Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
IKAN SELAR KECOMBRANG CREAMY YANG BIKIN BOROS NASI
Ikan Selar Kecombrang (Dokumen pribadi)

IKAN SELAR KECOMBRANG CREAMY YANG BIKIN BOROS NASI

Pagi itu, dapur kecilku tak sekadar tempat memasak, ia menjadi ruang bercerita. Hari libur yang datang seperti jeda lembut dari hiruk pikuk rutinitas, memberiku waktu untuk berdamai dengan bahan-bahan sederhana yang tersimpan di kulkas.

Tak banyak, hanya ikan selar, cabai hijau, bawang, beberapa terong bulat kecil, dan bunga kecombrang yang aromanya selalu berhasil membangkitkan selera. Namun, dari kesederhanaan itulah justru lahir kehangatan.

Satu per satu bahan itu kusentuh dengan penuh rasa. Ikan selar kugoreng hingga keemasan, mengeluarkan wangi yang langsung memenuhi dapur. Bawang dan cabai kuirisi tipis, seolah menyusun harmoni rasa yang akan menyatu nanti. Kecombrang dan terong kusatukan dalam wajan, “cemplang-cemplung” dengan riang, seolah tahu bahwa mereka akan menjadi bagian dari sesuatu yang istimewa.

Lalu, sentuhan terakhir, fiber cream kutambahkan perlahan. Kuah yang tadinya sederhana berubah menjadi lebih lembut, creamy, dan menggoda. Seakan berkata bahwa hidup pun kadang butuh sentuhan kecil untuk terasa lebih lengkap.

Dan akhirnya… taraaa. Sepiring hidangan sederhana tersaji, namun penuh cerita. Warnanya langsung menggugah selera, hijau segar dari cabai dan terong, berpadu dengan semburat merah muda kecombrang yang cantik, di atas ikan selar yang tampak garing di beberapa sisi. Dari tampilannya saja, rasanya seperti sudah bisa ditebak, kaya rasa, segar, dan tidak membosankan.

Kecombrang menjadi bintang yang menonjol, menghadirkan aroma khas yang menguar lembut. Bertemu dengan cabai hijau, ia memberi sensasi pedas yang ringan dan segar, pas untuk menyapa pagi tanpa terasa berat. Ikan selar yang digoreng pun terlihat matang sempurna, tidak kering, masih menyimpan juicy di dalamnya.

Dan kuahnya.., lembut, creamy, tapi tetap ringan. Sentuhan fiber cream terasa cerdas, ia tidak menutupi rasa asli, justru merangkul semua elemen menjadi lebih halus dan menyatu.

Bukan hanya mengenyangkan, tapi juga menghangatkan hati. Beginilah cara emak-emak menemukan bahagia. Bukan dari yang mewah, tapi dari dapur yang hidup, dari tangan yang bergerak penuh cinta, dan dari rasa syukur atas apa yang ada.

Karena sejatinya, masakan paling lezat bukan hanya soal bumbu tapi tentang rasa di hati yang ikut dimasukkan ke dalamnya.

Selalu ada rasa syukur di dapur sederhana, yang hari ini terasa begitu istimewa. 💙

Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 21 Agùstus 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post