Bersuara, Menyuarakan dan Samakan Suara
Bersuara, Menyuarakan dan Samakan Suara...
#Tagur: 002
Bisa bicara dengan kapasitas mewakili berbagai pihak tentu akan berbeda ketika bicara sebagai pribadi dan diri sendiri. Menyuarakan aspirasi dan keterwakilan perlu mempertimbangkan banyak hal. Objektivitas sangat dituntut, mewwski demikian subjektivitas pun tak bisa diabaikan. Satu hal terpentingnya tidak bersuara untuk menegakkan ego dan sentimen pribadi.
Lepas dan lugas mengemukakan pendapat dengan argumentasi berdasar itu jadi poin utamanya. Tidak sekedar bersuara untuk menunjukkan eksistensi diri. Bukan juga memunculkan rasa sok penting, tetapi memang karena ada kapasitas untuk hal tersebut. Setiap kalimat yang dilontarkan harus dipikirkan baik buruknya dan bagaimana maksud dan tujuan tersampaikan.
Ketika suara kita bisa diterima jadi keputusan bersama adalah hal yang membahagiakan. Itu artinya. Keberadaan kita diperhitungkan dan hasilnya tak. Sia-sia. Demikian juga halnya di saat berbalik, kita harus mendengar dan menerima suara orang lain. Baru bisa kita menyatakan kalau kita sudah satu suara.
Paduan suara akan terdengar indah kalau suara sudah disamakan. Ada kalanya suara bertikai memperkuat irama, sehingga ada beberapa suara yang harus diakomodir sehingga nadanya tetap indah. Yuk pertunjukan ini dimulai dengan menyamakan suara...
***
Solok, 05 Maret 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
