Best Practice PKP
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI KELAS VIII DI SMP NEGERI 4 SETU
DISUSUN OLEH:
NAMA PESERTA : FITRIYANI, S.PD
NAMA KELAS : VIII.3
TEMPAT TUGAS : SMP NEGERI 4 SETU
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK
DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MATEMATIKA
2019
LEMBAR PENGESAHAN
1. Nama Pelatihan : Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP)
2. Judul : Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Relasi dan Fungsi Kelas VIII di SMP Negeri 4 Setu
3. Peserta : Fitriyani, S.Pd
4. Kepala Sekolah : Atam Sulaiman, S.Sos.I, MM
Laporan Best Practise dengan judul “ Penerapan Model Pembelajaran Discovery learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Relasi dan Fungsi Kelas VIII di SMP Negeri 4 Setu” tersebut telah dievaluasi/ disahkan serta telah diperbaiki sesuai arahan.
Mengetahui, Bekasi, 16 November 2019
Kepala Sekolah Peserta,
Atam Sulaiman, S.Sos.I, MM Fitriyani, S.Pd
NIP. 19810114 200601 1 002 NIP.
BIODATA PENULIS
Nama : Fitriyani, S.Pd
Tempat, Tanggal lahir : Bekasi, 3 April 1992
Tempat Tugas : SMP Negeri 4 Setu
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Rawa Mulya, gang Dahlia no: 169
Kecamatan : Mustika Jaya
Kabupaten : Bekasi
Provinsi : Jawa Barat
No Handpone : 085779879794
Alamat Sekolah : Jl. Pepaya Raya no:22
Kecamatan : Setu
Kabupaten : Bekasi
Provinsi : Jawa Barat
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberi rahmat, inayah dan kesempatan sehingga kami dapat membuat Best Practice ini sebagai salah satu tugas dalam kegiatan Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Guru Sasaran yang diselenggarakan oleh P4TK Matematika.
Best Practice ini berisi tentang kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyusun dalam kegiatan PKP ini sehingga membawa dampak positif dan nilai tambah atau kemudahan dalam melaksanakan tugas di sekolah.
Dengan selesainya penulisan Best Practice ini Penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan masukan dalam pembuatan Best Practice ini.
Penyusun menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan untuk itu mohon saran dan kritik dari semua pihak yang membaca tulisan ini untuk perbaikan. Akhir kata Penyusun berharap Best Practice ini bermanfaat terutama bagi diri sendiri dan teman-teman sejawat lainnya.
Bekasi, 16 November 2019
Fitriyani, S.Pd
DAFTAR ISI
LEMBAR JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................. i
BIODATA PENULIS.............................................................................................. ii
KATA PENGANTAR............................................................................................ iii
DAFTAR ISI.......................................................................................................... iv
DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................... v
BAB I. PENDAHULUAN...................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah.................................................................................... 1
B. Jenis Kegiatan.................................................................................................... 2
C. Manfaat Kegiatan............................................................................................... 2
BAB II. PELAKSANAAN KEGIATAN............................................................... 3
A. Tujuan dan Sasaran............................................................................................ 3
B. Bahan/Materi Kegiatan...................................................................................... 3
C. Metode/Cara Melaksanakan Kegiatan............................................................... 6
D. Alat/Instrumen................................................................................................... 8
E. Waktu dan Tempat Kegiatan............................................................................. 8
BAB III. HASIL KEGIATAN................................................................................ 9
BAB IV. SIMPULAN DAN REKOMENDASI................................................... 11
A. Simpulan.......................................................................................................... 11
B. Rekomendasi.................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................ 12
LAMPIRAN
DAFTAR LAMPIRAN
RPP ......................................................................................................................... 13
Lembar Kegiatan ..................................................................................................... 27
Dokumen Kegiatan .................................................................................................. 29
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pembelajaran matematika sangat penting untuk dipelajari disekolah, sehingga berbagai usaha telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika. Diantaranya dengan melengkapi sarana dan prasarana belajar. Memberikan kesempatan pendidikan lanjut, penataran dan pelatihan kepada para guru matematika, perbaikan guru sertifikasi serta memberi peluang kepada satuan pendidikan untuk merevisi kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan zaman. Namun berbagai usaha yang telah dilakukan tersebut belum memperlihatkan hasil yang memuaskan.
