Rismalasari

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Launching dan Bedah Buku Antologi Puisi Buitenzorg (1261)
Koleksi

Launching dan Bedah Buku Antologi Puisi Buitenzorg (1261)

Launching dan Bedah Buku Antologi Puisi Buitenzorg

Oleh Rismalasari 

    Suasana Aula Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor pada Selasa pagi, 17 Juni 2025, dipenuhi nuansa sastra dan semangat literasi. Acara launching dan bedah buku antologi puisi *Buitenzorg* berlangsung khidmat sekaligus meriah. Kegiatan ini dihadiri para penyair dari berbagai daerah, penikmat sastra, pelajar, guru, komunitas literasi, dan tamu undangan lainnya.

 

  Antologi puisi *Buitenzorg*, yang berisi kumpulan karya penyair dari Bogor dan sekitarnya, menjadi simbol cinta dan refleksi mereka terhadap kota hujan, sejarah, alam, dan dinamika kehidupan masyarakatnya. Judul *Buitenzorg* sendiri diambil dari nama lama Kota Bogor di masa kolonial yang berarti “tanpa kekhawatiran”, dan menjadi benang merah dari banyak puisi yang disajikan.

 

   Acara diawali dengan sambutan dari panitia dan perwakilan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, yang menekankan pentingnya kegiatan literasi sebagai bagian dari pengembangan budaya baca dan ekspresi kreatif masyarakat. Peluncuran buku ditandai dengan pembukaan sampul dan pembacaan puisi pilihan oleh beberapa penyair terlibat.

 

    Menambah bobot intelektual kegiatan, seminar sastra turut digelar dengan menghadirkan dua narasumber terkemuka: **Prof. Dr. Males Sutiasumarga**, seorang akademisi dan kritikus sastra kenamaan, serta **Sahir Ramses Simanjuntak**, penyair sekaligus editor sastra produktif. Keduanya mengupas tema, gaya bahasa, dan kontribusi antologi *Buitenzorg* dalam peta kesusastraan lokal dan nasional.

 

   Prof. Sutiasumarga dalam paparannya menyatakan bahwa puisi dalam *Buitenzorg* mengandung “napas lokalitas yang kuat namun berpikiran universal.” Sementara Sahir Ramses menekankan pentingnya keberlanjutan karya kolektif seperti ini sebagai bagian dari gerakan literasi akar rumput.

 

   Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Mereka aktif berdialog, mengajukan pertanyaan, hingga terlibat dalam diskusi hangat seputar proses kreatif dan nilai-nilai budaya dalam puisi. Acara ditutup dengan penandatanganan buku oleh para penyair dan sesi foto bersama.

 

    Dengan berlangsungnya kegiatan ini secara lancar dan penuh semangat, diharapkan antologi puisi *Buitenzorg* tidak hanya menjadi dokumentasi karya sastra, tetapi juga pemantik semangat berkarya dan membangun ekosistem literasi yang hidup di Kabupaten Bogor dan sekitarnya.

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post