Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
DI BALIK PERTANYAAN SEDERHANA ADA RASA TAKUT YANG TAK TERUCAP
Gambar (sumber : Dunia Kampus.id)

DI BALIK PERTANYAAN SEDERHANA ADA RASA TAKUT YANG TAK TERUCAP

 

Di rumah, di kelas, atau di grup kecil siswa, ada satu pertanyaan yang sering muncul dengan suara pelan dan ragu: “Bu… saya pilih mata pelajaran TKA yang mana?”

Pertanyaan itu terdengar sederhana. Tapi semakin sering kita mendengarnya, semakin kita paham bahwa ini bukan sekadar tentang memilih mapel. Ini tentang hati yang sedang belajar menata masa depan.

Di balik kalimat singkat itu, ada banyak hal yang tidak terlihat yaitu takut mengecewakan orang tua, bingung menentukan jurusan, dan cemas apakah langkah yang diambil sudah benar atau belum.

Dan mungkin di sisi lain, ada orang tua yang juga diam-diam gelisah, tidak berani banyak bertanya, tapi penuh doa agar anaknya tidak salah arah.

Kita perlu menenangkan hati bahwa TKA adalah salah satu alat seleksi, bukan satu-satunya penentu keberhasilan seorang anak. Ada banyak jalan menuju cita-cita. Ada yang melalui logika akademik, ada yang melalui bahasa dan analisis, ada pula yang melalui keterampilan, portofolio, dan praktik. Artinya, setiap anak tidak sedang berjalan di jalur yang sama, dan itu tidak apa-apa.

 Dalam kebingungan itu, yang paling dibutuhkan siswa sebenarnya bukan banyaknya opsi, tetapi ketenangan untuk memilih.

Maka yang bisa kita ajarkan sederhana saja:

1.      Pilih yang paling dikuasai

2.      Pilih yang paling bisa dijalani dengan tenang

3.      Pilih yang memberi peluang terbaik

Karena pilihan yang baik sering lahir dari hati yang tidak panik.

Saat ini, anak-anak hanya sedang belajar mengenali diri sendiri. Dan proses itu memang tidak selalu cepat, tidak selalu yakin, dan tidak selalu rapi. Tugas kita bukan membuat mereka langsung tahu semua jawaban, tetapi menemani mereka agar tidak takut ketika masih mencari.

Jika hari ini ada anak yang masih ragu memilih mapel TKA, itu bukan tanda kelemahan. Itu tanda bahwa ia sedang tumbuh. Dan tumbuh memang selalu disertai ragu, tetapi juga disertai harapan.

Semoga kita semua guru dan orang tua diberi kelapangan hati untuk mendampingi mereka, bukan dengan tekanan, tetapi dengan ketenangan.

 

#edisikuatkanhati#

#menentukanpilihandenganketenangan#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

 

Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 4 September 2026

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post