Pada saat proses belajar mengajar berlangsung dikelas, akan terjadi hubungan timbal balik antara guru dan siswa yang beraneka ragam dan itu akan mengakibatkan terbatasnya waktu guru untuk mengontrol bagaimana pengaruh tingkah lakunya terhadap motivasi belajar siswa. Selama pembelajaran berlangsung guru sulit menentukan tingkah lakunya terhadap motivasi belajar siswa. Misalnya gaya belajar mana yang memberikan kesan positif pada diri siswa selama ini. Strategi mana yang dapat membantu kejelasan konsep selama ini. Metode dan model pembelajaran mana yang tepat untuk dipakai dalam menyajikan suatu pembelajaran sehingga dapat membantu mengaktifkan siswa dalam belajar.
Salah satu solusi yang ditawarkan dalam dunia pendidikan khususnya dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kabupaten Bekasi saat ini sedang menggalakan Diklat PKP yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru Matematika yang ada dalam kawasan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. Tujuan dari Diklat PKP tersebut tidak alin hanya untuk meningkatkan kemampuan guru khususnya guru Matematika yang akan mmeberikn dampak positif untuk peserta didik dalam menunjang hasil belajar yang gemilang.
Kenyataan yang ditemukan dilapangan rendahnya kualitas dan hasil belajar khusunya mata pelajaran Matematika pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Setu disebabkan metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru selama ini masih bersifat teacher centered dan siswa kurang tertarik untuk belajar Matematika.
Faktanya dilapangan, kemampuan pemecahan masalah secara spesifik tidak terlalu diperhatikan, evaluasi yang dilakukan hanyalah rutinitas yang cenderung hanya menggunakan soal-soal pilihan ganda dan soal yang digunakan merupakan soal turun temurun jarang sekali kita menemukan adanya variasi soal yang mengukur kemampuan pemecahan masalah yang menuntut siswa berpikir kritis.
Kesenjangan lain dilapangan adalah bahwa dalam mengajar guru cendrung kurang memperhatikan kemampuan awal siswa. Guru kurang melakukan pengajaran bermakna, strategi pembelajaran yang digunakan kurang bervariasi sehingga membuat peserta didik bosan dalam menerima pelajaran. Maka tugas profesional seorang guru yaitu menjadikan pelajaran menjadi lebih menarik yang dirasakan sulit menjadi mudah yang tadinya tidak berarti menjaddi lebih bermakna. Sehingga kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan.
Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan satu model pembelajaran yang menjadikan siswa sebagai pelaku pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dimaksud adalah Discovery Learning (penemuan terbimbing). Model pembelajaran ini adalah suatu model pembelajaran matematika yang menitik beratkan pada adanya suatu penelitian siswa akan masalah yang disajikan.
Tujuan dari pembelajaran model Discovery learning adalah siswa mampu menemukan sendiri konsep, aturan dan pengetahuan yang tetap tentang masalah yang diberikan melalui penemuan yang telah dilakukan.
Dari permasalahan tersebut penulis tertarik untuk melakukan sebuah Best Practices yang berjudul “Penerapan model pembelajaran Discovery learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Relasi dan Fungsi kelas VIII SMPN 4 Setu”
B. Jenis Kegiatan
Adapun jenis kegiatan terkait masalah diatas adalah penerapan model Pembelajaran Discovery learning berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills). Kegiatan ini bermaksud untuk lebih memberdayagunakan kemampuan berpikir peserta didik, agar setiap peserta didik dapat menjalankan penalarannya dalam memecahkan masalah yang bersifat kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.
C. Manfaat Kegiatan
Berdasarkan latar belakang dan masalah yang telah dirumuskan diatas maka manfaat dari Best Practices ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi siswa: Meningkatkan hasil belajar siswa, membuat siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar, siswa juga bisa menyampaikan gagasan apapun secara bebas terkait massalah-masalah yang dialami dalam kehidupan sehari-hari dan peserta didik mulai terbiasa menyelesaikan soal-saol matematika yang berorientasi HOTS
2. Bagi Guru: Sebagai ilmu baru yang dapat diterapkan dikelas agar siswa tidak merasa bosan dalam kegiatan belajar.
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Tujuan dan Sasaran
Tujuan Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. (HOTS) melalui model pembelajaran Discovery learning. Sasaran kegiatan best practise ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Setu yang berjumlah 41 siswa
2. Bahan / Materi Kegiatan
Adapun materi kegiatan yang diangkat adalah tentang Relasi dan Fungsi. Materi tersebut adalah materi pokok pelajaran matematika SMP khususnya pada kelas VIII.
