Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
TIGA KAKI MENUJU CITA-CITA
Suasana Jumat pagi 7 Agustus 2026 seusai olah raga pagi di SMA Negeri 14 Medan, penguatan kepada siswa kelas XII untuk menghadapi TKA oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum Melky Gunawan Harefa, S.Pd.(Dokumen pribadi)

TIGA KAKI MENUJU CITA-CITA

Jumat pagi, 7 Agustus 2026, seusai olahraga pagi yang memang menjadi giliran siswa kelas XII, seluruh siswa belum diperbolehkan meninggalkan lapangan. Wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMA Negeri 14 Medan, Melky Gunawan Harefa, S.Pd., meminta mereka tetap duduk di tempat masing-masing.

Instruksinya sederhana, tetapi mengundang senyum.

"Anak-anak tetap duduk di tempatnya masing-masing. Selonjorkan kakinya agar tidak varises."

Seketika lapangan yang semula riuh menjadi lebih tenang. Anak-anak mengikuti arahan. Mereka duduk, selonjoran, lalu menyimak apa yang hendak disampaikan sang wakasek.

"Anak-anakku, tanpa terasa hari ini kita sudah berada di awal bulan Agustus. Hampir satu bulan sudah kita belajar. Padahal rasanya seperti baru semalam kita memasuki tahun ajaran baru." Benar. Waktu memang sering kali berjalan tanpa terasa. Tiba-tiba kita sudah berada di bulan Agustus, dan bagi anak-anak kelas XII, perjalanan menuju gerbang perguruan tinggi pun semakin dekat.

"Kalian Bapak kumpulkan di sini untuk mengingatkan kembali apa yang harus dipersiapkan untuk mencapai cita-cita yang kalian inginkan."

Salah satu momen terdekat yang harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh adalah Tes Kemampuan Akademik (TKA). Bukan untuk membuat anak-anak takut. Bukan pula untuk menambah beban mereka. Tetapi untuk mengingatkan bahwa sebuah cita-cita membutuhkan persiapan.

Apalagi bagi mereka yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Ada beberapa jalur yang dapat ditempuh, salah satunya Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Karena itu, setiap proses akademik yang dijalani sejak sekarang tidak boleh dianggap remeh. Nilai TKA menjadi salah satu bagian penting yang perlu diperhatikan dalam persiapan menuju perguruan tinggi, termasuk dalam konteks seleksi melalui jalur SNBP.

Maka, tidak ada alasan untuk menunggu sampai waktu semakin dekat. Persiapkan dari sekarang. Belajar dari sekarang. Berlatih dari sekarang.

Ada satu pesan menarik yang disampaikan pagi itu dan penulis sempat mendengarkannya, yaitu ada tiga hal yang harus saling mendukung. Tidak boleh timpang.

Pertama, guru.

Guru harus mempersiapkan pembelajaran sebaik mungkin. Mengajar bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi memastikan anak-anak mendapatkan bekal yang cukup untuk menghadapi tantangan akademiknya.

Kedua, sekolah.

Sekolah harus hadir dengan menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung. Termasuk menghadirkan berbagai program persiapan, seperti bimbingan belajar dan try out yang dapat diikuti siswa tanpa biaya.

Ketiga, siswa.

Inilah bagian yang tidak dapat digantikan oleh siapa pun.

Belajar, berlatih, dan mempersiapkan diri dengan bersungguh-sungguh.

Guru sudah mengajar dengan sebaik-baiknya. Sekolah sudah menyiapkan berbagai fasilitas dan program. Namun semuanya akan kehilangan makna jika siswa tidak mengambil bagian dengan sungguh-sungguh.

Tiga unsur itu seperti tiga kaki sebuah bangku.

Jika salah satunya patah, bangku itu tidak akan berdiri kokoh. Begitu pula cita-cita.

Guru berusaha memberikan yang terbaik. Sekolah berusaha membuka jalan selebar mungkin. Dan siswa harus melangkah dengan kemauan serta kerja kerasnya sendiri.

TKA bukan sekadar tentang angka. Di balik angka itu ada proses, ada kesungguhan, ada doa, ada harapan orang tua, dan ada cita-cita yang ingin diwujudkan.

Maka, persiapkanlah diri sebaik mungkin. Jangan menunggu waktu semakin dekat baru mulai berbenah. Jangan pula berharap hasil maksimal jika persiapan dilakukan setengah hati.

Cita-cita tidak cukup hanya dituliskan. Ia harus diperjuangkan.

Pagi itu, di lapangan sekolah, anak-anak kelas XII kembali diingatkan bahwa perjalanan menuju masa depan bukanlah perjalanan seorang diri.

Ada guru yang membimbing. Ada sekolah yang memfasilitasi. Dan ada diri sendiri yang harus terus berjuang.

Semoga dari lapangan sederhana pagi itu, tumbuh tekad yang besar dalam diri anak-anak untuk mempersiapkan masa depan mereka.

Belajar hari ini adalah cara kita mengetuk pintu masa depan.

Semoga Allah mudahkan setiap ikhtiar, kuatkan langkah mereka, lapangkan jalan menuju perguruan tinggi yang mereka impikan, dan memberikan hasil terbaik atas setiap usaha yang mereka lakukan.

Aamiin. 💙🙏

#edisikuatkanhati#

#tigakakiyangtakbolehtimpang#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 7 Agustus 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post