Karamnya Hati (1070)
Karamnya Hati
karya Rismalasari
Di samudera harapan, kapal pun berlayar,
Mengikuti bintang yang tampak bersinar.
Namun badai datang, arah pun lenyap,
Hati karam, harapan terserap.
Dayung dikayuh, gelombang dilawan,
Peluh mengalir, tak henti berjuang.
Namun dermaga tak kunjung terlihat,
Seakan usaha hanya bayang yang tersirat.
Di palung terdalam, sunyi menyapa,
Hampa merengkuh jiwa yang terluka.
Namun di balik gelap, bisik lirih bergema,
“Bangkitlah, mimpi baru menanti di sana.”
Langkah perlahan, jejak mulai terukir,
Menyusun harapan, hati kembali mengilir.
Badai kemarin, pelajaran tak ternilai,
Kini kuarungi hidup dengan semangat baru
( Labuan Bajo, November 2023 )
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
