Seminar Peran Orang Tua ABK dalam Mempersiapkan Masa Remaja (1264)
Peran Orang Tua Berkebutuhan Khusus dalam Mempersiapkan Anak Memasuki Usia Remaja
Oleh Rismalasari
Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor hari ini dipenuhi antusiasme para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK), dalam sebuah seminar bertajuk *“Peran Orang Tua Berkebutuhan Khusus dalam Mempersiapkan Anak Memasuki Usia Remaja”*. Kegiatan yang berlangsung pada hari Sabtu ini diinisiasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Bogor, bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendamping ABK.
Acara dimulai pukul 08.30 WIB dan dibuka secara resmi oleh Ny. Eva Rudi Susmanto , dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pendampingan keluarga terhadap anak-anak ABK, terutama dalam transisi penting menuju usia remaja yang penuh tantangan emosional, sosial, dan psikologis.
Seminar ini menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang profesional, seperti psikolog perkembangan anak, terapis okupasi, dan perwakilan komunitas orang tua ABK. Di antaranya adalah Dr. Andriana M.Psi., psikolog klinis yang menyampaikan materi tentang *perubahan psikososial anak ABK saat menginjak masa remaja*.
Dalam sesi selanjutnya, para peserta mendapatkan pemaparan menarik mengenai tips dan trik melatih kemandirian anak ABK sejak dini. Beberapa di antaranya meliputi:
* Menciptakan rutinitas harian yang terstruktur.
* Melatih pengambilan keputusan sederhana secara bertahap.
* Mengembangkan keterampilan sosial melalui interaksi yang aman dan terarah.
* Memberikan tanggung jawab kecil di rumah sesuai kemampuan anak.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah *sharing session* dari orang tua yang telah berhasil mendampingi anaknya melalui masa transisi ini. Kisah-kisah penuh perjuangan dan ketulusan yang disampaikan, membuat suasana semakin hangat dan emosional. Tak sedikit peserta yang terharu mendengarkan pengalaman nyata dari rekan sesama orang tua.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta dapat bertanya langsung kepada para narasumber seputar kendala yang mereka alami. Banyak pertanyaan muncul terkait pengelolaan emosi anak, pendidikan inklusif, hingga cara membangun kepercayaan diri pada remaja ABK.
Di akhir acara, para peserta diberikan modul pelatihan dan pendampingan yang bisa digunakan di rumah. Pihak panitia berharap seminar ini menjadi langkah awal membangun komunitas orang tua yang saling mendukung dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak berkebutuhan khusus.
“ Seminar ini sangat bermanfaat, saya merasa tidak sendiri lagi,” ujar Ibu Nani, salah satu peserta dari Kecamatan Cibungbulang. “Saya jadi tahu cara yang tepat untuk melatih anak saya agar lebih mandiri, dan saya juga bertemu banyak orang tua yang punya pengalaman serupa.”
Kegiatan ditutup pada pukul 13.00 WIB dengan penuh semangat dan harapan, bahwa dengan kolaborasi antara keluarga, komunitas, dan pemerintah, masa depan anak-anak berkebutuhan khusus akan semakin cerah.


Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
