Menata Hati Merawat Harap (1255)
Menata Hati, Merawat Harap
karya Rismalasari
Aku tak lagi menakar janji,
angin pun bebas berlalu tanpa kuhalangi.
Hati ini, meski pernah retak,
kini kutata pelan, tak ingin terburu bangkit.
Tak apa jika dunia tak selalu hangat,
aku tak menuntut pelangi datang setiap saat.
Cukup secangkir tenang di pagi hari,
dan doa yang lirih menemani malam sunyi.
Aku tak meminta banyak hal,
hanya tawa yang jujur dan peluk yang kekal.
Sederhana—tapi nyata,
seperti cahaya yang tak pernah menyapa.
Jika bahagia itu datang,
biarlah ia datang dengan langkah ringan.
Tak perlu megah, tak perlu sorak,
cukup ia duduk di sudut hati, menetap.
( Bogor, 1 juni 2025 )
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
