CERITA DEDEK, BUNDA DAN AYAH
DEDEK SUPERBOY … WUZZZ
*****
Bunda membolak-balik album foto-foto lama Ayah mulai masa anak-anak, hingga remaja usia kuliah. Dalam album foto tersebut terpajang foto-foto Ayah waktu muda dengan kumis tipis, dan senyum memikat. Ada foto saat Ayah masih menjadi anggota Tim Bola Volly, Hacking dan Champing, serta kesukaan Gowes Ayah bersama teman-temannya.
Di lain pihak Dedek yang duduk di lantai asyik dengan buku bergambar warna-warni para superhero dunia, dan Nusantara. Dedek tampak suka dengan gambar-gambar para pahlawan bagi anak-anak tersebut.
Sementara itu Bunda terus membolak-balik album foto tersebut sampai suatu titik, ia melihat beberapa foto waktu Ayah muda bersama temen-temen gadis saat masih SMA dan kuliah.
Bunda : Pasti Ayah dulu playboy ya…?
Tiba-tiba bunda membuka suara yang membuat Ayah yang awalnya asik membaca koran pagi terperanjat.
Ayah : Lho, kok Playboy …?
Ayah Nampak tidak menyangka jika Bunda berkata demikian. Ia tidak tahu apa Bunda berkata sungguhan ataukah sekedar guyonan.
Bunda : Nih, buktinya dalam album foto Ayah banyak foto bersama para cewek-cewek cantik
Ayah : Walah Bun. Itu kan foto temen-temen SMA dan Kuliah waktu dulu.
Bunda : Temen apa temen …?
Bunda tampaknya mulai serius dengan perkataaannya, meski dilagukan dengan senyum menmggoda.
Ayah : Coba Ayah lihat!
Ayah bergeser duduknya lebih mendekati Bunda
Ayah : Ini kan Wulan temen SMA Ayah yang kapan hari datang bersama suaminya ke sini itu tho? Ini Diana, dan Riska yang Bunda juga sudah kenal.
Bunda : Terus yang ini capa?
Bunda menunjukkan sesosok cewek langsing berambut panjang yang berfoto sedkit mesra dengan Ayah waktu muda. Kali ini Ayah agak sedikit gugup berbicaranya.
Ayah : Oh, itu. Kan Bunda dulu udah Ayah cerita’in. Memang dulu ada temen kuliah yang naksir Ayah. Namanya Arinda
Bunda : Terus yang ini …? Yang ini …?
Ayah semakin kelagepan menjawab pertanayaan Bunda dengan menunjuk deretan foro Ayah bersama beberapa gadis cantik saat itu.
Ayah : Itu temen-temen ayah di Tim Bola Volly, Tim Hicking, dan Gowess.
Ayah menjelaskan semua secara global, tetapi hal itu tampak belum membuat Bunda puas.
Bunda : Hmmm, Ayah mau nyangkal ya. Dasar Playboy …!
Bunda kali ini berkata kethus. Serta-merta menghempaskan album foto ke lantai. Terlihat raut muka Bunda mulai juthek dengan bibir yang dimonyong-monyongin.
Dedek yang dari tadi asik, seolah-olah tidak peduli dengan pembicaraan Ayah dan Bunda merajuk kepada Bunda sambil menunjukkan sesosok gambar superhero.
Dedek : Dedek Superboy ya Bunda …?
Dedek menunjukkan gambar superboy kepada Bunda, karena ketika Bunda bilang Playboy ke Ayah terdengar Superboy di telinga Dedek. Dan kebetulan Dedek pas melihat gambar Superboy dalam buku gambarnya.
Bunda yang tidak lagi sreg, karena terlanjur juthek setelah melihat foto-foto Ayah dalam album tidak menanggapi Dedek. Melihat gelagat tersebut Ayah segera menyahut.
Ayah : Iya betul Dedek Superboy yang kuat, hebat bisa terbang, dan suka menolong orang.
Dedek : Horeee … Dedek Superboy …. Wuzzzzz terbang. Terus kalo Ayah capa?
Ayah : Ayah adalah Superman, ayahnya Superboy.
Dedek : Kalo Bunda, Yah…?
Ayah : Bunda adalah SuperMom. Yess ...!
Ayah berkata sambil melirik ke arah Bunda. Dedek dan Ayah, kedua-duanya tampak gembira. Sementara Bunda masih cemberut juthek, dan beranjak meninggalkan mereka berdua.
*****
Sabat, 22 Juni 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantap kisahnya Mas senior. Lanjuut. Sukses selalu
Terima kasih atas apresiasinya pak Burhani
Alhamdulillah akhirnya nongol.. dan panjut mbacanya. Sukses selalu
Haha.... Bunda cari gara2 aja.
Terimakasih admin
Ceritanya sangat menghibur. lanjut Pak
Terimakasih apresiasinya pak Rochadi
Nah tuh...gegara buka album kenangan. Simpan saja albumnya. Hehe....
Hehehe ... iya bunda. Terimakasih atas apresisasinya
Mantap ceritanya, Pak. Salam sukses selalu!
Terimakasih apresiasinya bunda
Terimakasih apresiasinya bunda
Ada yang cemburu nih.
Iya Bunda ... hehehe. Terimakasih atas apresiasinya