Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Istirahat Tak Pernah Salah
Ilistrasi AI

Istirahat Tak Pernah Salah

Hari ini aku memilih berhenti sejenak. Di saat riuh sekolah dipenuhi tawa dan semangat perlombaan HUT RI, aku justru memilih tinggal di rumah. Bukan tanpa alasan. Tubuh ini sudah beberapa waktu terasa lelah mengajar, mengurus rumah, dan mendampingi suami menjalani hemodialisis. Maka ketika kesempatan datang, kupikir inilah waktu yang tepat untuk beristirahat.

Namun, yang terjadi justru di luar dugaan.

Kepalaku terasa pusing. Badanku pegal seakan seluruh sendi ikut bersuara. Sekilas terlintas tanya di hati, “Apakah istirahat justru membuatku semakin sakit?”

Ternyata tidak. Istirahat tidak pernah salah. Yang terjadi justru sebaliknya tubuh ini sedang jujur.

Selama ini, ia bekerja tanpa banyak protes. Ia kuat, ia bertahan, ia mengikuti ritme hari yang padat tanpa jeda yang cukup. Dalam diam, lelah itu menumpuk. Disimpan rapi, ditahan sekuat mungkin agar semua tetap berjalan.

Lalu ketika kita berhenti, tubuh tidak lagi harus berpura-pura kuat. Ia mulai “berbicara”, melalui pusing di kepala, melalui nyeri di badan, melalui rasa lemah yang perlahan muncul.

Itulah cara tubuh melepaskan beban yang selama ini tertahan. Istirahat bukan penyebab sakit. Istirahat adalah momen ketika tubuh akhirnya diberi ruang untuk mengakui bahwa ia lelah.

Maka hari ini, aku belajar satu hal sederhana, bahwa merawat diri bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan.

Berhenti sejenak bukan berarti kalah. Menepi sebentar bukan berarti lemah. Justru di situlah kita sedang menjaga agar tetap mampu melangkah lebih jauh.

Aku tidak sedang sakit karena beristirahat. Aku sedang dipulihkan oleh istirahat itu sendiri.

Dan mungkin, yang paling penting untuk diingat tubuh ini bukan hanya alat untuk bekerja, tetapi juga amanah yang harus dijaga dengan penuh kasih.

Hari ini aku memilih untuk mendengarkannya. Dan itu sudah lebih dari cukup.

Ya Allah, yang Maha Mengetahui lelah yang tak terucap, Engkau yang menggenggam setiap detak dan napas hamba-Mu. Jika hari ini tubuhku melemah, maka kuatkanlah dengan rahmat-Mu. Jika kepalaku terasa berat, ringankanlah dengan kasih sayang-Mu.

Luruhkan penat yang menumpuk, sembuhkan yang terasa sakit, dan tenangkan hati yang diam-diam letih. Jadikan istirahat ini bukan sekadar jeda, tetapi jalan menuju pulih yang Engkau ridai. Agar esok aku mampu kembali melangkah, dengan tubuh yang lebih kuat, dan hati yang lebih lapang.

Aamiin ya Robbal alaamiin.

#edisikuatkanhati#

#sehattubuhkuatjiwa#

#rehatbukantandalemah#

#jagakesehatantubuh#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 11 Agustus 22026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post