Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
CATATAN DI KEDAI ( ANTARA UTANG, INGATAN, DAN KEPERCAYAAN)
Ilustrasi AI

CATATAN DI KEDAI ( ANTARA UTANG, INGATAN, DAN KEPERCAYAAN)

Pagi itu, seperti biasa, aku berbelanja di kedai dekat rumah. Kedai yang selalu ramai oleh emak-emak yang sibuk memilih sayur, menimbang lauk, sambil dalam hati sudah membayangkan menu apa yang akan tersaji di dapur hari ini.

Namun, di tengah kesibukan itu, tiba-tiba suasana sedikit berubah. Suara pemilik kedai terdengar lebih tinggi dari biasanya. Spontan, perhatian kami yang sedang memilih-milih bahan dapur pun teralih. “Berarti, dengan hari ini utang belanjamu sudah tiga kali ya, Dek.” Kalimat itu meluncur begitu saja. Ibu yang dimaksud tampak tidak terima. Ia langsung menyangkal. “Baru dua kali, Kak. Bukan tiga.”

Kakak pemilik kedai lalu membuka buku besar catatannya. Ditunjukkannya satu per satu baris tulisan yang menjadi bukti. Namun, si ibu tetap pada pendiriannya, dua kali bukan tiga.

Kami, para emak yang lain, memilih diam. Bukan tidak peduli, tapi memang tidak tahu pasti duduk perkaranya. Lagi pula, ikut campur hanya akan memperkeruh suasana. Jujur saja, di dalam hati aku pun bertanya-tanya. Bagaimana bisa ada perbedaan seperti itu? Padahal catatan di buku terlihat jelas.

Dari kejadian kecil itu, aku seperti diingatkan kembali bahwa urusan utang, sekecil apa pun, tak boleh dianggap sepele. Jika kita berutang, pastikan kita juga mencatat, mengingat, dan menyaksikan dengan baik. Bukan hanya soal angka, tapi juga tentang menjaga kepercayaan.

Tak lama, ibu muda itu pun pergi. Kami tak tahu apakah urusan sudah selesai atau belum. Semua membisu. Tanpa banyak kata, ia menaiki motornya yang tampak jauh lebih berkelas dari pada catatan utang di buku kak kedai. Ah, hidup memang penuh ironi kecil.

Aku pun segera beranjak pulang, mengingat urusan dapur sudah menunggu. Sambil mengendarai motor tuaku, aku tersenyum sendiri. Ternyata, di kedai sederhana pun, “universitas kehidupan” selalu punya cara untuk mengajar kita.

Dan hari ini, pelajarannya tentang teliti, hati-hati, dan menjaga amanah. Barangkali, kepercayaan itu bukan hilang karena utang yang besar, tapi karena hal kecil yang kita anggap tak perlu diingat.

#edisiuniversitaskehidupan#

#mahalnyakejujuran#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 3 September 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post