Bagai Katak Dalam Tempurung
Bagai Katak Dalam Tempurung...
Peribahasa ini lazim kita dengar, apalagi setiap kali belajar Bahasa Indonesia dengan materi majas, ungkapan dan lain sebagainya. " Bagai katak dalam tempurung" atau " seperti katak dalam tempurung", adalah ungkapan bahasa Indonesia yang menggambarkan seseorang yang memiliki wawasan sangat sempit, picik, dan kurang mengetahui perkembangan dunia luar.
Secara analogi peribahasa ini bisa dimaknai seperti seekor katak yang hidup di bawah tempurung (batok kelapa), ia mengira langit dan dunia luar hanya seluas lubang yang ia lihat dari dalam tempurung tersebut. Sementara secara kiasan dimaknai sebagai orang yang merasa pengetahuannya sudah paling luas, padahal masih banyak hal di luar yang belum dipelajari. Selain itu juga bisa dimaknai seseorang yang tertutup atau enggan menerima informasi, perubahan, dan perspektif baru dari lingkungan sekitarnya.
Kadang kala orang gampang menyebut ungkapan ini dengan pemahaman yang simple saja. Sebenarnya bisa dikembangkan lagi pemahamannya berdasarkan sudut pandang kita memahami. Kalau katak itu sendiri dibawah tempurung yang kecil dan sempit, mungkin ia hanya akan memandang kalau dunia itu sebatas apa yang dilihat di sekelilingnya dan mungkin dia saja yang punya kemampuan alias pintar. Kalau kondisi sebaliknya terjadi masih bisa kita pahami maknanya seperti itu. Seandainya katak itu berada dibawah tempurung bersama seekor gajah?
Jawabannya tentu saja tempurungnya pasti bakal sangat besar karena gajah itu yang paling besar adalah kandangnya. Jadi kalau ingin mengungkung gajah maka tempurungnya harus lebih besar. Tidak bisa lagi tempurung kelapa, tetapi tempurung yang dibuatkan dari rangka besi dan diberi lapisan penutupnya. Untuk si katak tentu itu menguntungkan karena dunianya tidak sempit dan sudah sangat begitu luas.
Salah atau benarnya, tentu bukan terletak di ungkapan " Bagai katak dalam tempurung " tadi. Tinggal lagi di kitanya dalam memahami ungkapan itu, sehingga tidak gampang dan mudahnya kita menilai orang dan mengatakan orang tersebut bagai katak dalam tempurung.
***
Solok, 22 Mei 2026
Tantangan menulis 365:1
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
