Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ketika Orang Tua Lebih Cemas Dari Anak
Ilustrasi AI

Ketika Orang Tua Lebih Cemas Dari Anak

EDISI TKA PART 2

“Kadang yang paling gelisah bukan yang bertanya, tetapi yang diam-diam mengamati dari kejauhan.” Itulah orang tua.

****************************************************************************************************************************

Di balik meja makan, di sela percakapan ringan, atau bahkan dalam keheningan setelah anak masuk kamar, ada orang tua yang tanpa sadar menyimpan banyak pikiran. Tentang pilihan mapel TKA. Tentang jurusan kuliah anak. Tentang apakah langkah yang diambil sudah benar atau justru berisiko.

Sementara itu, anak-anak sering terlihat lebih “tenang” dari yang kita kira. Mereka mungkin masih bingung, tetapi tidak selalu membawa kecemasan sebesar yang dirasakan orang tua. Sejatinya, orang tua tidak hanya menghantar, tapi juga mengkhawatirkan.

Ada momen di mana orang tua ingin memastikan semuanya baik-baik saja. Namun di saat yang sama, muncul rasa takut : takut anak salah pilih, takut masa depan tidak sesuai harapan, dan takut kesempatan terlewat. Padahal, dalam proses tumbuhnya anak, tidak semua hal bisa dipastikan sejak awal.

Anak tidak selalu butuh arahan, kadang mereka butuh ruang. Sering kali, orang tua ingin segera memberi solusi, misalnya : “Ambil ini saja, ” atau “Jangan pilih itu.” dan “Lebih aman kalau ke sini.” Masih banyak lainnya.

Namun, tanpa disadari, terlalu banyak arahan justru bisa membuat anak kehilangan kesempatan untuk mengenali dirinya sendiri. Padahal, mereka sedang belajar hal yang penting dalam hidup : memilih, mempertimbangkan, dan bertanggung jawab atas pilihannya.

Kecemasan itu wajar, tapi tidak perlu menguasai. Cemas sebagai orang tua adalah hal yang manusiawi, karena di dalamnya ada cinta yang sangat besar.

Namun perlu diingat juga, anak tidak sedang berjalan tanpa arah. Mereka sedang belajar menemukan jalannya dan proses itu memang tidak selalu terlihat meyakinkan di awal.

Kadang kita lupa bahwa anak tidak membutuhkan orang tua yang selalu sempurna. Mereka lebih membutuhkan orang tua yang tenang. Ketenangan itu menular. Ketika orang tua tenang, anak lebih mudah berpikir jernih. Ketika orang tua terlalu cemas, anak ikut merasa terbebani.

Mungkin kita tidak bisa menghapus seluruh kekhawatiran sebagai orang tua. Tapi kita bisa belajar mengelolanya agar tidak berubah menjadi tekanan bagi anak-anak kita. Karena pada akhirnya, yang mereka butuhkan bukan hanya arahan tetapi juga kepercayaan.

Kepercayaan bahwa mereka mampu belajar memilih, meski belum sempurna. Dan keyakinan bahwa kita tetap ada di belakang mereka, bukan di depan mereka yang terlalu mengendalikan.

#edisikuatkanhati#

#tentukanpilihandengantenang#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Perisai Pribumi, Baiti Jannati, 5 September 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post