Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
BANGKITLAH DARI RASA MALAS
Suasana upacara bendera pada hari Senin 14 September 2026 di SMA Negeri 14 Medan, bertindak sebagai pembina upacara Debora Lumban Toruan, S.Pd., dan petugas upacara adalah kelas XII-7. (Sumber : fitriyenihtbrt)

BANGKITLAH DARI RASA MALAS

 

 

Senin, 14 September 2026, seperti biasanya SMA Negeri 14 Medan melaksanakan upacara bendera sebagai bagian dari upaya menanamkan dan melestarikan rasa nasionalisme dalam diri setiap siswa.

Pada kesempatan kali ini, yang bertindak sebagai pembina upacara adalah Debora Lumban Toruan, S.Pd. Petugas upacara pun diemban oleh siswa-siswi kelas XII-7, kelas perwalian beliau.

Dalam amanatnya, pembina mengangkat tema yang sederhana namun sangat dekat dengan keseharian siswa, yaitu “Bangkitlah dari Rasa Malas.” Tema ini disampaikan bukan tanpa alasan. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah lamanya waktu yang dibutuhkan siswa untuk membentuk barisan di lapangan. Aba-aba telah berulang kali disampaikan, namun respons yang muncul masih lambat. Hal ini menjadi gambaran kecil bagaimana rasa malas kerap hadir dalam diri, bahkan untuk hal yang tampak sederhana.

Tidak hanya itu, pembina juga menyinggung kebiasaan lain yang masih sering terjadi, seperti menunda mengerjakan tugas dan datang terlambat ke sekolah. Jika dibiarkan, kebiasaan-kebiasaan ini akan membentuk pola yang tidak baik dalam kehidupan siswa ke depan.

Melalui amanat tersebut, pembina mengingatkan bahwa melawan rasa malas tidak harus dimulai dari hal besar. Justru perubahan itu lahir dari langkah-langkah kecil: segera bergerak ketika dipanggil, menyelesaikan tugas tepat waktu, dan membiasakan diri untuk disiplin.

Rasa malas yang terus dipelihara perlahan akan menjauhkan seseorang dari tujuan yang ingin dicapai. Sebaliknya, kesungguhan dan kemauan untuk bergerak akan membuka jalan menuju keberhasilan. Karena sejatinya, kesuksesan tidak datang pada mereka yang menunggu, tetapi pada mereka yang mau berusaha dengan sungguh-sungguh.

Di balik amanat pagi itu, terselip pesan sederhana namun kuat: jangan biarkan rasa malas menguasai langkah, karena dari langkah-langkah kecil yang kita gerakkan hari ini, masa depan sedang dibentuk perlahan.

Dan sering kali, yang menggagalkan kita bukan karena tidak mampu, melainkan karena kita terlalu lama berdamai dengan rasa malas yang seharusnya dilawan sejak awal.

 

#edisilestarikannasionalisme#

#bangkitlahdarirasamalas#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu@

 

Langit Biru di sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 14 September 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post