NURROHMAH PUJI MASTUTI

Guru IPA yang sejak kecil gemar sastra. Seringkali menulis puisi dan cerpen di sela kegemaran traveling.Lebih suka diam dan suka dengan ketenangan. ...

Selengkapnya
Navigasi Web
CANGKRIMAN, MENGINTIP SOAL PAS DARING (T365, H261)
Pixabay

CANGKRIMAN, MENGINTIP SOAL PAS DARING (T365, H261)

Mendung kembali tertata, tebal menutup langit. Entah, sejak pagi cuaca tak menentu. Sebentar mendung, sebentar cerah. Hingga tak terasa badan pun harus turut menyesuaikan keadaan.

Dalam siang di akhir pekan, kembali kubersandar pada tiang di teras kelas. Melepas anak-anak kelas tujuh yang telah selesai mengerjakan PAS daring di sekolah.

Sesi berikutnya kelas delapan mulai memasuki laboratorium TIK. Usai sejenak istirahat kembali aku melangkah mendampingi beberapa siswa. Satu jam mata ujian seni budaya telah selesai. Berganti dengan mata pelajaran bahasa Jawa.

Mengingatkanku pada masa SMP dulu. Ketika itu aku bersekolah di MTsN di dekat tempat tinggalku. Mata pelajaran bahasa Jawa dulu merupakan mata pelajaran wajib di sekolah. Ada ujian tersendiri, khusus mata pelajaran ini.

Tentu sebagai siswa terkadang kekhawatiran pun muncul manakala kami kurang menguasai mata pelajaran tersebut. Saya pribadi yang asli keturunan Jawa pun merasa sulit memahami bahasa Jawa.

Tata bahasa Jawa saya nilai sangat rumit dan setiap jenjang usia pun berbeda penerapannya. Ada istilah bahasa ngoko, untuk berbicara dengan sebaya atau orang tua kepada orang yang lebih muda. Ada bahasa krama madya, untuk berbicara dengan orang yang seusia. Ada pula bahasa krama inggil, untuk berbicara dengan orang yang lebih tua atau yang kita hormati.

Tak hanya itu, penulisan kalimat dalam bahasa jawa pun juga menggunakan huruf Jawa, yang biasa kami sebut ha na ca ra ka. Huruf Jawa itupun cara penulisannya juga rumit karena ada kata depan, sisipan dan akhiran.

Walaupun sulit dalam belajar bahasa Jawa tetapi aku sangat menyukainya. Sesuatu yang unik tentu membuatku penasaran dan tertantang untuk bisa mempelajari dengan lebih sempurna.

Satu hal yang menarik dalam bahasa Jawa, ada istilah cangkriman. Apakah cangkriman itu? Cangkriman sama dengan teka-teki. Tentu teka-teki itu ada pertanyaan dan ada jawaban.

Terkadang cangkriman ini juga sebagai sarana candaan dengan teman. Siapa yang bisa menjawab tentu dia yang menang dalam permainan. Tak ada hadiah tentunya. Tetapi sorak kemenangan itu hal yang istimewa.

Mengintip soal PAS daring kelas delapan hari ini, sempat kubaca soal tentang cangkriman. Begini tertulis dalam soal, " Cilik dadi kanca, yen gedhe dadi musuh." Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya, " kecil menjadi teman, jika besar menjadi musuh. "

Cangkriman atau teka-teki itu harus ada jawaban. Ternyata anak sekarang masih juga kesulitan menjawabnya. Jawaban yang tepat adalah api. Jadi api yang kecil dapat menjadi teman. Dapat kita gunakan untuk menyalakan lilin, memasak dan lain-lain.

Namun terkadang karena kecerobohan orang atau kejadian alam, maka api yang kecil itu bisa membesar dan menjadi musibah atau musuh manusia.

Sambil bersandar di sela tugas dinas, akupun kembali belajar tentang cangkriman. Kubuka gawai dan mulai kubaca beberapa jenis dan contohnya. Akupun tersenyum sendiri membaca cangkriman dan mencoba menjawab pertanyaan dalam teka-teki itu.

Salah satu contoh lainnya misalnya begini, "Ana gajah numpak becak, ketok apane? " artinya "ada gajah naik becak, kelihatan apanya?" Jawabannya adalah, "ketok yen ngapusi atau kelihatan menipunya.

Sedikit hiburan di akhir pekan. Sambil menunggu anak-anak kelas sembilan untuk PAS daring sesi berikutnya. Salam literasi. Lestarikan budaya negeri.

#T365, H261

Nganjuk, 05122020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Mantap ulasannya

05 Dec
Balas

Terima kasih Bu Fit. Salam literasi

05 Dec

Terima kasih sudah menambah pengetahuan saya, Bu...

05 Dec
Balas

Alhamdulillah. Aamiin. Terima kasih kembali. Salam literasi.

08 Dec

Tentu menyenangkan ya, mengisi sela waktu dengan mempelajari cangkriman. Ulasannya keren, Bund. Sangat bermanfaat.

05 Dec
Balas

Aamiin. Alhamdulillah. Belajar senang dimana pun berada. Terima kasih Bu Terima. Salam literasi.

08 Dec

Cangktiman yang menawan. sehat dan sukses selalu bucantiik

06 Dec
Balas

Aamiin. Terima kasih. Doa terbaik untuk Bunda.

08 Dec

Hahaa..lucu2 seru ya mbak cangkrimannya

06 Dec
Balas

Alhamdulillah. Hiburan Bunda. Terima kasih. Salam literasi. Sukses selalu.

08 Dec

Heheee...mantul Bundaku

05 Dec
Balas

Mengintip yang menguntungkan. He he. Jadi ide. Terima kasih.

05 Dec

Dulu aku sempt diajarin almarhum mama. Tulisan ha na ca ra ka, tapi semua lupa....susah bagiku. Keren Bun...lanjut

05 Dec
Balas

Memang susah Bunda. Tapi asyik. Terima kasih Bunda. Salam literasi.

08 Dec

Keren bunda Nur...kalau di sini dulu ada mapel.muatan lokal nya BAM Budaya Alam Minangkabau. Tapi sekarang ganti dg Tahfizh bun.

05 Dec
Balas

Iya Pak. Sekarang bahasa Jawa masuk ke Muatan Lokal. Tetap juga banyak anak yang kesulitan. Terima kasih hadirnya. Sukses selalu. Salam literasi.

05 Dec

Nggone neng selangkangan. Nek ditarik mendek. Nek diculke mlaku. Apa jawabane? Jawabane gampang. Rem becak.Asyik ya bu Cangkriman.

05 Dec
Balas

Ha ha. Onok ae. Maturnuwun Buk. Salam literasi.

05 Dec

Mantep, Bu kearifan lokal. Saya tertantang utk belajar 'ngoko alus nya, Bu.

06 Dec
Balas

Belajar bareng Bunda. Terima kasih. Salam literasi.

08 Dec

Mantap bu, jadi dapat pengalaman dari ulasannya, salam sukses

05 Dec
Balas

Alhamdulillah. Aamiin. Semoga bermanfaat. Terima kasih supportnya.

05 Dec



search

New Post