Dalam melaksanakan serangkaian kegiatan yang telah direncanakan yaitu terkait kegiatan meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui model pembelajaran Discovery learning yang berorientasi HOTS maka ada beberapa hal yag perlu diagendakan antara lain:
1. Menetapkan KD dan IPK
Kompetensi Dasar (KD) dan indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dalam materi yang akan diangkat dalam pembelajaran akan penulis tampilkan dalam bentuk tabel seperti terlihat dibawah ini.
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Pengetahuan
3.3 mendeskripsikan dan
menyatakan relasi dan
fungsi dengan
menggunakan berbagai
representasi (kata-kata,
tabel, grafik, diagram, dan
persamaan)
3.3.1. menyimpulkan pengertian relasi
3.3.2. menyimpulkan pengertian fungsi
3.3.3. membedakan daerah asal dan hasil dari suatu relasi atau fungsi
3.3.4. mendeskripsikan dan menyatakan relasi dengan menggunakan
berbagai representasi (kata-kata, tabel, grafik, diagram panah)
3.3.5. mendeskripsikan dan menyatakan fungsi dengan menggunakan
berbagai representasi (kata-kata, tabel, grafik, diagram panah,
persamaan)
3.3.6. menentukan jenis relasi
3.3.7. menentukan nilai fungsi
3.3.8. merumuskan bentuk fungsi
Indikator Pengayaan
3.3.9. menentukan jenis fungsi
Kompetensi Keterampilan
4.3 menyelesaikan
masalah yang berkaitan
dengan relasi dan fungsi
dengan menggunakan
berbagai representasi
4.3.1. menyelesaikan permasalahan kontekstual yang bertipe soal HOTS yang
berkaitan dengan relasi dan fungsi
Setelah menetapkan KD dan IPK sebagai acuan pembuatan RPP maka dari hal tersebut dapat penulis uraikan beberapa tujuan dan kegiatan pembelajaran, harapan dari pendidik terhadap peserta didik setelah mempelajari materi ini peserta didik dapat menentukan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan Segiempat Segitiga dalam kehidupan sehari-hari.
2. Menentukan Target Kompetensi
Dalam pembelajaran, setiap siswa akan diukur pencapain kompetensinya melalui teks. Tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa menjadi target akhir dalam kegiatan pembelajaran. Adapun target kompetensi dalam rancangan pelaksanaan pembelajaran adalah sebagai berikut:
Kompetensi Dasar
Target Kompetensi
Kompetensi Pengetahuan
3.3 Mendeskripsikan dan manyatakan relasi dan fungsi dengan menggunakan berbagai representasi (kata-kata, tabel, grafik, diagram, dan persamaan)
3.3.1. menyimpulkan pengertian relasi
3.3.2. menyimpulkan pengertian fungsi
3.3.3. membedakan daerah asal dan hasil dari suatu relasi atau fungsi
3.3.4. mendeskripsikan dan menyatakan relasi dengan menggunakan
berbagai representasi (kata-kata, tabel, grafik, diagram panah)
3.3.5. mendeskripsikan dan menyatakan fungsi dengan menggunakan
berbagai representasi (kata-kata, tabel, grafik, diagram panah,
persamaan)
3.3.6. menentukan jenis relasi
3.3.7. menentukan nilai fungsi
3.3.8. merumuskan bentuk fungsi
Indikator Pengayaan
3.3.9. menentukan jenis fungsi
Kompetensi Keterampilan
4.3 menyelesaikan
masalah yang berkaitan
dengan relasi dan fungsi
dengan menggunakan
berbagai representasi
4.3.1. menyelesaikan permasalahan kontekstual yang bertipe soal HOTS yang
berkaitan dengan relasi dan fungsi
3. Menentukan IPK
Berikut ini rincian indikator yang dikembangkan pada Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.3.1. menyimpulkan pengertian relasi
