Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
LORONG WAKTU LITERASI SAAT SAINS DAN BUDAYA SALING MENYAPA DI XII-6
Aksi siswa kelas XII-6 SMA Negeri 14 Medan, pada kegiatan literasi di hari Rabu 16 September 2026. (-sumber : fitriyenihtbrt)

LORONG WAKTU LITERASI SAAT SAINS DAN BUDAYA SALING MENYAPA DI XII-6

Rabu, 16 September 2026, giliran kelas XII-6 unjuk kebolehan dalam program RABU BERAKSI. Di bawah bimbingan wali kelas Fitrisun Enjelika, S.Pd., M.Pd., kegiatan diawali dengan penyampaian tema literasi kali ini, yakni Literasi Sains dan Budaya.

Dipandu oleh MC energik Raja dan Tita Tara, suasana sejak awal terasa hidup, mengalir, dan penuh antusiasme. Penonton seolah diajak masuk ke dalam ruang pertunjukan yang tidak sekadar menampilkan, tetapi juga menghidupkan pengalaman belajar.

Penampilan pertama dibuka dengan duet Nesia dan Emiya yang membawakan lagu daerah Batak. Suara mereka mengalun hangat, membawa nuansa kearifan lokal yang akrab sekaligus membangkitkan rasa bangga pada budaya sendiri.

Lalu panggung berganti warna. Tari Kuda Lumping tampil atraktif, memikat perhatian seluruh penonton, bahkan disertai atraksi semburan api yang menegangkan sekaligus memukau.

Tak berhenti di situ, rangkaian tarian tradisional dari berbagai daerah Nusantara, dari Sabang hingga Merauke hadir silih berganti, seolah merangkai Indonesia dalam satu panggung yang utuh.

Pada sesi literasi sains, kelas XII-6 menampilkan percobaan fisika yang dikaitkan dengan latar belakang wali kelas mereka yang merupakan guru fisika. Eksperimen sederhana namun bermakna itu menjadi jembatan antara teori dan realitas yang bisa diamati langsung.

Suasana semakin interaktif ketika mereka menghadirkan kuis yang melibatkan audiens, membuat penonton tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga bagian dari alur kegiatan.

Masih dalam semangat literasi budaya, mereka kemudian menghadirkan kembali permainan tradisional yang kini mulai jarang ditemui. Permainan karet, bambu, tam-tam buku, dan berbagai permainan lainnya menghadirkan nuansa masa lalu yang seolah membawa seluruh ruangan kembali ke waktu yang berbeda seperti mesin waktu yang bekerja tanpa suara.

Di akhir acara, seluruh rangkaian ditutup dengan tarian bersama. Sebuah simbol kebersamaan, bahwa literasi bukan hanya tentang memahami, tetapi juga tentang merasakan dan bergerak bersama.

Ada yang perlahan mengetuk ruang batin bahwa di tengah riuhnya dunia yang terus berlari, anak-anak ini masih sempat berhenti untuk mengingat, untuk mencoba, untuk merasakan.

Sains mereka hidup dalam rasa ingin tahu. Budaya mereka bernapas dalam gerak dan tawa. Barangkali inilah wajah literasi yang sesungguhnya bukan sekadar yang dibaca dan dihafal, tetapi yang dihidupi, walau hanya sebentar, lalu menetap diam-diam di dalam diri.

Terima kasih, anak-anak hebat XII-6. Kalian tidak hanya tampil di atas panggung, tetapi kalian sedang menanam sesuatu yang kelak akan tumbuh, jauh setelah tepuk tangan ini usai.

#edisirabuberaksi#

#literasisainsdanbudaya#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 16 September 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post