Arum Kistiwi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pantai Ngunggah

Pantai Ngunggah

Minggu, 8 Januari 2023 kunaiki sepeda motorku untuk reunian dengan teman, saudara sekandung di IKIP Yogyakarta- Seni Tari angkatan 1988. Kembali mengenang masa- masa muda, jomblo yang asyik. Ternyata semua telah berlalu 34 tahun ya. Kami bertemu dalam suasana, kondisi dan segalanya yang berbeda, hanya satu yang sama kami saling merindukan. Sementara saya dan teman- temanku sibuk bernostalgia dan ngobrol, kedua putriku jalan touring berdua mengisi waktu ke pantai yang dekat- dekat dengan rumah bu Wantinem tempatku reunian.

Kedua putriku memutuskan menuju ke pantai Ngunggah, hanya berbekal goegle maps keduanya berboncengan menuju Ngunggah. Sekitar 25 menit dari rumah bu Wanti akhirnya sampai di lokasi. Dengan melalui jalan menanjak,berkelok beraspal mulus JLS via Yogya lalu masuk ke pedesaan jalan mulai mengecil tetap beraspal. Sekian lama akhirnya jalanan berganti menyempit dan mulai tanpa aspal lalu masuk dengan 2 lajur kecil cor, ada lajur kecil rumput ditengah pas sekali untuk kendaraan roda 4. Setelah itu ternyata masih ditambah lagi jalan menanjak sekitar 4 km makadam (tanah, batu) yang mulai sulit dilalui akhirnya untuk beberapa saat satu anakku harus jalan kaki saat tanjakan licin, karena habis hujan lebat semalam.

Sampai di lokasi sepeda diparkir, lalu mulai masuk lokasi harus ditempuh jalan kaki masih lumayan jauh ternyata. Jalan tanah kecil dengan kanan, kiri tumbuhan liar sebatas mata memandang, nampak hijau segar menyejukkan. Ada beberapa gardu tempat penjual minuman berteduh, lumayan bisa untuk tempat istirahat. Saat itu tengah hari jadi suasana panas terik. Dari gardu ini sudah bisa melihat pantai yang sangat menakjubkan keindahannya, dan masih sangat bersih pantainya karena masih sedikit pengunjungya. Birunya air laut, tenang dilingkung batu kapur yang ditumbuhi pepohonan hijau sungguh perpaduan yang sangat menawan, indah menakjubkan.

Akhirnya anakku ingin sampai ke pasir putih pantainya. Maka harus jalan lagi menuruni tebing yang lumayan curam, bahkan ada sebagian yang mengharuskan benar- benar merangkak untuk sampai ke tujuan. Sesuatu yang benar- benar baru dan menantang buat anakku yang bukan seorang pemanjat tebing.

Namun kesulitan perjalanan itu rasanya terbayar lenyap saat menjejakkan kaki di pantai berpasir putih, sangat indah, memanjakan mata yang melihatnya, segalanya masih bersih, mempesona.

Setelah puas bemain menikmati pantai Ngunggah, saatnya untuk kembali pulang dengan melewati perjalanan yang tidak mudah. Jalan kaki yang menantang terjal, lalu bersepeda motor lagi untuk kembali ke tempat reunian kami.

Nitip beberapa gambar saat di pantai Ngunggah. Seperti namanya Ngunggah ( bhs Jawa berarti naik- naik). Perjalanan yang cukup menantang dan tentunya menjadi memory indah tak terlupakan.

Silakan mencoba satu destinasi wisata di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Kereeen ulasannya, Bunda. Salam literasi

19 Jan
Balas

Terima kasih kunjungannya pak Dede.Salam literasi, semoga sehat selalu.

19 Jan



search

New Post