Rismalasari

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Eksistensi Komite Sekolah  Masa Kini (1297)
Koleksi

Eksistensi Komite Sekolah Masa Kini (1297)

Eksistensi dan Peran Komite Sekolah Masa Kini

Oleh Rismalasari

Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus bergerak maju, peran komite sekolah kembali menjadi sorotan. Tak sedikit masyarakat yang memandang sinis terhadap keberadaan komite, menilainya sebagai lembaga formalitas belaka atau bahkan sekadar "pembantu" dalam penggalangan dana. Namun, di balik persepsi tersebut, komite sekolah sesungguhnya memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara sekolah dan masyarakat, antara visi pendidikan dan realita yang dihadapi para orang tua dan siswa.

Menilik Kembali Peran Komite Sekolah

Komite sekolah bukanlah badan pelengkap tanpa makna. Berdasarkan Permendikbud No. 75 Tahun 2016, komite sekolah memiliki tiga fungsi utama: **memberikan pertimbangan, dukungan, dan pengawasan** terhadap pelaksanaan kebijakan pendidikan di sekolah. Artinya, komite bukan hanya pelengkap administrasi, melainkan mitra strategis kepala sekolah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Sebagai contoh, dalam fungsi **pertimbangan**, komite berperan menyuarakan aspirasi orang tua terhadap kebijakan sekolah—mulai dari penyusunan program tahunan hingga kebijakan kedisiplinan siswa. Sementara dalam **dukungan**, komite dapat membantu dalam bentuk pemikiran, tenaga, bahkan sumber daya, tanpa harus selalu identik dengan pungutan. Sedangkan sebagai pengawas, komite ikut mengawal agar penggunaan anggaran sekolah berjalan transparan dan akuntabel.

Tantangan: Sinisme dan Minimnya Partisipasi

Sayangnya, dalam praktik, tidak semua komite sekolah menjalankan perannya secara maksimal. Ketidakjelasan fungsi, keterbatasan kapasitas anggota, dan rendahnya partisipasi orang tua sering kali menjadi hambatan. Dari sini, muncul sinisme dari masyarakat: komite dianggap hanya muncul saat "ada iuran", atau hanya menjadi stempel legitimasi atas kebijakan sekolah yang kurang partisipatif.

Tak jarang pula masyarakat merasa bahwa suara mereka tidak didengar oleh sekolah, bahkan oleh komite itu sendiri. Ini menimbulkan jarak dan kecurigaan, padahal pendidikan anak seharusnya menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga.

Menjawab Tantangan: Reposisi dan Revitalisasi

Untuk menjawab tantangan tersebut, perlu ada **reposisi dan revitalisasi peran komite sekolah**. Pertama, pemahaman yang benar tentang tugas dan fungsi komite harus disosialisasikan secara luas, tidak hanya kepada pengurus tetapi juga kepada seluruh orang tua murid. Komite bukan alat sekolah, tetapi wakil masyarakat untuk memastikan pendidikan berjalan sesuai harapan bersama.

Kedua, pentingnya keterbukaan dan komunikasi dua arah. Sekolah harus membuka ruang dialog yang inklusif dan bermakna. Komite bisa menjadi forum aspiratif yang mampu menyuarakan ide-ide positif tanpa dibayang-bayangi prasangka.

Ketiga, penguatan kapasitas. Pengurus komite perlu dibekali pelatihan dasar tentang manajemen pendidikan, perencanaan program, dan tata kelola keuangan sekolah agar bisa menjalankan fungsi pengawasan dan dukungan secara profesional.

Harapan: Sekolah dan Masyarakat Bergandeng Tangan

Ketika komite sekolah berfungsi sebagaimana mestinya, kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan akan tumbuh. Komite yang aktif dan kredibel bisa menjadi garda depan untuk meredam isu-isu negatif, menangani keluhan secara bijak, serta mengajak orang tua untuk turut serta dalam proses pendidikan, bukan hanya dari balik pagar sekolah.

Eksistensi komite sekolah masa kini haruslah menjadi simbol **kebersamaan dan keterlibatan masyarakat** dalam dunia pendidikan. Komite bukan sekadar panitia, melainkan representasi semangat gotong royong dalam mencerdaskan generasi bangsa.

Penutup

Sekolah yang kuat bukan hanya ditopang oleh kurikulum dan guru yang profesional, tetapi juga oleh dukungan masyarakat yang solid. Di tengah sinisme yang berkembang, komite sekolah justru harus tampil sebagai agen pemersatu, yang meneguhkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Komite bukanlah “pagar sekolah”, tetapi “jembatan penghubung” antara visi sekolah dan harapan orang tua. Maka, sudah waktunya kita menghidupkan kembali peran komite dengan semangat kolaboratif, transparan, dan berorientasi pada masa depan anak-anak kita.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post