Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
RASULULLAH SAW, LENTERA YANG TAK PERNAH PADAM

RASULULLAH SAW, LENTERA YANG TAK PERNAH PADAM

Rabiul Awal kembali menyapa, membawa ingatan yang tak pernah usang tentang lahirnya manusia paling mulia, Rasulullah Muhammad ﷺ. Lebih dari empat belas abad yang lalu, di tengah dunia yang diliputi kegelapan, beliau hadir sebagai cahaya. Cahaya yang menuntun manusia keluar dari lembah kejahilan menuju terang benderang kebenaran minazhzulumati ilan nur.

Allohumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, Allohumma sholli wa sallim ‘alaihi.

Jauh sebelum bumi dan langit terhampar, nama beliau telah tertulis di Lauhul Mahfuz. Kehadirannya bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan janji Ilahi bahwa akan datang seorang pembawa rahmat, penuntun akhlak, dan teladan sepanjang zaman. Jika manusia hebat di dunia ini disebut mampu menginspirasi, maka bagi Rasulullah ﷺ, kata itu terasa terlalu kecil. Beliau bukan hanya menginspirasi, tetapi menuntun. Bukan hanya memberi contoh, tetapi menghadirkan jalan yang pasti yaitu jalan yang dijamin Allah tidak akan menyesatkan siapa pun yang berpegang teguh padanya.

Hari ini, ketika Rabiul Awal kembali hadir, kita tidak sedang merayakan kelahiran seperti halnya ulang tahun manusia biasa. Lebih dari itu, ini adalah saat untuk bercermin. Sudah sejauh mana langkah kita mengikuti jejak beliau? Sudahkah tutur kata kita meneduhkan seperti lisannya? Sudahkah sikap kita memuliakan sesama sebagaimana akhlaknya?

Mencintai Rasulullah ﷺ bukan sekadar melafalkan shalawat, meski itu adalah pintu yang indah. Cinta itu tumbuh dari mengenal beliau, mengenal perjuangannya, kelembutannya, kesabarannya, dan keteguhannya dalam menghadapi ujian. Dari sanalah, cinta menjelma menjadi amal. Ia hadir dalam cara kita berbicara, bersikap, bekerja, bahkan dalam diam kita.

Barangkali banyak dari kita pernah merasa jauh, merasa belum pantas menyebut diri sebagai pengikut yang baik. Namun bukankah cinta selalu memberi ruang untuk kembali? Setiap shalawat yang terucap, setiap usaha kecil meneladani akhlaknya, adalah langkah pulang menuju ridha Allah.

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, Rasulullah ﷺ mengajarkan keseimbangan meraih dunia tanpa melupakan akhirat, berikhtiar tanpa kehilangan tawakal, dan mencintai tanpa melampaui batas. Beliau adalah lentera yang tak pernah padam, meski zaman terus berganti.

Maka, biarlah Rabiul Awal ini menjadi jeda yang penuh makna. Jeda untuk menguatkan cinta. Jeda untuk memperbaiki diri. Jeda untuk kembali menautkan hati pada sosok mulia yang namanya selalu kita sebut dalam doa.

Semoga Allah SWT memasukkan kita ke dalam golongan umat yang mendapatkan syafaat Rasulullah ﷺ. Dan semoga cinta kita kepada beliau bukan hanya terasa di hati, tetapi hidup dalam setiap langkah kita. Aamiin ya Robbal alaamiin.

#edisimaulidnabisaw#

#manusiamuliajunjunganalamkekasihallah#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 12 Rabiulawal 1448H/25 Agustus 2026 M

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post