3.3.2. menyimpulkan pengertian fungsi
3.3.3. membedakan daerah asal dan hasil dari suatu relasi atau fungsi
3.3.4. mendeskripsikan dan menyatakan relasi dengan menggunakan
berbagai representasi (kata-kata, tabel, grafik, diagram panah)
3.3.5. mendeskripsikan dan menyatakan fungsi dengan menggunakan
berbagai representasi (kata-kata, tabel, grafik, diagram panah,
persamaan)
3.3.6. menentukan jenis relasi
3.3.7. menentukan nilai fungsi
3.3.8. merumuskan bentuk fungsi
Indikator Pengayaan
3.3.9. menentukan jenis fungsi
1. Peserta didik dapat membedakan yang mana fungsi, yang mana relasi
2. Peserta didik dapat membedakan daerah asal dan daerah hasil
3. Peserta didik dapat menyajkan relasi dalam bentuk diagram panah, himpunan pasangan berurutan dan diagram kartesius
4. Peseta didik dapat menentukan bentuk fungsi
4.3.1. menyelesaikan permasalahan kontekstual yang bertipe soal HOTS yang
berkaitan dengan relasi dan fungsi
Peserta didik dapat menyelesaikan soal-soal yang berorientasi HOTS
4. Mendesain Format pembelajaran yang berorientasi HOTS
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mempelajari Relasi dan Fungsi siswa dapat menjelaskan dan mendiskripsikan dengan berbagai refresentasi (kata-kata, tabel,grafik, diagram dan persamaan)
5. Merencanakan Penilaian yang berorientasi HOTS
6. Membuat RPP
7. Melaksakan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Discovery learning dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Tahap
Diskripsi
Tahap 1
Persiapan
Guru menentukan tujuan pembelajaran, identifikasi karakteristik peserta didik (kemampuan
Tahap 2
Stimulus
/pemberian rangsangan
Guru dapat memulai kegiatan PBM dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah. Stimulus pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan membantu peserta didik dalam mengekplorasi bahan.
Tahap 3
Identifikasi masalah
Guru mengidentifikasi sumber belajar dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda maslah yang relevan dengan bahan pelajaran kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah)
Tahap 4
Mengumpulkan Data
Guru membantu peserta didik dalam pengumpulan data
Tahap 5
Pengolahan Data
Guru membimbing peserta didik dalam kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para peserta didik baik melalui wawancara, observasi dan sebagainya
Tahap 6
Pembuktian
Guru membimbing peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil
Tahap 7
Menarik / kesimpulan
Guru membimbing peserta merumuskan prinsip dan generalisasi hasil penemuanya
Adapun kelebihan penerapan Model Pembelajaran discovery learning atau penemuan terbimbing adalah :
a. Membantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan-keterampilan dan proses-proses kognitif, usaha penemuan merupakan kunci dalam proses ini seseorang bergantung bagaiman cara belajarnya.
b. Pengetahuan yang diperoleh melalui metode ini sangat pribadi dan ampuh karena menguatkan pengertian, ingatan dan transfer
c. Menimbulkan rasa senang pada siswa karena tumbuhnya rasa menyelidiki dan berhasil
d. Metode ini memungkinkan siswa berkembang dengan cepat dan sesuai dengan kecepatanya sendiri.
e. Menyebabkan siswa mengarahkan kegiatan belajarnya sndiri dengan melibatkan dan memotivasi sendiri
f. Metode ini dapat membantu siswa memperkuat konsep dirinya karena memperoleh kepercayaan bekerja sama dengan yang lainnya.
