Guruku Bak Puteri Indonesia
#TantanganGurusiana Hari Ke-6
#HGN2020
#KisahHarudiHariGuru
#EdisiSpesial
Jika berbicara tentang siapa guru yang paling berjasa di hidupmu? pastilah akan sangat bingung memilih, karena banyak sekali guru yang berjasa dalam hidup kita mulai dari TK, SD, SMP, SMA, termasuk juga guru ngaji. Semua guru meninggalkan jejak baik yang terus membekas di hati kita. Guru mempunyai keunikan dan karakter yang berbeda-beda. Ada yang pembawaannya tegas, disiplin, ada yang lembut, ada yang sabar, ada yang cuek, bahkan ada yang merakyat, bisa berteman dengan muridnya. Kesemuanya itu tentu demi kebaikan muridnya kelak.
Pada kesempatan Hari Guru Nasional 2020 ini, ijinkanlah saya menceritakan sedikit kisah haru bersama guru di salah satu SD tempat saya menuntut ilmu. Dimana beliau sangat mempunyai andil besar dalam kesuksesan saya hari ini.
Namanya Suprih Hariyanti, seorang guru hebat kelahiran Sawahlunto 58 tahun silam. Beliau dibesarkan di Jogjakarta, kemudian menikah dengan tetanggaku yang rumahnya tidak jauh dari sekolah. Beliau merupakan guru kelas di SDN Andongsari 04, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, sewaktu aku belajar di SD 30 tahun silam. Aku merasa beruntung sekali waktu itu, karena selama 6 tahun belajar di SD, hampir 5 tahun digembleng oleh Beliau. Iya, sejak kelas 2 sampai kelas 6 beliaulah yang mengajar di kelasku.
Banyak sekali ilmu pengetahuan yang sudah ditransfer sebagai bekal saat dewasa. Mulai belajar berhitung, membaca, memecahkan masalah, bereksperimen, dan lain-lain. Tak lupa pula ilmu memperbaiki tata krama, sopan santun sesuai adat ketimuran, bahkan ilmu ketrampilan dan kecakapan hidup juga sering beliau ajarkan padaku.
Parasnya yang anggun dan cantik mencerminkan citra wanita Jawa sesungguhnya. Ditambah tahilalat kecil di ujung hidungnya, menambah kecantikan naturalnya. Sungguh cantik. Beliau bak Puteri Indonesia. Brain, Beauty, and Behavior terlihat jelas ada pada dirinya. Ditambah kesehariannya yang luwes, pintar, tegas, dan sangat erat memegang adat ketimuran. Belajar apapun jadi sangat mudah, jika bersama Beliau.
Dibalik kecantikan wajahnya, ibu empat anak ini rupanya mempunyai wibawa yang tegas, garang, agak cerewet, dan sangat disiplin. Hal itu membuat aku dan teman-teman lebih sungguh-sungguh dalam belajar. Bunyi sepatunya dapat menghipnotis kami, tatkala beliau mulai berjalan dari kantor menuju kelas. Begitu mendengar suara tok...tok...tok... derap langkah kaki guruku ini, kami langsung sigap merapikan diri di balik meja masing-masing siap untuk menerima pelajaran. Saat beliau berada di dalam kelas, suasana langsung kondusif, tidak ada bising suara ramai. Bisik-bisikpun sangat tak mungkin.
Masih terekam jelas saat-saat bersama Bu Prih (begitu kami memanggilnya), engkau selalu menraktirku bakso dan es campur di warung Pak Cip sepulang lomba dari Ambulu. Engkau sering memujiku di depan teman-temanku. Engkau juga sering memberiku uang, setelah tugasku selesai. Aku bangga menjadi muridmu yang patuh, taat, dan selalu hormat.
Maafkan atas kenakalanku di masa lalu. Termasuk saat aku salah paham ketika engkau menyuruhku membelikan nasi pecel satu bungkus di warung Bu Parten, dan aku membelikan 10 bungkus. Engkau tidak marah padaku, meskipun uangmu habis untuk beli nasi pecel.
Maafkan aku, ketika bertemu denganmu di jalan aku sering sembunyi di balik gapura untuk menghindarimu. Semua itu bukan karena aku sombong, tapi karena aku malu untuk menyapamu. Jasamu begitu besar, namun aku belum bisa membalasmu. Sekarang aku sudah banyak belajar dari pengalamanku.
Ada beberapa pantun untukmu :
Naik delman menuju kota
Ditemani oleh Bu Suprih
Sungguh engkau pahlawan bangsa
Membimbing kami tanpa pamrih
Di Jember banyak lampu kota
Berjajar rapi berjarak sama
Sungguh aku terpesona
Guruku bak puteri Indonesia
Bermain sepeda mengelilingi taman
Bersama teman-teman tercinta
Terima kasih banyak kuucapkan
Buat Bu Suprih sang penerang gulita
Selamat Hari Guru 2020 buat Bu Suprih Hariyanti, guruku yang cantik, hebat, dan luar biasa bak Puteri Indonesia. Dengan tulus kuucapkan terima kasih yang tak terkira atas semua jasa-jasamu. Sungguh engkau bak pelita, penerang dalam gulita, jasamu tiada tara. Engkau patut untuk digugu, dan ditiru. Semoga Allah senantiasa melindungimu, membalas semua kebaikanmu. Tetaplah tersenyum, karena senyummu semangatku. Semoga engkau sehat, bahagia, dan sukses selalu...aamiin. Ketegasanmu di masa lalu, menciptakan senyumku di masa kini.
Ambulu, 25 November 2020.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Kereeen ulasannya, Bunda. Salam literasi
Terima kasih Pak. Salam literasi
Terima kasih Pak. Salam literasi
Keren bunda cantik ,salam literasi
Terima kasih Bu
Mantab tulisannya bunda. Salam sukses selalu. Selamat Hari Guru
Terima kasih Pak. Selamat Hari Guru
Mantap mbk,semoga selalu sukses...Selamat Hari Guru buat mbk Iin Supmawati dan Bu Preh...biarpun ngak pernah belajar di SD Andongsari 4.Bu Preh juga termasuk Guru yg paling saya hormati karena ketegasannya,anggun,cantik dan berwibawa.Semoga Bu Preh selalu di beri kesehatan,dimurahkan rejekinya amin...
AamiinTerima kasih Yuli