian lagi menyimpan cerita. Tentang gugup saat guru menjelaskan, tentang ingin memahami tapi tak tahu harus mulai dari mana. Hari ini, mereka mencoba cara lain untuk bersuara. Mereka menulis.

KEBERANIAN MENGUNGKAPKAN

Oleh : THERRY DENNATA HAGAPE LUMBAN GAOL (SISWA KELAS XII-5, SMA Negeri 14 Medan)

Di suatu pagi, saat hendak memasuki kelas, teman-teman menyapa dengan senyum hangat. Pagi itu terasa begitu menyenangkan. Tak lama kemudian, bel berbunyi menandakan waktu pembelajaran dimulai. Kami pun kembali ke tempat duduk masing-masing. Suasana belum sepenuhnya kondusif, tetapi beberapa saat kemudian guru kami datang dan menyapa, “Selamat pagi.” Kami serempak menjawab salam tersebut.

Pembelajaran pun dimulai. Guru menjelaskan materi dengan sungguh-sungguh. Namun, saya melihat beberapa teman tampak kebingungan dengan materi yang disampaikan. Suasana yang awalnya hangat perlahan berubah menjadi penuh tanda tanya. Saya sendiri memahami teori yang dijelaskan, tetapi masih kesulitan mengerjakan contoh soal.

Saya pun bertanya kepada teman saya, Nezer. “Bagaimana, kamu mengerti contoh soal yang diberikan?” Ia menjawab, “Aku kurang mengerti bagian teori karena tadi tidak fokus.”

Saya sempat berpikir bahwa di antara kami ada yang memahami teori, tetapi kesulitan pada soal; ada juga yang sebaliknya. Tidak semua benar-benar paham.

Tak lama kemudian, Raka menghampiri saya. “Ther, aku kurang mengerti teori dan contoh soal. Bisa jelaskan lagi?” tanyanya. Saya menjawab, “Aku bisa bantu, tapi aku juga hanya paham teorinya. Untuk soal, mungkin kita bisa minta bantuan yang lain.”

Raka terlihat ragu. Saya pun menyarankan, “Bagaimana kalau kita tanyakan langsung ke guru saja?” Namun ia menjawab dengan wajah cemas, “Tidak, nanti dimarahi. Dikira tidak fokus saat dijelaskan.”

Saya mencoba meyakinkannya, “Tidak apa-apa. Guru kita baik. Kalau tidak mengerti, wajar untuk bertanya.” Ia terdiam sejenak, tampak masih bimbang.

Beberapa saat kemudian, ia berkata, “Kalau dimarahi bagaimana?”

Saya tersenyum dan menjawab, “Daripada nanti tidak bisa menjawab saat ujian dan menyesal, lebih baik bertanya sekarang.”

Akhirnya, kami memberanikan diri menghampiri guru. Raka pun berkata, “Ibu, saya masih kurang mengerti. Bolehkah dijelaskan kembali?”

Guru kami tersenyum dan menjawab dengan lembut, “Tentu, Nak. Mari Ibu jelaskan kembali.”

Penjelasan itu membuat kami lebih memahami materi. Raka pun tampak lega. Saya berkata kepadanya, “Lihat, tidak dimarahi, kan?”

Ia tersenyum, “Iya, ternyata tidak seseram yang aku bayangkan.”

MAKNA

Dari pengalaman itu, saya belajar bahwa kita harus berani mengungkapkan dan bertanya ketika belum memahami sesuatu. Tidak hanya dalam pelajaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan takut untuk bertanya. Bertanya bukan tanda ketidaktahuan, tetapi langkah untuk memahami. Seperti pepatah mengatakan, “Malu bertanya, sesat di jalan.”

Dukungan dari teman, keluarga, dan guru sangat penting untuk menumbuhkan keberanian itu. Guru bukan untuk ditakuti, melainkan untuk membantu kita memahami.

Karena pada akhirnya, keberanian untuk bertanya adalah awal dari keberanian untuk belajar.

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

SMA Negeri 14 Medan, 29 Juli 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post