Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tiga Peran dalam Satu Halaman Sekolah
Suasana bendera di SMA Negeri 14 Medan pada hari Senin 20Juli 2026. (Sumber: humasy SMAN 14 Medan)

Tiga Peran dalam Satu Halaman Sekolah

 

Senin 20 Juli 2026, pagi itu terasa berbeda. Bukan hanya karena menjadi upacara perdana di tahun ajaran baru, tetapi juga karena halaman sekolah dipenuhi wajah-wajah baru yang masih menyimpan rasa canggung dan harapan.

Seperti biasa, kepala sekolah berdiri sebagai pembina upacara. Namun amanat pagi itu terasa lebih dari sekadar rutinitas,  seperti penegasan awal tentang peran.

Kepala sekolah mengawali amanatnya dengan menyapa siswa kelas X. Dengan hangat, beliau mengucapkan selamat datang kepada mereka, para penghuni baru dunia SMA, khususnya di SMA Negeri 14 Medan.

Meskipun terdengar sederhana, namun amanat pagi itu tidak berhenti pada ucapan. Ada pesan kuat yang terkandung di dalamnya, bahwa sebagai “anak bungsu” di lingkungan sekolah, siswa kelas X harus belajar menghormati yang lebih tua dan menghargai sesama.

Sebuah pengingat bahwa langkah pertama di sekolah bukan hanya tentang belajar pelajaran, tetapi juga belajar sikap. Bukan hanya mengasah intelektual tetapi juga menumbuhkan keindahan moral. Siswa harus cantik dan rapi dalam penampilan dan sopan serta santun dalam bersikap.

Lalu, perhatian beralih kepada siswa kelas XI. Mereka disebut sebagai “anak tengah”. Posisi yang unik karena memiliki adik yang harus dibimbing, dan kakak yang bisa dijadikan teladan. Di titik itu, mereka tidak lagi sekadar mengikuti, tetapi juga mulai belajar mengambil peran. Menjadi jembatan antara yang baru datang dan yang akan segera melangkah pergi.

Di akhir amanat, pesan itu sampai kepada siswa kelas XII. Kepada mereka, kepala sekolah tidak lagi berbicara tentang posisi, tetapi tentang tanggung jawab. Menjadi teladan bagi adik kelas, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi ujian yang lebih besar yaitu TKA dan gerbang menuju perguruan tinggi.

Bukan waktu untuk bermain-main lagi, tetapi juga bukan untuk takut. Melainkan waktu untuk membuktikan bahwa perjalanan selama ini tidak sia-sia.

Senin pagi itu, amanat terasa sederhana. Namun jika dipahami lebih dalam, ia seperti membagi satu sekolah menjadi tiga peran penting, yaitu yang belajar menyesuaikan, yang belajar menyeimbangkan, dan yang belajar menuntaskan.

Dan di antara ketiganya, ada satu benang merah yang sama: bahwa setiap posisi memiliki tanggung jawabnya masing-masing. Karena pada akhirnya, sekolah bukan hanya tempat belajar tetapi tempat bertumbuh sesuai peran yang sedang kita jalani.

#edisikuatkanhati#

#belaajarmenyesuaikanmenyeimbangkandantanggungjawab#

#tahunbarusemangatbaru#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

 

Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 20 Juli 2026

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post