g. Berpusat pada siswa dan guru berperan sama-sama aktif mengeluarkan gagasan-gagasan. Bahkan gurupun dapat bertindak sebagai peneliti didalam situasi diskusi
h. Membantu siswa menghilangkan skeptisme (keragu-raguan) karena mengarah pada kebenaran yang final dan tertentu atau pasti
i. Membantu dan mengembangkan ingatan dan transfer kepada situasi proses belajar yang baru
j. Memabntu dan mengembangkan ingatan dan transfer kepada situasi proses belajar yang baru
k. Mendorong siswa berpikir kritis dan merumuskan hipotesi
l. Proses belajar meliputi sesama aspeknya siswa menuju pada pembentukan manusia seutuhnya
m. Meningkatkan tingkat penghargaan kepada siswa
n. Memungkinkan siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar
o. Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu
Selain kelebihan penerapan Model pembelajaran discovery learning atau penemuan juga mempunyai kelemahan yaitu:
a. Metode ini menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan berpikir untuk belajar. Bagi siswa yang kurang pandai akan mengalami kesulitan abstrak atau berpikir mengungkapkan hubungan antara konsep-konsep yang tertulis atau lisan sehingga pada giliranya akan menimbulkan frustassi
b. Metode ini tidak efesien untuk mengajar jumlah siswa yang banyak karena membutuhkan waktu yang lama untuk membantu mereka menemukan teori atau pemecahan masalah lainya
c. Harapan-harapan yang terkandung dalam metode ini dapat buyar berhadapan siswa dan guru yang telah terbiasa dengan cara-cara belajar yang lama
d. Pengajaran discovery learning lebih cocok untuk mengembangkan pemahaman sedangkan mengembangkan asspek konsep keterampilan dan emosi secara keseluruhan kurang mendapat perhatian
e. Tidak menyediakan kesempatan untuk berpikir karna sudah ditentukan oleh guru
1. Media / Instrumen
Media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran adalah :
· Lembar kerja siswa
· Power point
Instrumen yang digunakan adalah :
· Lembar Kerja Siswa
· Soal tes dalam bentuk pilihan berganda dan uraian
· Lembar penilaian sikap
2. Waktu dan tempat
Tempat pelaksanaan Best Practise ini adalah di SMP N 4 Setu, Kabupaten Bekasi dengan sampel siswa kelas VIII-2 dengan jumlah siswa 41 dan dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2019
BAB III
HASIL KEGIATAN
A. Hasil Kegiatan
Ada beberapa hasil yang diperoleh dari serangkaian kegiatan tersebut, antara lain:
· Penerapan Model Pembelajaran Discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, hal ini dibuktikan dari hasi kegiatan evaluasi diperoleh rata-rata nilai siswa > 70, hal ini membuktikan bahwa siswa sudah mampu melewati nilai ambang batas KKM disekolah
· Motivasi siswa juga meningkat, berdasarkan hasil observasi yang saya lakukan terlihat bahwa antusias siswa dalam mengikuti kegiatan belajar.
· Tingkat keaktifan siswa juga meningkat dikarenakan kegiatan pembelajaran yang tidak lagi berpusat pada guru melainkan pada siswa (student centered) mampu merubah cara belajar siswa dari siswa yang pasif menjadi aktif.
B. Kendala yang dihadapi
Selama melaksanakan kegiatan saya juga menghadapi beberapa kendala yang perlu diperbaharui baik dari guru maupun peserta didik. Adapun beberapa kendala yang saya hadapi dari kegiatan ini adalah:
· Siswa belum terbiasa mengikuti kegiatan belajar dengan model pembelajaran Discovery learning yang dipadukan dengan soal-soal berorientasi HOTS, hal ini saya menganggap wajar karena ini adalah hal baru sehingga butuh pembiasaan
· Sebagian siswa belum mampu menyampaikan informasi atau gagasan yang dimiliki didepan temanya sehingga hal ini mengurangi tingkat keaktifan siswa
· Sebagian siswa masih belum mampu dapat bekerja sama dengan baik dalam kelompok diskusi sehingga ada beberapa siswa yang pasif dan cenderung malas mengikuti pelajaran
· Tidak tersedianya sarana berupa aliran listrik di beberapa kelas sehingga sulit untuk menjabarkan materi menggunakan infokus untuk menampilkan power point sebagai media pembelajaran
· Sebagai guru saya merasa kesulitan dalam menyampaikan materi hal ini dikarenakan masih kurangnya pemahaman saya dalam memberikan rekayasa masalah kontekstual yang dibutuhkan dalam menerapakan model pembelajaran Discovery learning
· Masih kurang kemampuan saya sebagai guru dalam mencari solusi lain untuk pemecahan masalah kontekstual
C. CARA MENGATASI MASALAH YANG DIHADAPI
Ada beberapa hal yang dapat saya lakukan untuk mengatas masalah yang saya hadapi dalam penerapan Discovery learning ini, antara lain:
· Memberiakn motivasi yang lebih baik kepada siswa agar lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran
· Memberikan reward kepada siswa untuk memancing siswa agar lebih berani dalam menyampaikan dan mengeluarkan semua ide-ide kreatif mereka
· Sebagai seorang guru saya harus lebih banyak lagi belajar dan berdiskusi dalam MGMP untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas saya sebagai guru.
