Kenangan yang Mengetuk Pelan Hati
Hari ini, langkahku kembali menapaki kenangan lama.
Aku menghadiri undangan pesta khitanan anak dari seorang teman mengajar di sekolah Budisatrya, tempat yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupku selama bertahun-tahun. Sudah empat tahun aku meninggalkan sekolah itu, namun hangatnya kebersamaan yang dulu kami bangun seolah tak pernah benar-benar pergi.
Di tengah suasana bahagia itu, takdir mempertemukanku dengan sosok yang tak pernah benar-benar hilang dari ingatan, istri dari almarhum rekan kami almarhum Drs. Zainal Abidin, M.Pd. Seketika, hatiku runtuh. Air mata yang sejak tadi berusaha kutahan, akhirnya jatuh tanpa izin.
Kenangan demi kenangan bermunculan. Tentang hari-hari di Budisatrya, tentang tawa yang dibagi bersama, tentang hubungan kekeluargaan yang begitu erat di antara guru-guru, bukan sekadar rekan kerja, tapi seperti saudara.
Dan hari ini, aku diingatkan kembali pada satu penyesalan yang masih tersimpan rapi di sudut hati. Saat almarhum berpulang, aku tidak bisa hadir mengantarkannya untuk terakhir kali. Bukan karena aku tak ingin, tapi karena di saat yang sama, suamiku sedang menjalani hemodialisis untuk pertama kalinya. Hari itu adalah hari yang penuh cemas, penuh doa, penuh harap dan juga penuh kehilangan.
Dua orang yang sama-sama sedang berjuang melawan sakit. Namun, Allah berkehendak lain. Almarhum lebih dahulu menghadap Ilahi Rabbi.
Hari ini, pertemuan singkat itu seakan menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Mengingatkan bahwa hidup ini begitu rapuh, begitu singkat, namun juga begitu bermakna jika dijalani dengan kebersamaan dan kasih sayang.
Ya Allah… Ampunilah almarhum, lapangkan kuburnya, terangilah alam barzakhnya, dan tempatkan ia di surga-Mu yang terbaik. Jadikan setiap kebaikannya sebagai cahaya yang tak pernah padam, dan pertemukan ia kelak dengan orang-orang yang dicintainya dalam keadaan penuh ridha-Mu.
Ya Allah… Kuatkan hati keluarga yang ditinggalkan, limpahkan kesabaran yang luas, dan gantikan setiap duka dengan ketenangan yang Engkau janjikan.
Dan untuk kami yang masih Engkau beri waktu… Ajarkan kami untuk lebih menghargai setiap kebersamaan, menjaga silaturahmi, dan tidak menunda kebaikan. Jika kelak tiba waktunya kami kembali kepada-Mu, wafatkanlah kami dalam husnul khatimah, dalam keadaan Engkau ridha kepada kami.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
#edisikuatkanhati#
#husnulkhotimah#
Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 8 Agustus 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
