Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MENJAGA TAMAN KARAKTER SISWA
Suasana uoacara bendera Senin 7 September 2026 di SMA Negeri 14 Medan. (Sumber : fitriyenihtbrt)

MENJAGA TAMAN KARAKTER SISWA

Dari Sebuah Analogi Taman Menuju Pembentukan Pribadi Unggul

Sebagaimana biasanya setiap hari Senin, SMA Negeri 14 Medan melaksanakan upacara bendera sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa. Senin 7 September 2026, yang menjadi petugas upacara adalah siswa-siswa kelas XII-6, dengan pembina upacara Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Melky Gunawan Harefa, S.Pd.

Langit pagi yang mendung justru menghadirkan suasana yang lebih khusyuk dan penuh hikmat. Upacara diawali dengan salam hormat kepada kepala sekolah, para guru, serta seluruh siswa, disertai ungkapan syukur karena masih diberi kesempatan untuk melaksanakan upacara bendera bersama.

Dalam amanatnya, pembina upacara menyampaikan sebuah analogi yang sederhana namun sarat makna tentang sebuah taman. Ketika seseorang membangun taman, tentu ia akan memilih bibit-bibit unggul dengan harapan tumbuh menjadi tanaman yang indah. Namun, dalam perjalanannya, berbagai faktor lingkungan turut memengaruhi: orang-orang yang melintas, angin yang membawa benih liar, hewan yang menyebarkan sesuatu, hama seperti ulat, bahkan tangan-tangan kecil yang mencabut tanaman tanpa sengaja. Semua itu dapat mengganggu pertumbuhan taman yang telah dirancang dengan baik.

Demikian pula dengan kehidupan para siswa. Kalian adalah bibit-bibit unggul yang ditanam dengan harapan menjadi pribadi yang kuat, indah, dan bermanfaat. Guru, orang tua, dan lingkungan yang baik adalah “pemilik taman” yang senantiasa berupaya menjaga, merawat, dan mengarahkan agar pertumbuhan itu berjalan sesuai harapan.

Nasihat demi nasihat yang diberikan bukanlah bentuk pembatasan, melainkan bentuk kasih sayang dan tanggung jawab. Sebagaimana tanaman memiliki masa pertumbuhan terbaiknya, demikian pula manusia. Ketika batang tanaman sudah mengeras, akan sulit untuk dibentuk bahkan bisa patah. Begitu pula karakter manusia: jika tidak dibentuk sejak dini, maka akan semakin sulit diarahkan di kemudian hari.

Oleh karena itu, SMA Negeri 14 Medan menghadirkan Budaya Positif Sekolah sebagai rambu-rambu dalam bersikap meliputi disiplin diri, ketaatan pada tata tertib, serta etika dalam hubungan sosial dengan teman, guru, dan seluruh warga sekolah. Semua ini bertujuan membentuk pribadi yang mampu mendengar, menerima, dan menjalankan kebaikan.

Pesan yang disampaikan pagi ini jelas, jangan menjadi pribadi yang apatis. Jadilah generasi yang terus bertumbuh, terbuka terhadap nasihat, dan berani melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi diri sendiri, orang tua, dan masa depan.

Sebab pada akhirnya, hidup ini seperti taman yang terus dirawat. Jika kita lalai menjaganya, yang tumbuh bukan lagi keindahan, melainkan kesemrawutan. Dan ketika waktu telah berlalu, kita hanya bisa menatapnya antara penyesalan karena tidak merawat sejak awal, atau kebanggaan karena telah menjaganya dengan penuh kesungguhan.

#edisiupacarabendera#

#menajagatamankaraktersiswa#

#-membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 7 September 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post