Cita Rasa Kolonial Dalam Sajian Makanan Kita
Dampak dari Kolonial Belanda sampai saat ini masih bisa kita rasakan walaupun kejadian itu sudah ratusan tahun yang lalu, banyak hal yang ditinggalkan oleh bangsa Belanda seperti bangunan bergaya khas Eropa, kosa kata bahasa Belanda yang menjadi bahasa serapan, dan makanan - makanan yang bisa kita rasakan sampai sekarang. Penasaran apa saja? Yuk di simak.
1. Selat Solo
Pernah kah teman - teman mendengar nama makanan ini? Makanan ini adalah makanan khas dari daerah Solo, Jateng. Dahulu makanan ini di hidangkan untuk kalangan elit saja lho! Untuk tampilannya makanan ini sekilas mirip dengan makanan Beef Steak khas Eropa, makanan ini juga sudah mengalami perubahan dengan mengikuti lidah orang Indonesia yang berbeda dengan Beef Steak buatan asal negara Eropa.
2. Kastengel
Jenis kue kering ini sering kita jumpai dalam toples saat perayaan hari Raya Idul Fitri, Natal dan Imlek. Awalnya kue ini dijadikan makanan ringan atau snack bagi orang-orang Belanda yang tinggal di Indonesia dan mereka mengajarkan cara pembuatan kuer ini kepada ART-nya sehingga resep kue ini dijadikan resep turun temurun.
3. Nastar
Nah, untuk kue ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita, karena kue ini selalu menjadi primadona saat hari-hari perayaan besar. Kue nastar berasal dari kata ananas tart yang berarti kue tart nanas, kue ini juga sudah mengalami modifikasi karena keadaan negara Indonesia beriklim tropis yang dimana sangat mudah menemukan buah nanas. Resep aslinya bahan utama kue ini adalah selai buah persik sebagai pengganti dari buah persik maka memakai buah nanas.
4. Semur
Meskipun bercitarasa lokal, ternyata sejarah semur bisa ditelusuri sampai ke kuliner Belanda. Menurut The Javanese, istilah semur berasal dari bahasa Belanda smoor(rebusan) atau smoren(merebus). Di Belanda sendiri smoor adalah daging yang direbus bersama tomat dan bawang dalam waktu lama.
Di Indonesia, smoor atau semur berkembang dari sekadar rebusan daging sapi dengan tomat dan bawang menjadi masakan kaya bumbu rempah dengan berbagai bahan dasar alternatif seperti ayam, tahu, tempe, telur dan jengkol.
5. Ayam Suwir
Ayam suwir yang biasa digunakan sebagai topping nasi goreng, bakmi, atau nasi uduk ternyata juga terpengaruh kuliner Belanda, lho. Menurut buku Rijsttafel: Budaya Kuliner di Indonesia Masa Kolonial 1870-1942 karya Fadly Rahman, ayam suwar-suwir berasal dari bahasa Belanda zwartzuur.
6. Sop Kacang Merah
Sup berbahan kacang merah, yang lebih dikenal di masyarakat kita pada umumnya. Menurut pakar kuliner Hindia Belanda, Jeff Keasberry, makanan ini diadaptasi dari makanan Bruine Bonensoep asal Belanda. Perbedaannya ada pada kuah, Sop Brenebon punya kuah yang lebih bening ketimbang Bruine Bonensoep dan juga sudah mengalami modifikasi mengikuti selera masyarakat Indonesia dengan menambahkan kaldu ayam atau potongan daging sapi.
Nah itu dia beberapa warisan makanan dari jaman Belanda.
Sumber :
Indische Koek Boek, Karya Van Der Meijden
Rijsttafel: Budaya Kuliner di Indonesia Masa Kolonial 1870-1942 karya Fadly Rahman
Kebudayaan IndiesIndies dari Zaman Kompeni Sampai Zaman Revolusi, karya Komunitas Bambu
https://m.diadona.id/food/selain-semur-dan-perkedel-15-makanan-warisan-belanda-ini-masih-eksis-di-zaman-now-200211f.html
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Keren ulasannya. Salam sukses.