Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ketika Kelas Terlalu Hidup
Ilustrasi AI

Ketika Kelas Terlalu Hidup

Sore itu, di jam terakhir pembelajaran, aku memilih sebuah metode yang selama ini selalu berhasil: game kompetitif. Seperti biasa, anak-anak langsung berubah. Wajah yang semula lelah karena seharian belajar, mendadak berbinar. Mata mereka hidup. Suara mereka menguat. Semangat mereka menyala.

Aku melihat itu dan jujur, aku bahagia. Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Suara yang semula hanya riuh semangat, perlahan berubah menjadi terlalu keras. Bukan lagi sekadar diskusi, tapi seperti sorak-sorai pertandingan. Kelas terasa seperti stadion kecil. Aku mencoba mengendalikan, memberi kode dan mengingatkan, tapi energi itu sudah terlanjur membesar, melampaui batas yang bisa kutahan.

Dan di situlah aku tersadar bahwa kelas yang hidup, ternyata juga bisa “meluber” keluar. Bukan hanya dirasakan oleh siswa di dalam, tetapi juga oleh kelas di sebelah. Ada guru lain yang sedang mengajar dengan tenang, dengan ritme yang berbeda dan dengan karakter yang berbeda. Tanpa kusadari, kehebohan dari kelasku telah mengganggu ruang belajar yang seharusnya mereka miliki.

Aku sudah meminta maaf. Itu hal yang memang harus kulakukan. Namun malamnya, ada yang belum selesai di dalam diriku. Aku sulit tidur.

Bukan karena metode yang kugunakan salah, aku tahu pembelajaran aktif itu penting. Aku tahu siswa butuh ruang untuk bergerak, berkompetisi, dan mengekspresikan diri. Tapi malam itu aku belajar satu hal yang lebih dalam, bahwa setiap metode, sebaik apa pun itu, selalu memiliki dampak, termasuk dampak yang berada di luar kendali kita.

Selama ini aku berpikir, tantangan dalam pembelajaran aktif adalah bagaimana membuat siswa terlibat. Ternyata, itu baru setengah perjalanan. Setengah lainnya adalah bagaimana mengelola energi yang muncul dari keterlibatan itu. Karena energi yang tidak terarah, bisa berubah menjadi kebisingan. Kebisingan yang tanpa disadari, bisa menjadi gangguan bagi orang lain.

Aku merenung lama. Aku membayangkan, betapa tipisnya garis antara “kelas yang hidup” dan “kelas yang terlalu bising”. Betapa mudahnya semangat berubah menjadi sesuatu yang tidak lagi terkendali. Di situlah aku belajar, bahwa menjadi guru bukan hanya tentang memilih metode yang menarik, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan.

Menjaga keseimbangan antara semangat dan ketertiban. Antara ekspresi dan pengendalian. Antara kelas kita dan kelas orang lain.

Pengalaman hari itu tidak membuatku ingin berhenti menggunakan metode aktif. Justru sebaliknya, aku ingin menjadi lebih bijak dalam menggunakannya.

Aku ingin tetap melihat mata siswa berbinar, tapi dengan irama yang lebih terjaga. Aku ingin tetap mendengar diskusi yang hidup, tanpa harus menjadi teriakan yang mengganggu. Aku ingin tetap menciptakan kelas yang berenergi, namun tidak kehilangan kendali. Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang apa yang terjadi di dalam kelas kita. Tetapi juga tentang bagaimana kita menghargai ruang belajar orang lain.

Dan malam itu, di tengah rasa bersalah dan gelisah yang tak kunjung reda, aku tidak hanya menemukan penyesalan. Aku menemukan pelajaran, bahwa dalam setiap langkah mengajar, selalu ada ruang untuk bertumbuh. Bisa jadi justru dari kegaduhan itulah, aku belajar menjadi lebih tenang.

#edisikuatkanhati#

#mohonmaaflahirdanbatin#

#mengelolakelasaktif#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Artis di Dalam Kelas, SMA Negeri 14 Medan, 28 Juli 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post