Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Memakmurkan Mushollah dengan Cahaya Al-Qur'an
Gambar : ilustrasi AI

Memakmurkan Mushollah dengan Cahaya Al-Qur'an

Di mushollah kecil di lingkungan tempat tinggal kami yang baru saja berdiri itu, ada doa-doa yang diam-diam terangkat. Ada langkah-langkah sederhana yang dicatat sebagai ibadah dan ada hati-hati yang sedang belajar mendekat kepada Al-Quran.

Kegiatan tadarus Al-Quran dilaksanakan oleh ibu-ibu STM An-Nur, selain bertujuan untuk terus memperbaiki bacaan Al-Quran, tentu saja tujuan lainnya adalah untuk memakmurkan mushollah. Mushollah yang sudah dibangun dengan susah payah atas prakarsa dan swadaya masyarakat, pastinya harus dimanfaatkan.

Mushollah yang baru berdiri ini, bukan hanya dari batu dan semen. Ia dibangun dari keikhlasan, dari sedekah, dari harapan banyak hati yang ingin menghadirkan rumah Allah di tengah kita. Betapa banyak tangan yang memberi, betapa banyak doa yang dipanjatkan, agar tempat ini hidup, agar tempat ini bercahaya.

Jangan sampai semangat kita hanya berhenti saat pembangunan, namun redup ketika saatnya mengisi. Karena sesungguhnya, sedekah yang telah diberikan itu akan menjadi lebih bermakna ketika mushollah ini hidup dengan langkah kaki yang datang, dengan suara Al-Qur’an yang dibaca, dengan hati-hati yang berkumpul karena Allah.

Setiap Jumat siang ba’da Zhuhur, para ibu-ibu datang dengan cerita masing-masing. Ada yang sudah lancar, ada yang masih terbata-bata. Ada yang percaya diri, ada juga yang masih menyimpan rasa malu. Namun bukankah Allah melihat usaha, bukan kesempurnaan?

Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi maupun terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi." (QS. Fathir: 29)

MasyaAllah, membaca Al-Qur’an bukan sekadar ibadah, tapi perniagaan yang tidak akan pernah merugi. Tidak akan rugi, artinya setiap huruf yang kita baca, setiap kesalahan yang kita perbaiki, semuanya bernilai di sisi Allah SWT.

Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan dan dilipatgandakan sepuluh kali lipat." (HR. Tirmidzi)

Bahkan, untuk kita yang masih terbata-bata, Allah siapkan pahala yang lebih besar:

"Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia masih terbata-bata serta merasa kesulitan, maka baginya dua pahala." (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi, jika hari ini kita masih terbata-bata, jika masih sering salah, sebenarnya kita sedang mengumpulkan pahala yang luar biasa.

Tidak apa-apa jika suara kita belum merdu, tidak apa-apa jika bacaan kita belum sempurna, yang penting, kita tidak berhenti melangkah. Karena rasa malu tidak akan membawa kita menjadi lebih baik, tapi keberanian untuk belajar itulah yang akan menuntun kita perlahan menuju fasih.

Bayangkan, suatu hari nanti huruf-huruf yang kita baca hari ini akan datang sebagai cahaya. Menjadi penolong kita di hadapan Allah.

Begitu luar biasanya balasan kebaikan yang Allah berikan bagi hamba-hamba-Nya yang gemar membaca Al- Quran, mari kita datang bukan dengan rasa takut dinilai, tapi dengan harapan untuk diperbaiki.

Mari kita duduk bersama bukan untuk dibandingkan, tapi untuk saling menguatkan. Majelis ini bukan tempat untuk dinilai, tapi tempat untuk saling menguatkan. Bukan untuk mencari siapa yang paling fasih, tapi untuk bersama-sama menjadi lebih baik.

Mari kita luruskan niat. Kita datang bukan untuk manusia, tapi untuk Allah. Kita belajar bukan untuk dipuji, tapi untuk memperbaiki diri.

Semoga setiap huruf yang kita baca menjadi cahaya, setiap kesalahan yang diperbaiki menjadi pahala, dan setiap langkah menuju mushollah menjadi saksi cinta kita kepada Al-Qur’an.

Karena di mushollah ini, kita bukan siapa-siapa, kita hanyalah hamba yang sedang belajar, yang ingin pulang kepada Allah dengan membawa Al-Qur’an di hati.

Semoga Allah lembutkan hati kita, memudahkan lisan kita membaca ayat-ayat-Nya, dan mengumpulkan kita kelak bersama orang-orang yang mencintai Al-Qur’an. Insya Allah, ibu-ibu yang datang bertadarus di mushollah akan semakin ramai. Aamiin ya Robbal alaamiin.

Jangan biarkan ia sepi, karena setiap langkah kita ke sana adalah bukti syukur atas nikmat yang telah Allah titipkan melalui tangan-tangan dermawan.

Yuk, kita makmurkan mushollah kita dengan cahaya Al-Quran. Pelan-pelan saja, bersama-sama, dengan istiqamah.

#fadhilahmembacaalquran#

#alquranmembawasyafaatbagipembacanya#

#pahalaberlipatganda#

#memakmurkanmushollahdengancahayaalquran#

Perisai Pribumi, Mushollah An-Nur, 31 Juli 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post