Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tanjakan Itu dan Pertolongan yang Datang Tepat Waktu
Ilustrasi AI

Tanjakan Itu dan Pertolongan yang Datang Tepat Waktu

Sore itu, langkahku terasa lebih berat dari biasanya. Aku baru saja menemani suamiku menjalani hemodialisis di rumah sakit. Tubuhnya lemah, dan seperti biasa, aku harus mendorong kursi roda yang membawanya keluar dari ruang perawatan.

Biasanya, ada tangan lain yang membantu yaitu anak kami yang dengan sigap mendorong ayahnya. Namun hari ini berbeda. Ia pun sedang sakit. Tak ada pilihan. Hanya aku.

Di depan sana, tampak sebuah tanjakan kecil pembatas antara ruang BPJS dan lobi rumah sakit. Mungkin bagi sebagian orang itu biasa saja. Tapi bagiku, itu terasa seperti ujian.

Aku menatap tanjakan itu cukup lama. Di dalam hati, muncul keraguan: “Apakah aku kuat?” Kakiku tak lagi sekuat dulu sejak kecelakaan itu. Rasa nyeri kadang datang tanpa permisi. Namun di sisi lain, tak ada ruang untuk menyerah.

Aku menarik napas perlahan. Mengatur langkah. Mengumpulkan sisa tenaga yang kupunya. “Aku harus bisa.”

Bismillah, perlahan kursi roda mulai kudorong mendekati tanjakan itu. Jaraknya semakin dekat. Degup jantungku ikut berpacu. Dalam diam, aku berdoa.

Namun, tepat saat aku bersiap menghadapi tanjakan itu, sesuatu yang tak terduga terjadi. Seorang pemuda tiba-tiba mendekat. Dengan suara lembut ia berkata, "Mari, Bu… biar saya bantu." Aku bahkan belum sempat meminta.

Tanpa banyak bicara, ia langsung mengambil posisi, membantu menarik kursi roda suamiku. Dengan sigap dan penuh ketulusan, ia menuntun kami melewati tanjakan itu yang tadi terasa begitu berat, kini terlewati dengan begitu mudah. Aku terdiam sejenak. Hati ini penuh. Mata ini hampir basah. Tak lupa kuucapkan terima kasih padanya.

Alhamdulillah… Terima kasih ya Allah. Di saat aku merasa sendirian, Engkau kirimkan pertolongan. Di saat aku ragu akan kemampuanku, Engkau hadirkan tangan lain untuk menguatkan.

Pemuda itu mungkin hanya merasa sedang membantu orang lain. Namun bagiku, ia adalah jawaban dari doa yang tak sempat terucap panjang.

Hari itu aku kembali diingatkan, bahwa pertolongan Allah itu nyata. Datangnya mungkin tak selalu kita duga, jalannya mungkin tak selalu kita rencanakan, tetapi waktunya selalu tepat.

Dan tanjakan itu, akan selalu kuingat. Bukan karena beratnya, tetapi karena kasih sayang Allah yang hadir di puncaknya.

#edisikuatkanhati#

#pertolonganallahnyata#

#rutinitashd#

Perisai Pribumi 7, Baiti Jannati, 23 Juli 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post