Pulang
Kata orang, ada dua alasan yang membuat seseorang pergi sejauh-jauhnya. Satu, karena ia merasakan kebencian yang teramat besar. Kedua, karena rasa cinta yang teramat dalam. Aku kerap bertanya, mungkinkah alasan-alasan itu ada dalam diriku? Benci dan cinta. Keduanya sempurna membuatku marah, kecewa, terluka, sedih, dan akhirnya memilih pergi. Bukan semata untuk melupakan. Lebih karena aku tahu, pergi selalu beriringan dengan waktu yang mampu mengobati segala lara. Aku menghela napas, menuntun ingatanku mundur, menghitung sudah berapa lama aku pergi.
“Alhamdulillah, akhirnya kamu pulang, Nak. Bertahun-tahun kamu meninggalkan Ibu dan Bapak. Sepucuk suratmu hanya berisi kabar bahwa kamu baik, tanpa pernah kami tahu kamu ada di mana. Ibu bersyukur, Tuhan mendengarkan doa Ibu. Lebaran ini kita bisa berkumpul lagi, seperti lebaran belasan tahun silam,” terbata-bata suara Ibu sambil terus mendekapku bersama airmatanya yang deras mengalir. Menyambut mudikku.
“Kabar Zahra bagaimana, Bu?” tanyaku, setelah semua kekakuan dan keharuan bisa kukendalikan. Ibu tampak terkejut. Aku tersenyum, memastikan pertanyaanku tidak salah. Dengan suara lirih, Ibu menjelaskan bahwa setelah aku pergi Zahra berkali-kali datang mencariku. Ia pun menyampaikan kepada Ibu kalau ia menolak dijodohkan bapaknya. Kini, Zahra dipasung. Cintanya kepadaku telah membuat raganya sakit dan belasan tahun menungguku telah membuat jiwanya lelah. Seketika, sesal menjelma. Mudik ini tidak membuatku merasakan arti pulang seutuhnya.
Lebak, 17042021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantap pentigrafnya. Salam literasi. Sudah like & follow
Terima kasih, Pak. Izin saya follow kembali, Pak.
Semoga dengan si aku pulang, zahra bisa sembuh. Kasihan zahra.Keren pentigrafnya.
Aamiin.. Terima kasih atas doa dan apresiasinya, Bun..
Menarik Bu pentigrafnya
Terima kasih, Pak. Salam sehat dan sukses.
Keren Bu pentigrafnya.
Terima kasih, Bu Chalen.. Salam literasi.
Zahra g bisa pindah ke lain hati. Hehe ... Menarik Bu pentigrafnya.
Terima kasih, Pak..Si Aku pergi setelah tahu Zahra akan dijodohkan. Ternyata Zahra setia..