Bahar Sungkowo

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
PAPING-PAJERO  SYURGANYA PENCARI BARBEKU IN BATAVIA(TMG 365 hari ke 263)
Ilustrasi Gambar diposting dari Dokumentasi pribadi.

PAPING-PAJERO SYURGANYA PENCARI BARBEKU IN BATAVIA(TMG 365 hari ke 263)

Berbicara tentang berbagai tempat unik dan menarik di Jakarta seakan bercerita 1001 Malam. Dari sekian banyak destinasi wisata di Jakarta, ada dua destinasi Wisata kategori wisata belanja, yakni dua pasar legendaris ini, yakni Paping dan Pajero. Dua pasar ini terkenal karena menjual barbeku.

Passr adalah tempat bertemunya pedagang dan pembeli dimana pedagang menjajakan barang dan pembeli membeli barang yang dijajakan pedagang.. Aktivitas inilah yang terjadi di Paping dan Pajero. Hal ini dikarenakan kedua pasar ini menjual berbagai barang-barang bekas (loakan) yang berkualitas atau diakronimkan dengan BARBEKU, artiannya ada kualitas rendah, kualitas sedang dan kualitas baik dan terawat. Tanpa berpanjang kalam, inilah reportaseku tentang pasar Paping dan Pajero

1. Paping atau Pasar Puring, lengkapnya Pasar taman Puring

            Pernahkah anda tahu bahwa pasar taman Puring ini awal muncul pertama kalinya di tahun 1960?. Jika dihitung pada tahun ini, pasar taman Puring telah berdiri selama 62 tahun. Tentunya karena telah lama berdiri pasar Puring menjadi legenda masyarakat Jakarta. Selama perjalanannya predikat pasar taman Puring mulai dari yang positif hingga negatif disandangnya. Sebutlah predikat Crosboy yakni tempat berkumpulkan berbagai pelaku kejahatan.Sedangkan sisi positifnya adalah masih ada pedagang yang mempertahankan kejujurannya dengan berdagang mencari ridho Allah dan mengambil untung yang sedikit.

            Saat saya menguinjungi pasar taman Puring, berbagai macam barang bekas berkualitas dijual di pasar ini. Bak Paserba atau pasar serba ada dengan harga termurah Rp 4.000 hingga yang termahal Rp 3.000.000 – Rp 10.000.000 bahkan ada yang nilainya lebih dari itu. Maka tidak heran, saat ramai transaksi pasar ini bisa menghasilkan omset tembus milyaran rupiah. Hal ini memungkinkan karena jumlah pedagang yang berdagang disitu mencapai 600 pedagang. Pandemi Covid-19 jumlah pedagang menurun sekitar 50% menjadi 250 hingga 300 pedagang. Saat ini.

            Saya mereportase berbagai jenis barang ada di pasar Taman Puring, sebutlah : alat-alat kesehatan seperti tabung gas, kursi roda, tongkat bantu jalan, stateskop, alat tensi darah dll, sepatu dengan berbagai jenisnya, barang antik, perhiasan kuno, batu akik, stik pembersih kompor (harga termurah Rp 4.000), sound system mobil, alat-alat olahraga seperti stik golf, raket tennis, raket Criket, raket badminton, perlengkapan Fitnes Centre seperti treadmil, dll, alat-alat masak seperti kompor, wajan, panci, microwave dll, hingga motor dan mobil bekas.

            Hal yang menurut saya unik di pasar Taman Puring adalah harga monyet atau harga tipu-tipu. Sebaiknya pembeli harus memiliki pengetahuan harga baru dari barang yang mau dibeli. Jangan sampai kita kena harga Monyet alias di getok mahal, tapi jika kita tahu perbandingan harga baru dan harga Barbeku, maka penjual akan segan dan menjual sesuai harga “manusiawi” bukan harga Monyet.  

2. Pasar jatinegoro atau Pajero

            Berbeda dari pasar Taman Puring, pasar Jatinegoro adalah pasar tumpah dipinggir-pinggir jalan. Tepatnya di sekitar Jembatan Item Jatinegoro atau Jatinegara, para pedagang menjajakan dagangannya. Di pinggir-pinggir jalan, sehingga sedikit mengganggu pengguna jalan. Barang-barang yang dijajakan beberapa sama seperti di pasar taman puring, namun penjualan sepatu tidak sebanyak di pasar taman Puring. Di pasar Jatinegoro lebih banyak barang loak pretelan atau kanibalan dengan harga miring.

            Saat saya berkunjung ke pasar Jatinegoro, saya tertarik dengan jam antik bekas, saat saya tanya berapa harganya?. Penjualnya menberi harga Rp 1.000.000,-. Wow.. saya langsung meninggalkan pedagang tersebut. Disini terlihat juga ada harga Monyet, bahkan dapat dikatakan sama seperti pasar Ular di Jakarta Utara, pedagang sukan main ketok harga. He..he..

            Akhirnya di pasar Jatinegara ini saya hanya beli stik pembersih kompor, yaa murah meriah hanya Rp 5.000/stiknya saja. Sayapun beli 4 stik, lumayan untuk persediaan jangka panjang. Jajan murah, manfaat dan Fokus pada kebutuhan. He..he…

            Demikian reportase saya di kedua pasar ini, semoga mengisnpirasi teman-teman jika mau belanja barang loakan dikondisi sulit ekonomi seperti masa kini. Wallahu alam.

Bionarasi :

Bahar Sungkowo SPd MPd, adalah guru penulis yang aktif menulis sejak tahun 2006. Pernah tinggal di Jakarta dan banyak mengenal destinasi wisata Jakarta. Senang menulis apa saja mulai dari puisi, pantung, best practice dan apa saja. Sekarang telah memiliki 40 buku dan masih aktif menulis di Gurusiana. WA ku 087820994093, FB : Bahar Sungkowo dan email [email protected] Salam literasi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post