Armaya sari

PENTINGNYA MENULIS BAGI KU Menulis adalah bagian dari hidup ku. Aku adalah tipical manusia kurang dapat mengungkapkan perasaan langsung. Kala aku dulu menyukai...

Selengkapnya
Navigasi Web
Merokok itu gak keren

Merokok itu gak keren

Merokok itu gak keren

Rokok benda yang rasanya tidak asing lagi bagi telinga kita. Pria dan wanitapun banyak yang menjadi pengemar benda ini. Saya heran terheran kenapa ya.... banyak banget yang mengemari benda satu ini dengan berbagai alasan. Entah alasan apa sih mereka mengemarinya?

Dari berbagai pertanyaan yang pernah saya ajukan pada pengemar rokok dan mantan pengemarnya. Kalau ditilik-tilik sih rokok itu gak ada nilai positifnya sih. Ya...paling nilai positif sih dengan adanya rokok lapangan pekerjaan terbuka. Tau gak dengan sengaja atau tak sengaja walau lapangan pekerjaan ada tapi penyakit menggerogoti bagi yang menggemarinya makain banyak, sama ajakan....tidak memberi manfaat yang baik bagi kita.

Apasih rokok itu?

Rokok batangan yang didalamnya berisikan tembakau yang dilinting dengan kertas putih dan kuning, itu gambaran tubuh rokok.

Apa aja sih kandungan zat yang berbahaya dalam rokok?

Dikutip dari Aldokter.com untuk mengetahui seberapa bahaya kandungan rokok, bisa dilihat dari banyaknya senyawa yang ada di dalam asap rokok. Terdapat sekitar 5000 senyawa berbeda dan sebagian bersifat racun bagi tubuh, hanya dari asap rokok saja.

Kandungan rokok yang bersifat racun tersebut berpotensi merusak sel-sel tubuh. Selain itu, senyawa dalam asap rokok juga bersifat karsinogenik alias memicu kanker. Di dalam rokok, terdapat 250 jenis zat beracun dan 70 jenis zat yang diketahui bersifat karsinogenik.

Kandungan tersebut berasal dari bahan baku utama rokok, yaitu tembakau. Selain itu, bahan pewarna yang biasa dipakai untuk membuat tampilan rokok lebih menarik, dapat memperbesar potensi racun dari rokok. Sifatnya yang memberikan efek adiktif atau kecanduan, juga tidak boleh dilupakan.

Hal lain yang patut diperhatikan adalah kemampuan beberapa bahan kandungan rokok yang bisa mengubah sifat fisik dari asap rokok, sehingga kadar racun dan nikotin di dalam tubuh seorang perokok menjadi lebih tinggi.

Kandungan Rokok yang Bersifat Merusak

Sebagaimana disebutkan di atas, kandungan rokok yang bersifat merusak tubuh amat banyak. Beberapa senyawa yang terkandung dalam rokok di bawah ini adalah contohnya:

1. Karbon monoksida

Salah satu kandungan rokok yang merupakan gas beracun adalah karbon monoksida. Senyawa yang satu ini merupakan gas yang tidak memiliki rasa dan bau. Jika terhirup terlalu banyak, sel-sel darah merah akan lebih banyak berikatan dengan karbon monoksida dibanding dengan oksigen. Akibatnya fungsi otot dan jantung akan menurun. Hal ini akan menyebabkan kelelahan, lemas, dan pusing. Dalam skala besar, seseorang yang menghirupnya bisa mengalami koma atau bahkan kematian. Janin, penderita gangguan jantung, dan penderita penyakit paru-paru merupakan kelompok yang paling rentan terhadap racun ini.

2. Nikotin

Kandungan rokok yang paling sering disinggung-singgung adalah nikotin. Nikotin memiliki efek candu seperti opium dan morfin. Nikotin berfungsi sebagai perantara dalam sistem saraf otak yang menyebabkan berbagai reaksi biokimia, termasuk efek menyenangkan dan menenangkan. Nikotin yang dihisap perokok akan terserap masuk ke aliran darah, kemudian merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak hormon adrenalin, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah, denyut jantung, dan pernapasan. Efek yang mungkin muncul akibat paparan nikotin adalah muntah, kejang, dan penekanan pada sistem saraf pusat.

3. Tar

Kandungan rokok lainnya yang bersifat karsinogenik adalah tar. Tar yang terhirup oleh perokok akan mengendap di paru-paru. Timbunan tar ini berisiko tinggi menyebabkan penyakit pada paru-paru, seperti kanker paru-paru dan emfisema. Tidak hanya itu, tar akan masuk ke peredaran darah dan meningkatkan risiko terjadinya diabetes, penyakit jantung, hingga gangguan kesuburan. Tar dapat terlihat melalui noda kuning yang tertinggal di gigi dan jari. Karena tar masuk secara langsung ke mulut, zat berbahaya ini juga dapat mengakibatkan masalah gusi dan kanker mulut.

