Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ketika Anak dan Orang Tua Sama-Sama Takut Salah, Siapa yang Menenangkan ?
Ilustrasi AI

Ketika Anak dan Orang Tua Sama-Sama Takut Salah, Siapa yang Menenangkan ?

EDISI TKA PART 3

“Kadang bukan hanya anak yang ragu melangkah, orang tua pun berjalan sambil menyimpan kekhawatiran yang sama.”

***************************************************************************

Ada momen dalam perjalanan pendidikan di mana batas antara “anak yang bingung” dan “orang tua yang cemas” menjadi kabur. Keduanya sama-sama ingin yang terbaik. Keduanya sama-sama takut salah. Namun keduanya tidak selalu tahu bagaimana harus menenangkan satu sama lain.

Ketika dua kegelisahan bertemu di titik yang sama, Anak bertanya dalam hati: “Apakah saya sudah memilih dengan benar?” Orang tua pun diam-diam berpikir: “Apakah saya sudah mengarahkan dengan tepat?”

Dan di antara dua pertanyaan itu, sering kali yang muncul bukan jawaban, tetapi keheningan.

Kita sering berharap ada kepastian dalam setiap pilihan anak. Namun kenyataannya, tidak ada langkah pendidikan yang benar-benar bebas dari keraguan. Anak belajar sambil mencoba. Orang tua mendampingi sambil belajar melepaskan. Guru memandu sambil terus memahami dinamika di antara keduanya

Semua sedang berada dalam proses yang sama yaitu belajar percaya pada perjalanan. Yang sering terjadi semua ingin aman. Anak ingin aman dari kesalahan. Orang tua ingin aman dari kegagalan. Guru ingin aman dari keputusan yang salah arah.

Namun hidup tidak selalu menyediakan jalan yang sepenuhnya “aman”. Yang ada adalah pilihan yang dijalani dengan pemahaman, doa, dan keberanian untuk memperbaiki bila keliru

Lalu siapa yang menenangkan? Jawabannya mungkin tidak sesederhana satu pihak menenangkan pihak lain. Kadang, anak menenangkan orang tua dengan keberanian kecilnya. Orang tua menenangkan anak dengan doa yang tidak pernah berhenti. Guru menenangkan keduanya dengan kata-kata yang memberi ruang untuk berpikir lebih jernih.

Pada akhirnya, ketenangan itu tidak selalu datang dari jawaban tetapi dari rasa saling percaya bahwa semua sedang berusaha.

Mungkin kita tidak selalu bisa menghapus rasa takut itu sepenuhnya. Namun kita bisa memilih untuk tidak membiarkannya menguasai arah. Karena di tengah semua kegelisahan itu, selalu ada satu hal yang tetap menjadi pegangan bahwa anak-anak tidak berjalan sendirian, dan orang tua tidak berjuang sendirian. Dan di antara mereka, ada doa yang tidak pernah putus, serta harapan yang terus tumbuh pelan-pelan.

#edisikuatkanhati#

#salingmenenangkansalingmendoakan#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 5 September 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post