BAB IV
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan
Pembelajaran Discovery learning (penemuan) merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan dalam pendekatan konstruktivisme. Pada pembelajaran penemuan, siswa didorong untuk terutama belajar sendiri melalui keterlibatan aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip. Guru mendorong siswa agar mempunyai pengalaman dan melakukan eksprimen dengan memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip atau konsep-konsep bagi diri mereka sendiri.
Pembelajaran penemuan memiliki beberapa kelebihan. Pembelajaran penemuan membangkitkan keingintahuan siswa, memotivasi siswa untuk terus bekerja sehingga menemukan jawaban. Siswa melalui pembelajaran penemuan mempunyai kesempatan untuk berlatih menyelesaikan soal, mempertajam berpikir kritis secara mandir, karena mereka harus menganalisa dan memenipulasi informasi.
Pembelajaran penemuan juga mempunyai beberapa kelemahan diantaranya dapat menghasilkan kesalahan dan membuang-buang waktu dan tidak semua siswa dapat melakukan penemuan. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain: Model pembelajaran Discovery learning yang berorintasi HOTS (Higher Order Thinking Skill) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, kemampuan berpikir kritis peserta didik mulai optomal.
B. Rekomendasi
Karena model pembelajaran Discovery learning hanya dapat untuk materi-materi tertentu maka seorang guru diharapkan agar mampu memilih dan memilah materi mana yang tepat dan cocok yang dapat diterapkan dalam proses belajar agar tidak menyita waktunya juga tidak hanya melibatkan beberapa siswa saja, karena model pembelajaran Discovery learning diperlukan keaktifan seluruh siswa saja.
Selain itu alat-alat bantu mengajar (audio visual dll) haruslah diusahakan oleh guru yang hendak menerapkan metode ini, tujuannya untuk memberikan siswa pengalaman langsung.
Saya berharap kegiatan dan kesempatan emas seperti diklat PKP ini dapat berlanjut dengan adanya kegiatan lain yang diadakan oleh kementerian pendidikan agar guru mendapatkan pembaharuan ilmu untuk menunjang kinerja guru yang lebih profesional kedepanya.
DAFTAR PUSTAKA
Fajar Shadiq.2009.Kemahiran Matematika. Yogyakarta: Depdiknas
Krismanto,Al. (2003). Beberapa Teknik, Model dan strategi dalam Pembelajaran Matematika. Pelatihan Instruktur/ Pengembangan SMU. Yogyakarta,28 Juli-10 Agustus
Ridwan.2010.Belajar Mudah Penelitian Gur,Karyawan dan Peneliti Pemula.Bandung: Alfabeta
Wilis Ratna Dahar.2011. Teori-teori Belajar dan Pembelajaran,(Jakarta:Erlangga)
https: Segiempat Segitiga.co.id
http://Kreatifguru.blogspot.com2019/02/pengertian-dan-langkah-langkah-model-pembelajaran-discovery-learning.
LAMPIRAN
Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP )
Satuan Pendidikan : SMPN 4 SETU
Mata Pelajaran : MATEMATIKA
Kelas/ Semester : VIII/2
Materi Pokok : RELASI DAN FUNGSI
Alokasi Waktu : 40 MENIT
A. Kompetensi Inti (KI)
KI 1: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI.2: Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI4: Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.
