Rismalasari

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bagaimana Bersahabat Dengan Media (1338)
Koleksi

Bagaimana Bersahabat Dengan Media (1338)

Bersahabat dengan Media,

Bijak Menyaring Informasi

Oleh Rismalasari

 

      Media adalah jembatan antara masyarakat dan dunia informasi. Melalui media, kita bisa mengetahui peristiwa terkini, menggali inspirasi, bahkan membentuk opini publik. Namun, tidak jarang hubungan antara masyarakat—baik individu, lembaga, maupun instansi—dengan media terasa rumit. Ada yang merasa takut diberitakan, ada yang khawatir salah bicara, bahkan ada pula yang merasa “ditekan” oleh oknum wartawan. Padahal, jika dipahami dengan baik, bersahabat dengan media adalah langkah cerdas untuk menumbuhkan citra positif sekaligus menjaga transparansi.

 

Cara Bersahabat dengan Media

 

    Pertama, perlakukan media sebagai mitra, bukan lawan. Jangan hanya menghubungi wartawan ketika ada masalah, tetapi bangun komunikasi rutin melalui rilis kegiatan, undangan liputan, atau sekadar memberikan data pendukung. Kedua, berikan informasi yang jelas, faktual, dan mudah dipahami. Wartawan sangat menghargai narasumber yang lugas serta terbuka. Ketiga, jagalah etika komunikasi: sapa dengan ramah, balas pertanyaan dengan tenang, dan bila memang belum bisa memberi jawaban, katakan dengan sopan bahwa informasi tersebut menunggu konfirmasi resmi.

 

 Batasan dalam Memberi Informasi

 

     Meski terbuka, tetap ada batasan. Tidak semua hal pantas disampaikan ke publik. Informasi yang bersifat rahasia, terkait privasi seseorang, atau berpotensi menimbulkan fitnah harus dijaga. Narasumber perlu paham bahwa media berhak mencari informasi, tetapi kita juga berhak memilah mana yang memang boleh dipublikasikan. Batasan ini penting agar hubungan yang akrab dengan media tidak merugikan pihak manapun.

 

 Apa yang Bisa Dibahas Bersama Media

 

    Wartawan umumnya mencari informasi yang memiliki nilai berita: aktual, penting, bermanfaat, atau menyentuh kepentingan publik. Maka, hal-hal seperti program inovasi sekolah, kegiatan sosial, prestasi warga, hingga solusi terhadap masalah di masyarakat adalah materi yang tepat dibagikan. Dengan demikian, berita yang keluar bukan sekadar sensasi, melainkan edukasi.

 

 Menghadapi Wartawan Abal-Abal

 

     Fenomena yang kerap muncul adalah hadirnya “wartawan abal-abal”—oknum yang mengaku wartawan tetapi tujuannya bukan mencari berita, melainkan mencari keuntungan pribadi. Beberapa aturan sop menghadapi mereka antara lain:

 

1. **Selalu minta identitas resmi.** Wartawan yang kredibel biasanya memiliki kartu pers dari redaksi jelas, serta bisa menunjukkan media tempatnya bekerja.

2. **Berkomunikasi di ruang resmi.** Jangan mudah menerima wawancara di tempat sembunyi-sembunyi.

3. **Tetap sopan dan tidak terpancing.** Jika mereka mulai menekan dengan nada ancaman, tanggapi dengan tenang, jangan terbawa emosi.

4. **Gunakan saluran hukum.** Bila sudah mengarah pada pemerasan, segera laporkan kepada pihak berwenang atau organisasi pers resmi.

 

Penutup

 

   Bersahabat dengan media bukan berarti menyerahkan diri untuk diberitakan sesuka hati, melainkan membangun sinergi yang sehat: media mendapat informasi yang valid, sementara kita mendapatkan ruang publikasi yang positif. Dengan memahami batasan, bersikap profesional, dan waspada terhadap oknum, media bisa menjadi sahabat yang menguatkan, bukan menakutkan.

 

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post