Bukan Pasangannya
Menulis hari ke-336 (1405)
/
Bu Imah membuat baju untuk kerja ke tempat tukang jahit langganannya. Sudah lama baju itu dipesan dan sudah diukur Bu Imahnya tetapi belum jadi-jadi bajunya. Sudah berapa kali Bu Imah nanya tetapi selalu saja belum jadi bajunya. Inilah itulah alasannya.
Penasaran bajunya belum jadi-jadi, Bu Imah menelepon tukang jahitnya dan dikatakan bahwa baju Bu Imah sudah selesai, Betapa girangnya Bu Imah mendengar bajunya sudah jadi. Bu Imah segera pergi ke tempat tukang jahit untuk mengambil bajunya. Sambil Bu Imah membelikan pupuk NPK anak gadisnya untuk memupuk tanaman jagung di sekolahnya.
Sesampai di tempat tukang jahit Bu Imah mendapati karyawan tukang jahitnya baru datang dari istirahat. Ibu mau ambil baju ya? Bu Imah mengiyakan. Dicarilah baju Bu Imah, ketemu atasannya ada namanya. Dicarilah roknya oleh karyawan tapi belum ketemu-ketemu roknya. Pegawai mengatakan bahaimana kalau Ibu makai rok punya guru sekolah lain nanti punya guru itu kami jahitkan lagi. Sekali Bu Imah coba, roknya pendek dan Bu Imah tidak mau memakai ukuran orang. Bu Imah berkata."Biarlah Bu saya menunggu dijahitkan saja yang ukuran saya, saya dak mau makai rok ukuran orang nanti dak pede makainya." O begitu kata pegawainya, nanti kami buatkan sesuai ukuran ibu ya. Bu Imah menganggukan kepala tanda setuju.
Salam literasi
SungPad, 4 Desember 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar