SIMPAN DAN PINJAM ( SAAT LITERASI NUMERASI DAN FINANSIAL HIDUP DI PANGGUNG SIENCESCHOLARS
Pagi itu, tubuh ini masih menyimpan lelah yang belum sepenuhnya reda. Selepas menunaikan sholat Subuh, aku memilih kembali merebahkan diri, sebuah keputusan kecil yang diambil dengan kesadaran bahwa raga pun punya batas. Namun, di sudut hati, ada keinginan yang tetap menyala yaitu menyaksikan anak-anak XII-2 SCIENCESCHOLARS tampil di panggung Rabu Beraksi. Meski tak hadir sejak awal, cerita tentang mereka sampai dengan cara yang indah melalui semangat yang mereka tularkan.
Mengusung tema literasi numerasi dan finansial, penampilan mereka dikemas menarik dalam sebuah drama berjudul “Simpan dan Pinjam.” Tema ini mengajak penonton untuk memahami pentingnya mengelola keuangan dengan bijak, sebuah keterampilan hidup yang relevan bagi siapa pun, termasuk para pelajar. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari dukungan dan bimbingan wali kelas mereka Nori Rapenta Nababan, S.Sos.
Acara dipandu dengan apik oleh dua MC, Muthia Araya Putri dan Yesaya Junico Siregar, yang berhasil menjaga alur kegiatan tetap hidup dan komunikatif. Rangkaian acara dibuka dengan tarian Sigulempong yang menghadirkan nuansa budaya yang kental, dilanjutkan dengan dance indah dan VR oleh Naykilla yang memberi sentuhan modern pada panggung literasi.
Memasuki inti acara, drama “Simpan dan Pinjam” menjadi pusat perhatian. Melalui alur cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, para siswa menampilkan bagaimana keputusan finansial dapat berdampak pada kehidupan seseorang. Pesan tentang pentingnya menabung, menghindari utang yang tidak perlu, serta bijak dalam meminjam disampaikan dengan ringan namun mengena.
Suasana semakin semarak dengan penampilan dance boy oleh Koboy Junior, yang disambut antusias oleh penonton. Kegiatan ditutup dengan dance sekelas bertajuk L.O.V.E, sebagai simbol kebersamaan dan kekompakan seluruh siswa kelas XII-2.
Melalui kegiatan ini, terlihat bahwa literasi tidak hanya hadir dalam bentuk bacaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kreativitas dan kolaborasi. Rabu Beraksi kembali menjadi ruang bagi siswa untuk belajar, berekspresi, dan menyampaikan pesan penting dengan cara yang menyenangkan.
Dan aku pun tersenyum sendiri saat merangkai kembali cerita ini. Barangkali aku tidak menyaksikan setiap detiknya secara langsung, tetapi semangat itu tetap terasa utuh. Dari cerita anak-anak, dari potongan-potongan peristiwa, hingga menjadi satu kisah yang hangat tentang panggung sederhana yang mampu menumbuhkan kesadaran, kebersamaan, dan harapan. Sebab pada akhirnya, menjadi guru bukan hanya tentang hadir secara fisik, tetapi juga tentang menghadirkan hati dalam setiap perjalanan mereka.
#edisirabuberaksi#
#literasinumerasidanfinansial#
#panggungsiencescholars#
Langit Biru di Sekolahku, 19 Agustus 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan