LITERASI XII-7 SMA NEGERI 14 MEDAN (ENERGI BUDAYA DAN SAINS YANG MENYALA)
Rabu, 23 September 2026, halaman SMA Negeri 14 Medan kembali berdenyut dengan semangat yang berbeda. Giliran kelas XII-7 tampil dalam program RABU BERAKSI. Mengusung tema literasi budaya dan sains, mereka hadir dengan energi yang terasa sejak langkah pertama memasuki panggung.
Kegiatan dibuka oleh wali kelas mereka, Debora Lumban Toruan, S.Pd., yang menyampaikan pengantar singkat tentang rangkaian penampilan yang akan disuguhkan. Suasana kemudian dipandu dengan luwes oleh dua MC, Cherry Fitri Hanaya Nasution dan Nadin Kariska, yang menjaga alur acara tetap hidup, hangat, dan mengundang perhatian.

Penampilan diawali dengan lagu daerah Batak, Boru Panggoaran, yang dibawakan oleh Theresia dan Jessica. Suara mereka mengalun lembut, membawa pesan kasih sayang orang tua kepada anak perempuan, sebuah cinta yang tidak banyak bicara, tetapi terasa dalam.
Suasana kemudian berubah menjadi lebih ceria dengan tarian Fortune Cookie yang dibawakan oleh siswi-siswi XII-7. Gerakan mereka ringan, kompak, dan mengundang senyum dari penonton yang menyaksikan.
Tidak berhenti di situ, panggung kembali dihidupkan melalui drama tentang Raja Sisingamangaraja XII. Dengan kostum dan penghayatan yang cukup kuat, siswa-siswi berusaha menghadirkan kembali semangat perjuangan dari tokoh sejarah tersebut.
Memasuki sesi literasi sains, penonton diajak melihat sains dengan cara yang menyenangkan. Percobaan balon yang diputar hingga menghasilkan busa memancing rasa ingin tahu, sementara demonstrasi lilin yang disemprot tepung maizena memperlihatkan bagaimana api bisa membesar secara tiba-tiba. Sederhana, tetapi mampu menyalakan rasa takjub.

Sebagai penutup, seluruh siswa kelas XII-7 bersama wali kelas mereka menari bersama di atas panggung. Tawa, gerak, dan kebersamaan menjadi penutup yang manis untuk rangkaian kegiatan hari itu.
RABU BERAKSI kali ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana budaya dan sains bisa berjalan beriringan hidup, dekat, dan menyenangkan.
Namun di antara tepuk tangan yang meriah, ada hal-hal kecil yang sering luput kita hitung: keberanian anak-anak yang mengalahkan rasa malu, langkah yang gemetar tapi tetap maju, dan usaha yang mungkin tak sempurna, tetapi jujur.
Karena pada akhirnya, panggung ini bukan tentang siapa yang paling gemilang. Melainkan tentang siapa yang berani mencoba meski belum yakin akan berhasil.
Dan di situlah pendidikan diam-diam bekerja, tidak selalu riuh, tidak selalu terlihat, tetapi pelan membentuk. Pelan, tapi pasti menjadi.
#edisirabuberaksi#
#gerakanliterasisekolah#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 26 September 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
