Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Saat Rumus Kimia Bernyanyi
Gambar reaosi kimia,proses GLIKOLISIS dan SIKLUS KREBS oleh AI.

Saat Rumus Kimia Bernyanyi

Saat Rumus Kimia Bernyanyi

Siang itu, langkahku memasuki kelas XII-3, kelas unggulan IPA di SMA Negeri 14 Medan. Di hadapanku, wajah-wajah penuh potensi, cerdas, kritis, namun tetap manusiawi, bisa lelah, bisa jenuh, apalagi jika berhadapan dengan materi yang padat dan penuh simbol.

Materi hari itu bukanlah materi yang ringan. Respirasi Aerob sebuah topik yang bagi sebagian siswa terasa seperti “hutan rumus” yang membingungkan. Ada empat tahapan yang harus mereka pahami, yaitu : glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus Krebs, dan transpor elektron. Bukan hanya alur prosesnya, tetapi juga reaksi-reaksi kimia yang sarat dengan simbol dan perhitungan energi.

Aku tahu, jika disampaikan dengan cara biasa, mereka mungkin akan diam tapi tidak benar-benar memahami. Mereka mungkin mencatat tapi tidak benar-benar mengingat. Maka, aku memilih jalan yang berbeda. Rumus-rumus itu tidak lagi kutuliskan sekadar sebagai deretan simbol di papan tulis. Aku mengubahnya menjadi lirik lagu. Ya, lagu.

Lirik yang mereka kenal, aku ubah menjadi barisan reaksi kimia. Glukosa yang dipecah dalam glikolisis, NADH yang terbentuk, ATP yang dihasilkan semuanya “bernyanyi” dalam irama yang akrab di telinga mereka. Lagu Balonku Ada Lima.

Awalnya mereka terdiam, sedikit heran. Namun tak lama, kelas itu berubah. Suara-suara mulai terdengar. Ada yang tersenyum, ada yang mencoba mengikuti, ada yang mulai tertawa kecil. Lalu tiba-tiba mereka ikut bernyanyi. Bukan lagi lagu biasa, tetapi lagu tentang respirasi sel.

Yang paling mengesankan, mereka mulai berebut. Bukan berebut menjawab soal, tetapi berebut menyanyikan lirik yang telah berubah menjadi rumus-rumus kimia. Suasana kelas yang tadinya berpotensi kaku, berubah menjadi hidup, hangat, dan penuh energi.

Di sanalah aku melihat sesuatu yang indah. Ketika siswa sudah hafal tanpa merasa dipaksa, barulah aku masuk pada tahap berikutnya: pemahaman. Aku menjelaskan setiap proses, mengaitkan setiap lirik dengan makna ilmiahnya. Dan kali ini, mereka tidak lagi asing. Mereka sudah punya “pegangan” di kepala mereka.

Belajar tidak lagi terasa berat. Ia menjadi pengalaman. Pengalaman yang mungkin akan mereka ingat, bukan hanya karena materinya, tetapi karena cara mereka menjalaninya.

Hari itu, aku kembali diingatkan bahwa mengajar bukan hanya tentang menyampaikan ilmu. Mengajar adalah tentang menemukan jalan agar ilmu itu bisa sampai dengan cara yang menyenangkan, bermakna, dan membekas.

Dan mungkin, di antara nada-nada sederhana yang mereka nyanyikan hari itu, tersimpan pemahaman yang akan mereka bawa jauh melampaui ruang kelas. Karena terkadang, belajar paling dalam justru terjadi saat hati ikut bernyanyi.

#edisirespirasiaerob#

#rumuskimiabernyanyi#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Artis di Dalam Kelas, SMA Negeri 14 Medan, 29 Juli 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post