KECEWA
Oleh:Leny Rose
Oleh : Leny Ros
Bismillah.. Tagur 7
Hari ini sekolah kak Rose mengundang orang tua siswa untuk penerimaan rapor semester ganjil yang lalu. Saat membagikan undangan rapor di grup kelas, kak Rose sudah mengingatkan siswanya agar membawa orang tua atau wali terdekat bagi siswa yatim piatu.
Pukul 07.30-09.30 jadwal yang diberikan kepada wali kelas XII untuk pembagian rapor siswanya. Sesuai jadwal kak Rose sudah standby menunggu kedatangan siswa bersama orangtuanya. Namun sangat disayangkan, dari 35 siswa hanya 15 orang yang membawa orang tua kandungnya. Lima siswa tidak datang dan sisanya membawa wali.
Bagi siswa yatim piatu yang hanya tiga orang di kelas itu, tentunya ga salah kalau mereka didampingi wali, tapi bagaimana dengan 12 orang lainnya? Jawaban mereka rata-rata sama semua, orang tua sibuk. Hanya dua siswa yang orangtuanya sedang sakit.
Pembagian rapor yang hanya dua kali dalam setahun itu adalah kesempatan bagi wali kelas untuk berbincang dengan orangtua tentang perkembangan anaknya dalam pembelajaran terutama bagi siswa yang bermasalah. Ga heran kalau anak ga peduli dengan pembelajarannya, karena orang tuanya yang tidak peduli dengan anaknya.
Bagaimana tanggapan sahabat Gurusianer?
Ujungbatu, 07012022
Tantangan Menulis Gurusiana Hari ke-7
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Maaf Bu, frasa 'membawa orang tua' apa tidak sebaiknya diubah menjadi 'mengajak orang tua'? Ini sekadar saran, Bu.
Memang begitulah yang terjadi pada saat ini. Tuntutan ekonomi dan pekerjaan menjadi alasan. Tapi hanya 50 persen saja yang alasannya benar. Selebihnya banyak bohongnya. Salam sehat selalu ya Bun.