Rismalasari

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sukseskan Festival Pantun Nusantara 2024 (1086)
Koleksi

Sukseskan Festival Pantun Nusantara 2024 (1086)

Sukseskan Festival Pantun Nusantara 2024

Oleh Rismalasari

Jakarta, 21-22 Desember 2024, Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) sukses menyelenggarakan Festival Pantun Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, yang berlangsung pada 21 hingga 22 Desember 2024. Kegiatan ini menjadi ajang bertemunya berbagai komunitas seni dan budaya dari negara-negara ASEAN untuk merayakan kekayaan tradisi pantun, sekaligus mempererat hubungan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.

Festival ini dihadiri oleh anggota komunitas PERRUAS dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan negara ASEAN lainnya. Acara ini juga diramaikan oleh berbagai pertunjukan seni, seperti tarian tradisional, puisi multimedia, parade pantun, hingga bazar budaya yang menampilkan kerajinan khas tiap negara peserta.

Keistimewaan Festival

Salah satu daya tarik utama festival ini adalah parade pantun, di mana perwakilan setiap negara ASEAN saling berbalas pantun dalam suasana penuh canda dan kebersamaan. Selain itu, pertunjukan puisi multimedia yang memadukan seni sastra dengan teknologi audiovisual modern berhasil memukau penonton dan memberikan perspektif baru dalam menikmati seni tradisional.

Tarian-tarian tradisional dari berbagai daerah Indonesia dan negara ASEAN lainnya juga menjadi sorotan, menggambarkan keindahan dan keragaman budaya yang ada di kawasan ini.

Persiapan Launching Buku Rekor MURI ASEAN Karmina

Puncak acara festival ini adalah peluncuran buku berjudul *Rekor MURI ASEAN Karmina*, yang merupakan antologi pantun karmina dari berbagai komunitas seni di ASEAN. Buku ini digadang-gadang akan mencetak rekor MURI sebagai koleksi pantun karmina terbesar di Asia Tenggara.

Menurut Asrizal Nur, Ketua Umum PERRUAS sekaligus penggagas acara ini, persiapan peluncuran buku tersebut melibatkan kolaborasi lintas negara selama lebih dari satu tahun. Setiap komunitas PERRUAS di ASEAN mengirimkan kontribusi pantun terbaiknya, yang kemudian dikurasi oleh tim redaksi profesional.

Peluncuran buku ini menjadi simbol bagaimana pantun, sebagai warisan budaya tak benda, mampu menyatukan berbagai bangsa dan generasi. “Buku ini bukan hanya sebuah karya sastra, tetapi juga bukti nyata bahwa seni dapat menjadi jembatan antarbangsa,” ungkap Asrizal.

Harapan untuk Masa Depan

Melalui festival ini, PERRUAS berharap tradisi pantun semakin dikenal generasi muda dan mendapat tempat istimewa di tengah perkembangan zaman. Festival ini juga diharapkan menjadi agenda tahunan yang menguatkan hubungan budaya antarnegara ASEAN.

Festival Pantun Nusantara 2024 pun ditutup dengan suasana meriah, penuh apresiasi, dan semangat kebersamaan yang tinggi, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan penonton.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post