B. Kompetensi Dasar (KD), Indikator Pencapaian Kompetensi
No
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi Pengetahuan
3.3 mendeskripsikan dan
menyatakan relasi dan
fungsi dengan
menggunakan berbagai
representasi (kata-kata,
tabel, grafik, diagram, dan
persamaan)
3.3.1. menyimpulkan pengertian relasi
3.3.2. menyimpulkan pengertian fungsi
3.3.3. membedakan daerah asal dan hasil dari suatu relasi atau fungsi
3.3.4. mendeskripsikan dan menyatakan relasi dengan menggunakan
berbagai representasi (kata-kata, tabel, grafik, diagram panah)
3.3.5. mendeskripsikan dan menyatakan fungsi dengan menggunakan
berbagai representasi (kata-kata, tabel, grafik, diagram panah,
persamaan)
3.3.6. menentukan jenis relasi
3.3.7. menentukan nilai fungsi
3.3.8. merumuskan bentuk fungsi
Indikator Pengayaan
3.3.9. menentukan jenis fungsi
Kompetensi Keterampilan
4.3 menyelesaikan
masalah yang berkaitan
dengan relasi dan fungsi
dengan menggunakan
berbagai representasi
4.3.1. menyelesaikan permasalahan kontekstual yang bertipe soal HOTS yang
berkaitan dengan relasi dan fungsi
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui Discovery Learning dan Diskusi, peserta didik dapat menentukan banyaknya pemetaan yang mungkin terjadi dan dapat menentukan rumus fungsi serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan fungsi dengan menggunakan berbagai representasi dengan sikap bertanggung jawab dan disiplin.
D. Materi Pembelajaran
Ø Relasi
Ø fungsi
Ø Jenis Fungsi
Ø Menentukan bentuk fungsi
Ø Menentukan nilai fungsi
E. Metode Pembelajaran
Discovery Learning
Diskusi
F. Media Pembelajaran
LKPD
G. Sumber belajar
Buku Siswa
Buku Guru
H.Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
TAHAP PEMBELAJARAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN
ALOKASI WAKTU
A. Kegiatan Pendahuluan
Pendahuluan
(persiapan/orientasi)
1. Berdoa sebelum belajar
2. Memeriksa kehadiran siswa
2
Apersepsi
1. Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman sehari-hari
2. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4 orang.
2
Motivasi
1. Menyampaikan tujuan pembelajaran
2. Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari relasi dan fungsi dalam kehidupan sehari-hari
2
B. Kegiatan Inti
Sintak Model
Stimulation
1. Guru membagikan LKPD kepada masing-masing kelompok
2. Peserta didik mencermati LKPD
5
Sintak Model
Problem Statemen , Data Collection
1. Peserta didik mendiskusikan dan melakukan tanya jawab terkait pengerjaan LKPD serta menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan (alat tulis, dsb).
2. Peserta didik mengumpulkan informasi-informasi yang ada dalam LKPD terkait hal-hal yang diketahui dan ditanyakan.
3. Peserta didik mendiskusikan informasi-informasi lain yang mungkin dapat digunakan untuk menyelesaikan LKPD
15
Sintak Model
Data Processing, Verification, Generalization
1. Peserta didik secara kolaboratif mengolah informasi yang diperoleh untuk menyelesaikan LKPD secara terurut.
2. Peserta didik secara kolaboratif melakukan pembuktian kebenaran penyelesaian LKPD dengan merunut kembali langkah-langkah yang telah dilakukan.
3. Peserta didik secara kelompok menyajikan hasil diskusi kepada kelompok lain di depan kelas
4. Kelompok lain memberikan tanggapan terhadap hasil presentasi.
5. Peserta didik secara bersama-sama menarik kesimpulan dari hasil pengerjaan LKPD
9
C. Kegiatan Penutup
Peserta didik mendapat penguatan terkait kesimpulan yang telah dibuat secara bersama-sama
Guru memberikan tugas kepada peserta didik yang ada pada buku paket.
5
H. Penilaian
a. Teknik Penilaian
1) Sikap
a. Lembar observasi
No
Tanggal
Nama Siswa
Catatan perilaku saat pembelajaran
Butir Sikap
Tindak Lanjut
b. Penilaian antar teman
Aspek perilaku saat pembelajaran
Dilakukan
Ya
Tidak
2) Keterampilan
Penilaian praktik
3) Pengetahuan
Tes tertulis
Soal:
1. Diketahui A= {andi,fika}, B= {jeruk,apel,mangga,jambu}. Banyaknya pemetaan yang mungkin terjadi antar himpunan A ke B adalah ....
a. 16
b. 17
c. 18
d. 19
2. Perhatikan grafik tarif taksi dibawah
Adi naik taksi sejauh 6 km, tarif yang harus dibayar menurut tarif pada grafik tersebut adalah ...
