Kemuliaan Al-Quran dan 8 Lelah Bernilai Ibadah
Disarikan dari pengajian guru SMA Negeri 14 Medan, pada hari Jumat 1 Agustus 2026 di Mushollah Nurul Falah SMA Negeri 14 Medan.
Hari Jumat menjadi hari yang mulia karena pada hari itulah Al-Qur’an diturunkan. Demikian pula Mekkah dan Madinah dimuliakan, karena keduanya menjadi tempat turunnya wahyu Allah. Bulan Ramadhan pun menjadi bulan yang istimewa, sebab di dalamnya Al-Qur’an pertama kali diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh manusia.
Al-Qur’an adalah sumber kemuliaan. Ia bukan sekadar untuk dibaca, tetapi juga untuk dimuliakan, dipahami, dan diamalkan. Kelak di hari akhir, Al-Qur’an akan datang memberi syafaat bagi orang-orang yang memuliakannya dalam kehidupan.
Pada hari kiamat, tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali dengan izin Allah, dan Rasulullah SAW adalah pemberi syafaat utama bagi umatnya. Karena itu, manusia harus saling mengingatkan dalam kebaikan agar tetap berada di jalan yang benar.
Dalam kehidupan, setan selalu berada dalam kesalahan, sedangkan malaikat senantiasa taat dan benar. Manusia berada di antara keduanya bisa benar, tetapi juga bisa salah. Maka manusia perlu terus belajar, memperbaiki diri, dan saling menasihati.
Ada rasa lelah yang tidak pantas dikeluhkan, karena justru bernilai ibadah di sisi Allah. Di antaranya:
Lelah dalam mengandung dan membesarkan anak, sebagaimana diisyaratkan dalam Surah Luqman ayat 14 seorang ibu menanggung kelelahan demi kehadiran dan kehidupan anaknya. Lelah dalam menuntut ilmu, karena setiap langkah menuju ilmu adalah jalan menuju kebaikan. Lelah dalam mengurus keluarga, yang bernilai ibadah jika dijalani dengan ikhlas (At-Tahrim: 6). Lelah dalam berusaha dan bekerja, sebagaimana dianjurkan dalam Al-Baqarah ayat 155. Lelah dalam berjihad di jalan Allah (At-Taubah: 11). Lelah dalam beribadah, sebagaimana disebutkan dalam Ali Imran ayat 79. Lelah dalam mencari nafkah, seperti dalam Al-Jumu’ah ayat 10. Lelah dalam berdakwah dan mengajak kepada kebaikan, sebagaimana dalam Fussilat ayat 33.Semua kelelahan itu, jika dilandasi keimanan dan keikhlasan, akan bernilai pahala di sisi Allah.
Sebagai penutup, diajarkan pula doa: “Bismillahi wa ‘ala millati Rasulillah”, yang dibaca saat menghadapi seseorang yang telah meninggal dunia, sebagai bentuk doa dan penghormatan.
Semoga bermanfaat.
#edisipengajianptmsman14medan#
#kemuliaanalquran#
#delapanlelahbernilaiibadah#
Mushollah Nurul Falah, SMA Negeri 14 Medan, 31 Juli 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