4. Hidrogen sianida

Senyawa racun lainnya yang menjadi bahan penyusun rokok adalah hidrogen sianida. Beberapa negara pernah memakai senyawa ini untuk menghukum mati narapidana. Saat ini, hidrogen sianida juga digunakan dalam industri tekstil, plastik, kertas, dan sering dipakai sebagai bahan pembuat asap pembasmi hama. Efek dari senyawa ini dapat melemahkan paru-paru, menyebabkan kelelahan, sakit kepala, dan mual.

5. Benzena

Benzena merupakan residu dari pembakaran rokok. Paparan benzena jangka panjang (setahun atau lebih), dapat menurunkan jumlah sel darah merah dan merusak sumsum tulang, sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia dan perdarahan. Selain itu, benzena juga merusak sel darah putih sehingga menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko leukimia.

6. Formaldehida

Formaldehida merupakan residu dari pembakaran rokok. Dalam jangka pendek, formaldehida mengakibatkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Dalam jangka panjang, formaldehida dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring.

7. Arsenik

Arsenik merupakan golongan pertama karsinogen. Paparan terhadap arsenik tingkat tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit, kanker paru-paru, kanker saluran kemih, kanker ginjal, dan kanker hati. Arsenik terdapat dalam rokok melalui pestisida yang digunakan dalam pertanian tembakau.

8. Kadmium

Sekitar 40-60 persen dari kadmium yang terdapat dalam asap rokok, terserap masuk ke paru-paru saat merokok. Kadar kadmium yang tinggi dalam tubuh dapat menimbulkan gangguan sensorik, muntah, diare, kejang, kram otot, gagal ginjal, dan meningkatkan risiko kanker.

9. Amonia

Amonia merupakan gas beracun, tidak berwarna, namun berbau tajam. Pada industri rokok, amonia digunakan untuk meningkatkan dampak candu nikotin. Dalam jangka pendek, menghirup dan terpapar amonia dapat mengakibatkan napas pendek, sesak napas, iritasi mata, dan sakit tenggorokan. Sedangkan dampak jangka panjangnya yaitu pneumonia dan kanker tenggorokan.

Melihat bahaya kandungan rokok yang bersifat racun dan karsinogenik di atas, sudah selayaknya kebiasaan merokok dihentikan. Mulai sekarang, cobalah melakukan upaya untuk berhenti merokok guna mencegah bertambah parahnya kerusakan yang terjadi di dalam tubuh.

Dari pemaparan diatas dapat kita lihat tak ada nilai kebaikan yang ditimbulkan dari sebuah rokok. Rokok sangat berbahaya bagi pengguna dan bagi yang menghirup asap rokonya. Artinya rokok jombie yang siap menerkam siapa saja baik itu sebutan perokok aktif dan pasif. Rasanya sadis banget....ya. kita yang tidak meroko mendapat akibat terbesar dari si perokok. Apalah salahnya kami....wahai perokok. Asap mu dapat membunuh kami pelan-pelan.

Bagi anda yang pengemar rokok jangan pernah katakan “I Love You” pada istri dan anak anda. Rokok yang menjadi kegemaran mu itu dapat membunuh mereka, cepat atau lambat. Anda yang meroko, tetapi orang yang mencinta anda yang merasakan dampaknya. Pakaian anda pakai saat anda merokok telah ditempeli oleh zat racun yang bisa mengganggu kesehatan keluarga anda. Aduhhhhh.....rasanya bandit banget ya....

Anda yang merokok bayi kecil munggil yang tak berdosa menghisap asap rokok mu. Wahai....laki-laki dan perempuan perokok kami ingin hidup layak dan sehat. Jangan rebut hak kami untuk itu. Menajauhlah dari kami bila anda akan merokok. Kami tak sudi menghirup asap mu. Bila anda tak terima silahkan hisap sendiri asap anda.

Mungkin dengan anda berhenti merokok anda bisa menabungkan uang pembelian rokok anda dengan hal yang lebih berguna buat anda dan keluarga anda. Bayangkan sebungkus rokok kisaran harganya sekitar Rp.20.000,- /bungkus, kalau dihitung dalam sebulan anda dapat menghemat uang sekitar Rp. 600.000,- setahun bisa ngumpuli uang sebanyak Rp.7.200.000,- waoooo...angka yang pantastis. Uang segitu setahun dapat anda gunakan buat mengajak anak dan istri anda liburankan, rasanya hidup ini akan terasa indah ya. Pastinya tanpa asap rokok lho.

“Ayo berhenti meroko demi orang yang anda Cintai”

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post