Penugasan
b. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
Remedial
Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) setelah melakukan Tes Sumatif, maka akan diberikan pembelajaran tambahan (Remedial Teaching)terhadap IPK yang belum tuntas kemudian diberikan Tes Sumatif lagi dengan ketentuan:
- Soal yang diberikan berbeda dengan soal sebelumya namun setara
- Nilai akhir yang akan diambil adalah nilai hasil tes terakhir
- Siswa lain yang sudah tuntas (>KKM) dipersilahkan untuk ikut bagi yang berminat untuk memberikan keadilan.
Pengayaan
Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan materi pengayaan berupa penajaman pemahaman dan keterampilan memecahkan persoalan yang lebih komplek
Mengetahui Bekasi , 1 November 2019
Kepala SMPN 4 SETU Guru Mapel Matematika
Atam Sulaiman, S.Sos.I, MM Fitriyani, S.Pd
NIP. 19810114 200601 1 002 NIP.
KARTU SOAL PILIHAN GANDA
KARTU SOAL NOMOR 1
(PILIHAN GANDA)
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VIII/1
Kompetensi Dasar
3.3 Mendeskripsikan dan manyatakan relasi dan fungsi dengan menggunakan berbagai representasi (kata-kata, tabel, grafik, diagram, dan persamaan
Materi
Relasi dan fungsi
Indikator Soal
Disajikan himpunan A dan himpunan B, siswa dapat menentukan banyaknya pemetaan yang mungkin dari himpunan A ke B
Level Kognitif
L3
Soal:
Diketahui A= {andi,fika}, B= {jeruk,apel,mangga,jambu}. Banyaknya pemetaan yang mungkin terjadi antar himpunan A ke B adalah ....
a. 16
b. 17
c. 18
d. 19
Kunci Pedoman Penskoran
NO
SOAL
KUNCI/KRITERIA JAWABAN
SKOR
1
Diketahui
Banyak Anggota himpunan n(A) = 2
Banyak anggota himpunan n(B) = 4
Ditanya:
Maka banyak pemetaan yang mungkin dari himpunan A ke B adalah
Penyelesaian :
Banyaknya Pemetaan = n(B)n(A)
Banyaknya Pemetaan = 42
Banyaknya Pemetaan = 16
Jawabannya A
Jumlah Skor
1
1
1
1
1
5
KARTU SOAL URAIAN
KARTU SOAL NOMOR 2
(URAIAN)
Mata Pelajaran : MATEMATIKA
Kelas/Semester : VIII/ 1
Kompetensi Dasar
3.3 Mendeskripsikan dan manyatakan relasi dan fungsi dengan menggunakan berbagai representasi (kata-kata, tabel, grafik, diagram, dan persamaan
Materi
Fungsi
Indikator Soal
Diketahui suatu grafik tarif taksi dengan sumbu x adalah jarak dalam km dan sumbu y dalam satuan rupiah, peserta didik diminta menentukan berapatarif taksi
Level Kognitif
L3
Soal: Perhatikan grafik tarif taksi dibawah
Tarif (dalam ribuan)
1.
16
12
1 3 6 Jarak (dalam km)
Adi naik taksi sejauh 6 km, tarif yang harus dibayar menurut tarif pada grafik tersebut adalah ...
Kunci Pedoman Penskoran
NO
SOAL
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI
SKOR
1
Langkah penyelesaian:
Notasi f(x) = ax + b
(1) f(1) = 12
f(3) = 16
(2) a + b = 12
3a + b = 16
Dieliminasi didapat a = 2
Disubstitusi ke a + b = 12
2 + b = 12
b = 12-2
b = 10
(3) Notasi f(x) = 2x + 10
x = 6
F(6) = 2.(6) + 10 = 22
1
2
2
2
1
2
Jumlah skor
10
LAMPIRAN DOKUMENTASI
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar